Selasa, 11 Desember 2012

Borobudur: Filosofi dan Sejarah yang Terkubur

1342725736501309491
Candi borobudur. Sejarah dan filosofi buddha yang terkubur (sumber photo: http://www.gameedukasi.com/2012/06)


Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Borobudur mirip bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir. Dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Namun berbeda dengan piramida raksasa Mesir dan Piramida Teotihuacan Meksiko, piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Inilah salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Buddhis di Indonesia.

Ada beberapa versi seputar waktu pembangunan candi Borobudur. Sebagian berpendapat, masa pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu sekitar 1 abad, antara 750-847 M dalam 3 generasi kerajaan Buddhis Mataram Kuno Wangsa Syailendra. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarattungga, dan diselesaikan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani.

Sedangkan menurut Prof. JG. De Casparis, berdasarkan pada Prasasti Karang Tengah menyebutkan tahun pendiriannya, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara, atau tahun Caka 746 (824), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Casparis memperkirakan candi Borobudur dibangun oleh raja Samarattungga pada tahun 824 M. Berdasarkan prasasti Kulrak (784M) pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M, yaitu oleh putrinya, Ratu Dyah Pramudawardhani.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan candi dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya, dan seorang pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddhis Tantra Vajrayana. Arsitektur yang menciptakan candi, berdasarkan tuturan masyarakat bernama Gunadharma. 

Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Krom, yakni tentang ajaran Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana. Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. 

Sejarah asal nama Borobudur sendiri, beberapa ahli purbakala mengungkapkan versi berbeda. Menurut Prof. Dr. Poerbotjoroko, Borobudur berasal kata Bhoro dan Budur. “Bhoro” berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti kompleks “candi, bihara atau asrama,” sedangkan kata “budur” merujuk pada bahasa Bali, “beduhur” yang berarti “di atas.” Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti “bihara di atas sebuah bukit.” Sedangkan menurut Casparis, berdasarkan prasasti Karang Tengah, Borobudur berasal dari BhūmiSambhāraBhudhāra yang dalam bahasa sansekerta berarti “Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa.
1342727648440988685
Gambar potongan candi borobudur dari samping, ada 3 tingkat, Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. (sumber photo: http://rifkymedia.wordpress.com)


Candi Borobudur sendiri memiliki 10 tingkat yang menggambarkan filsafat mazhab Mahayana. 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama di puncaknya. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan 10 tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Tingkatan pada bangunan candi Borobudur melambangkan 3 tingkatan filosofi ajaran Budha yakni :
1. Kamadhatu (ranah hawa nafsu), yaitu dunia yang masih dikuasai oleh hawa nafsu, Bagian ini diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Disini terdapat 160 relief cerita Karmawibhangga namun saat ini tersembunyi karena tertutup struktur.

2. Rupadhatu (ranah berwujud), yaitu dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Bagian ini terdiri dari empat lorong dengan 1300 gambar relief dengan panjang seluruhnya 2,5 km.

3. Arupadhatu (ranah tak berwujud), yaitu dimana manusia sudah terbebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Denah lantai berbentuk lingkaran. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. 

Tingkatan tertinggi ini dilambangkan dengan stupa yang terbesar dan tertinggi, stupa polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan arca Buddha belum selesai (unfinished Buddha), yang semula disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. Menurut kepercayaan patung yang salah dalam pembuatannya tidak boleh dirusak.
1342726656113223659
Unfinished Buddha. Stupa terbesar dan tertinggi yang belum selesai. sumber phot: http://travel.nationalgeographic.com/travel/world-heritage)


Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang sebagai jalan sempit dibatasi dinding yang mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah yang setiap bulan purnama penuh bulan Mei atau Juni menjadi pusat peringatan Waisak bagi umat Budha. 

Relief-relief yang terpahat di setiap tingkatan ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, bergerak searah jarum jam, dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang yang terletak di bagian timur. 

Sedangkan relief-relief candi yang beejumlah total 1.460 pigura, secara berurutan menceritakan makna filosofi sebagai berikut:
1. Karmawibhangga, sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, menggambarkan hukum karma. Pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita terpisah yang mempunyai korelasi sebab akibat. Secara keseluruhan relief sejumlah 160 pigura ini menggambarkan kehidupan manusia dalam lingkaran lahir-hidup-mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan. 

2. Lalitawista, menggambarkan riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang  berarti “hukum” dengan lambang roda.

3. Jataka dan Awadana. Jataka menceritakan tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain, sebagai tahapan persiapan menuju ketingkat ke-Budha-an. Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana (perbuatan mulia kedewaan), dan kitab Awadanasataka (100 cerita Awadana). 

Pada relief candi Borobudur, jataka dan awadana sejumlah 720 pigura yang tersebar di tingkat 1 dan 2, terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala (untaian cerita Jataka), karya penyair Aryasura (abad 4 M).
4. Gandawyuha, deretan relief di dinding lorong ke-2, adalah cerita tentang pengembaraan Sudhana dalam mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.
1342726881467204448
Foto Borobudur pertama kali pada tahun 1873. (sumber photo: http://viiphoto.ning.com/profiles/blogs/candi-borobudur)


Dalam sejarahnya, candi Borobudur sendiri baru diketemukan pada 1814 – Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar. Borobudur sudah mengalami setidaknya 4 kali pemugaran dengan total waktu lebih dari 29 tahun. Pemugaran pertama dilakukan pada masa pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1907-1911 oleh Theodoor van Erp, seorang ahli teknik bangunan Genie Militer. Pemugaran ke-2 berjalan selama 14 tahun, dimulai dari tahun 1926 dan berhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II. 

Pemugaran ke-3 memakan waktu 11 tahun, 1973-1984, yang merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dengan UNESCO dan dikerjakan oleh badan khusus International Consultative Committee (ICC) di bawah ketua Prof.Ir.Roosseno, dengan total biaya 7.750 juta US dollar. UNESCO menyediakan 5 juta US dollar dan sisanya  ditanggung pemerintah Indonesia. Pada tahun 1985 pemugaran harus dilakukan kembali setelah terjadi serangan bom teroris yang mengakibatkan kerusakan beberapa stupa pada Candi Borobudur. 

Pada tahun 1991, Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Dan di tahun 2012 ini, Guinness World Records di London, Inggris, mencatatkan secara resmi Candi Borobudur sebagai situs arkeologis Candi Buddha terbesar di dunia. Pencatatan itu dilakukan pada 27 Juni 2012 dan telah berhasil mendapatkan nomor klaim yang menyatakan Candi Borobudur yang menjadi UNESCO world heritage list nomor 592 (1991) sebagai situs arkeologis candi Buddha terbesar di dunia.
»»  READMORE...

Pahlawan Nasional dari Tanah Papua, Frans Kaisiepo : Irian (Papua) Itu Merupakan Bagian Dari Indonesia

135515094895340706
Foto : www.google.co.id
Mungkin, banyak yang melupakan jasa Pahlawan Nasional dari tanah Papua, Frans Kaisipo yang telahberjuang sejak masa-masa kemerdekaan RI. Tindakannya yang sangat teguh menyatakan bahwa Papua merupakan bagian dari Nusantara Indonesia, menjadikan dirinya “dipinggirkan” oleh pemerintah Belanda karena hingga setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, pemerintah Belanda masih bersikukuh menjadikan Papua sebagai wilayah koloninya.
Hingga pada suatu ketika di tahun 1946, Frans Kaisiepo dengan lantang mengatakan “Irian (Papua) itu merupakan bagian dari Indonesia.”
Frans Kaisiepo lahri di Wardo, Biak, 10 Oktober 1921. Pada usia 24 tahun, ia mengikuti Kursus Bestuur(Pamong Praja) di Hollandia (Jayapura) yang salah stau pengajarnya adalah Soegoro Atmoprasodjo yang merupakan mantan guru Taman Siswa (yogyakarta).
Sejak pertemuannya dengan Soegoro Atmoprasodjo, jiwa kebangsaan Frans semakin bertumbuh dan kian berjuang keras untuk menyatukan Irian (Papua) kedalam NKRI. Ketika umurnya 25 tahun, Frans menggagas berdirinya Partai Indonesia Merdeka (PIM) di Biak. Selain itu, pada usianya yang ke-25 tersebut, Frans menjadi anggota delegasi Papua (Nederlands Nieuw Guinea) yang kala itu membahas tentang pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) dalam Republik Indonesia Serikat (RIS), dimana pada saat itu Belanda memasukkan Papua dalam NIT.
Di hadapan konferensi, Frans Kaisiepo memperkenalkan nama “Irian” sebagai pengganti nama “Nederlands Nieuw Guinea”, yang secara historis dan politik merupakan bagian integral dari Nusantara Indonesia (Hindia-Belanda). Jelaslah pernyataan Frans serta merta ditolak oleh Belanda dan sejak saat itu pula Frans dipinggirkan oleh Belanda. Selain itu, ia juga dijauhkan dari segala agenda pembicaraan mengenai Papua yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Pada 1940-an, Frans Kaisiepo pernah menjadi Kepala Distrik d Warsa, Biak Utara dan menjelang dekade 1940an, ia sempat mengusulkan diri agar Irian (Papua) masuk ke dalam wilayah Karesidenan Sulawesi Utara. Beberapa waktu setelah pengusulan itu, ia dipenjara dan diasingkan oleh Belanda. Kemudian tahun 1961, Frans mendirikan Partai Politik Irian yang bersikap lantang menuntut penyatuan segera Irian (Papua) ke dalam NKRI.
Adanya beberapa tuntutan dari berbagai pihak agar Irian (Papua) segera diserahkan kepada pemerintah Indonesia mengakibatkan perlunya konferensi yang membicarakan hal tersebut. Oleh sebab itu, tahun 1949, digelarkan Koferensi Meja Bundar (KMB). Pada saat itu, Belanda meminta Frans Kaisiepo masuk sebagai anggota delegasi Belanda atau negara bagian BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg). Jelas hal tersebut langsung ditolak oleh Frans.
Dari hasil KMB tersebut, lahirlah keputusan tentang pengakuan kedaulatan oleh keputusan mengenai pengakuan kedaulatan oleh Belanda terhadap seluruh wilayah NKRI, namun Belanda menunda penyerahan Papua kepada Indonesia hingga setahun kemudian. Akan tetapi, setelah setahun berjalan, Belanda tetap berusaha keras melanggengkan politik kolonialnya di Papua.
Berbagai jalur diplomasi pun terus dilakukan Pemerintah Indonesia, namun Belanda semakin bersikukuh mempertahankan kolonialisasinya terhadap Papua bahkan semakin terlihat keinginan Belanda menyiapkan “Negara Papua”.
Setelah melewati beberapa konfrontasi, pada 4 Agustus 1969 dilaksanakanlah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang pada saat itu Frans masih menjadi Gubernur Papua. Jelas Frans Kaisiepo sangat berperan dalam pelaksanaan Pepera tersebut.
Hasil dari dari Pepera tersebut adalah suara bulat dari masyarakat Papua adalah tetap bergabung dengan Indonesia. Pelaksanaan Pepera diawasi langsung oleh utusan Sekjen PBB (diplomat Bolivia, Fernando Ortiz Sanz selaku wakil PBB untuk Irian Barat) serta dihadiri oleh beberapa duta besar dari negara lain.
Melalui Resolusi No.2504 pada tanggal 19 November 1969, secara resmi Papua dinyatakan kembali ke dalam pangkuan NKRI.
Tentulah Frans Kaisiepo sangat berjasa dalam perebutan kemerdekaan Irian (Papua) dari pemerintah Belanda. Oleh sebab itu, pemerintah RI menganugerahi penghargaan Trikora dan Pepera kepada Frans Kaisiepo.
Sangat jelas bukan, bahwa Papua memang jelas bagian Indonesia sejak dahulu kala. Perjuangan para Pahlawan Nasional dari tanah Papua juga turut mewarnai penyatuan NKRI. Lah sekarang kok iya, penerusnya malah berkhianat terhadap jasa para pahlawannya?
Jelas tertulis diatas, bahwa keinginan mendirikan “Negara Papua” adalah keinginan Pemerintah Belanda, bukan keinginan dari para pahlawan yang berjuang mati-matian ingin memerdekakan wilayah Papua dari jajahan Belanda.
Majalah Papua No. 02/Vol.I/Oktober-Desember 2012
Arya Dwiputra
»»  READMORE...

Nasa Deteksi Suara "Nyanyian Bumi"

NASA baru baru ini mengeluarkan hasil temuanya yang menyatakan bahwa menangkap ‘Nanyian Bumi”. Suara yang aneh mirip dengungan tersebut ditangkap oleh satelit kembar Radiation Belt Storm Probe (RBSP). Satelit tersbut diluncurkan 30 Agustus. 
Peneliti dari University of Iowa, Craig Kletzing  mengatakan bahwa manusia sejatinya sudah mengetahui suara ini selama beberapa dekade.  “Penerima gelombang radio terbiasa menangkapnya, terdengar seperti kicauan burung,” ucap dia seperti dimuat Daily Mail.
NASA menganggap bahwa hal tersebut adalah temuan hebat. Namun bagi uman muslim khususnya, hal tersebut sudah dituliskan dalam Al Quran yang diturunkan ratusan tahun lalu.
Dalam Quran dijabarkan bagaimana bintang-bintang itu beredar pada porosnya sebagaimana mengetahui tumbuh-tumbuhan, gunung-gunung berdiri dan bergerak mengikuti sunnah-Nya, sesungguhnya semuanya itu bersujud dan bertasbih kepada khaliknya. Namun kita memang tidak mengetahui bagaimana cara mereka bersujud dan bertasbih.
Firman Allah :
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti mereka. Sesungguhya Dia adalah maha penyantun lagi maha Penyayang” (QS 17:44)
Kalau sekarang NASA baru mengetahui hal itu bagi kaum muslim semakin mempertegas kebenaran yang di tuliskan dalam Quran. Allah membuktikan dengan cara yang tidak biasa dan menunjukan kepada kita semua bahwa kebenaran hakiki dari Al Quran.

»»  READMORE...

Senin, 10 Desember 2012

Qin Shi Huang, Kaisar Pertama dan Firaun Dari China

                                                                                    
Qin Shi Huang, Kaisar pertama China. (Wikimedia Commons)
Kaisar Qin Shi Huang dihormati secara luas sebagai kaisar pertama dari Tiongkok bersatu.
Qin Shi Huang dilahirkan selama periode Perang Antar Negara (475 SM sampai 221 SM) dan menghadapi banyak hambatan. Kemunculannya  ke panggung kekuasaan adalah legenda besar dalam sejarah Tiongkok.

Ayah Kaisar Qin adalah Ying Yiren.
Pada masa mudanya, Ying adalah seorang pangeran yang tinggal di pengasingan Negara Qin sebagai sandera, ditahan oleh Negara Zhao. 
Ying hidup miskin selama disandera.
Kakek Ying adalah Raja Qin, tetapi ayah Ying bukan putra mahkota.
Ying juga memiliki lebih dari 20 saudara dari istri-istri ayahnya. Dia dikirim ke Zhao karena dia adalah anggota dari keluarga kerajaan yang merupakan kebiasaan pada Periode Perang Antar Negara untuk menjaga perdamaian antara negara-negara tetangga.
Pada saat itu, ada tujuh negara di Tiongkok, semuanya saling berperang. Zhao adalah yang terkuat secara militer dan telah berperang dengan Qin bertahun-tahun lamanya.
Pada tahun 260 SM, pedagang Lu Buwei mengunjungi Ying, yang tinggal dalam keputusasaan yang mendalam.
Lu, dengan ketajaman politik luar biasa, menyadari bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup miliknya. Lu menginvestasikan sejumlah besar uang untuk mendukung Ying, dan bahkan memberikan Ying salah satu selir kesayangannya, Putri Zhao.
Tahun berikutnya, 259 SM, Ying dan Putri Zhao memiliki seorang putra. Mereka menamai anak itu Ying Zheng, yang kemudian menjadi Kaisar Qin Shi Huang.
Lu meneruskan politiknya bagi Ying Yiren. Berkat keahlian persuasinya dan dukungan besar, Ying dan keluarganya dapat kembali ke Negara Qin dua tahun berikutnya. Lu juga berhasil menjadikan ayah Ying dan penerusnya menjadi penerus kerajaan.
Setelah ayahnya meninggal, pada 247 SM Ying Zheng menjadi raja Qin di usia 12 tahun. (Beberapa pendapat diantara para cendekiawan yang menyatakan bahwa Lu Buwei adalah ayah asli Ying Zheng) Lu menjadi pejabat tertinggi di kerajaan dan mengendalikan semua urusan kerajaan.
Nasib baik Lu tidak bertahan lama dan pada 234 SM, Ying Zheng telah dewasa dan mengambil alih kekuasaan negara. Segera setelahnya, Lu terlibat dalam kup dan dipaksa bunuh diri. Apa yang tersisa darinya adalah buku sejarah yang dieditnya, seperti yang dikenal sekarang.
Setelah Ying Zheng menjadi raja, dia bertekad untuk memperkuat Qin dan bersiap mencaplok keenam negara lainnya. Kebijakan Qin berfokus pada aturan hukum. 
Dia menghadiahi petani dan prajurit-prajurit karena membangun ekonomi negara dan kekuatan militer. Perlahan-lahan, hukum Qin menjadi sangat menditail dan menyeluruh.
Contohnya, keluarga-keluarga akan didenda karena melanggar wajib militer jika mereka punya anak laki-laki tapi tidak mengirimkannya bergabung dalam militer.
Pendekatan Ying Zheng pada negara yang bertikai adalah berteman dengan negara yang jauh dan menyerang yang paling dekat. Perlahan-lahan, negara-negara dekat Qin dikalahkan dan dicaplok. 
Segera setelahnya, Qin dapat mengambil alih keenam negara lainnya, dengan tambahan negara Nanyue di Selatan (termasuk sekarang Guangdong, Guangxi dan propinsi Yunnan). Tahun 221 SM, dia membentuk dinasti terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Bagaimana Ying Zheng memerintah negara dengan wilayah dan populasi terbesar? Banyak pejabat menyarankannya untuk membagi-bagi tanah dan menyerahkannya kepada para jendral sebagai hadiah, yang akhirnya akan membentuk negara-negara kecil, tetapi Ying Zheng tidak setuju.
Dia adalah kaisar pertama yang menganggap dirinya sebagai Kaisar Tiongkok. Tidak ada gelar itu sebelum dia menciptakannya dan karena itu dipanggil dengan Kaisar Pertama Tiongkok. Dia berharap Qin akan bertahan selamanya, jadi dia menjalankan kebijakan-kebijakan yang memperkuat kekuasaannya.
 
Bagaimana Ying Zheng memerintah negara dengan wilayah dan populasi terbesar? Banyak pejabat menyarankannya untuk membagi-bagi tanah dan menyerahkannya kepada para jendral sebagai hadiah, yang akhirnya akan membentuk negara-negara kecil, tetapi Ying Zheng tidak setuju. Langkah yang ditempuh Ying Zheng:
Pertama, Ying Zheng menganggap dirinya sebagai Kaisar China pertama. Tidak ada gelar itu sebelum dia menciptakannya dan karena itu dipanggil dengan Kaisar Pertama Tiongkok. Dia berharap Qin akan bertahan selamanya, jadi dia menjalankan kebijakan-kebijakan yang memperkuat kekuasaannya.
Kedua, Ying Zheng, yang menjadi Qin Shi Huang meniadakan gelar aristokrat dan mengadopsi sistem politik otoritas terpusat. Ia mendirikan Kabinet di tingkat pemerintah pusat, yang disebut sistem Sembilan Menteri atau Kabinet Sembilan Anggota. Secara lokal, ia mengadopsi sistem kedaerahan yang membagi negara menjadi kabupaten. Semua pejabat ditunjuk langsung oleh kaisar. Kaisar dapat mempertahankan atau mencopot pejabat negara atas kehendaknya.
Ketiga, hukum ketat diberlakukan. Dari pejabat tertinggi sampai strata sosial terendah di seluruh negara, semuanya harus tunduk pada hukum yang keras dan terinci dari Kerajaan Qin. Pelanggar akan dihukum tanpa terkecuali.
Keempat, penulisan huruf di berbagai negara bertikai dipersatukan. Meski karakter China kuno digunakan di berbagai negara, ada variasi dalam guratan atau karakter tertentu. Pemerintahan Qin menetapkan karakter tulisan standar. Guratan Qin yang lebih sederhana menjadi bahasa penulisan resmi, yang digunakan oleh para pejabat dan rakyat.
Kelima, sistem moneter dan pengukuran dipersatukan. Ukuran panjang, volume, mata uang dan bahkan jarak antar roda pedati yang ditarik kuda dipersatukan.
Qin Shi Huang hanya membutuhkan 16 tahun sejak ia naik tahta menjadi Raja Qin hingga ia mempersatukan China. Tentu, pendahulunya telah meletakkan pondasi sebelumnya.
Setelah pemersatuan, Qin Shi Huang sering menjelajah kerajaan barunya, memeriksa wilayah kekuasaannya. Dibangunnya jalan tol yang menuju ke berbagai wilayah di China, yang memungkinkan cepatnya mobilisasi angkatan bersenjatanya. Jalan lebar ini dikatakan sanggup menampung empat kereta kuda secara pararel. Ia dibangun terbentang dari ibukota menuju ke wilayah-wilayah terpencil di perbatasan kerajaannya.
Guna menangkal gangguan dari suku nomad Xungnu di Utara, Qin Shi Huang memerintahkan penyambungan Tembok Panjang sepanjang perbatasan Utara dari berbagai bekas negara bertikai. Garis perbentengan sepanjang lebih dari 3.000 mil, yang sekarang dikenal sebagai Tembok Besar China. Butuh 400.000 buruh muda selama bertahun-tahun untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Sejak itu Tembok Besar diperkuat lebih lanjut oleh generasi selanjutnya dan sekarang lebih tinggi dan kokoh dibandingkan jaman Qin Shi Huang.
Qin Shi Huang terus menyokong para intelektual dan menciptakan posisi doktor resmi bagi mereka. Posisi doktor ini adalah gelaran dan tidak mengemban kekuasaan dan tanggung jawab. Walaupun begitu, menandakan prestasi intelektual mereka, dan setara dengan tingkat PhD modern. Setiap kali ada kekosongan di pemerintahan, para intelektual doktor ini berkemungkinan mengisi posisi itu.
Intelektual ini datang dari berbagai berbagai sekolah yang dikenal sebagai 100 Sekolah, termasuk Taoisme dan Konfusianisme. Beberapa penyihir laki-laki yang mengklaim bahwa mereka dapat menemukan dewa atau mencari resep untuk keabadian. Tidak jarang bahwa para intelektual akan membahas atau bahkan bersengketa atas isu-isu sosial dan politik. Ketika diskusi atau sengketa bertabrakan dengan kebijakan yang ada, Qin Shi Huang akan 'mendiamkan' mereka. Beberapa intelektual doktor akan terus mengkritik kebijakan kontemporer dan urusan politik, yang hanya akan mengakibatkan perintah lebih keras dari Qin Shi Huang.
Pada tahun 213 SM, Qin Shi Huang mengeluarkan perintah untuk mengubur hidup-hidup 460 intelektual doktor. Dia juga memerintahkan penghancuran semua arsip sejarah negara sebelumnya, menyembunyikan karya 100 Sekolah, termasuk sekolah Konfusianisme, dan buku-buku lain dengan pengecualian Arsip Sejarah Qin, buku-buku tentang obat-obatan, meramal, pertanian, salinan Puisi klasik Doktor Nasional dan Sejarah klasik. Dekrit juga dikeluarkan untuk melarang diskusi puisi klasik dan Sejarah klasik untuk menyingkirkan kemungkinan refleksi politik kontemporer melalui diskusi tidak langsung dari peristiwa sejarah. Para pelanggar akan dihukum maksimal sesuai hukum, termasuk dihukum mati.
Kertas belum ditemukan saat itu dan semua buku yang ditulis pada potongan bambu, diikat dengan tali tipis. Pendidikan tidak luas pada waktu itu dan intelektual berpendidikan tinggi sedikit jumlahnya. Akibatnya, pembakaran buku bambu dan penguburan para intelektual dicatat dalam sejarah sebagai gambaran tentang pemerintahan Qin Shi Huang.
Pada 210 SM, Qin Shi Huang sakit sewaktu memeriksa negara. Ia meninggal, sewaktu dipulangkan ke ibukota, pada usai 49.
Inovasi politik setelah penyatuan China oleh Qin Shi Huang menjadi standar model kekuasaan kerajaan bagi generasi berikutnya selama lebih dari 2.000 tahun di China. Bahkan saat ini di China, orang masih melihat warisan Qin dalam Kabinet dan pengaturan di pemerintahan kabupaten. Sayangnya, pembakaran buku-buku dan penguburan para intelektual juga dijalankan, dalam bentuk modern, dalam zaman Internet ini.
Beberapa sinologis berpendapat bahwa sebagian besar intelektual yang dikubur Qin Shi Huang adalah penyihir laki-laki, yang mengaku mereka bisa membuat kaisar berhubungan dengan dewa dan membantunya menemukan resep untuk kehidupan abadi. Arsip sejarah mencatat bahwa empat penyihir seperti itu menghabiskan jumlah uang yang terlalu besar dalam mencari dewa dan kehidupan kekal untuk kaisar. Mereka tidak kembali karena gagal memenuhi janji-janji mereka. Marah oleh kebohongan terang-terangan ini, Qin Shi Huang memerintahkan penguburan hidup-hidup semua penyihir, yang mencapai lebih dari 400.
Salah satu dari empat penyihir yang lolos bernama Xu Fu. Xu memimpin 3.000 anak laki-laki dan perempuan dan berbagai teknologi dan artefak China untuk berlayar ke timur untuk mencari dewa, tapi ia tidak pernah kembali. Menurut catatan di China dan Jepang, Xu tiba di Jepang. Teknologi pertanian dan lainnya yang dibawanya membantu mengakhiri Zaman Batu dan mengantar fase peradaban baru di Jepang.
Dalam dongeng rakyat China kuno, orang-orang mengaitkan Qin Shi Huang sebagai tirani kejam. Para kaisar disarankan oleh para intelektual untuk tidak mencontohnya, meskipun saran ini tidak diperhatikan. Pada saat yang sama, sejumlah intelektual telah mendapatkan pemahaman rasional tentang peran Qin Shi Huang dalam sejarah. Bagaimanapun, kekuasaan kekaisaran tak terbatas, Sembilan Kabinet dan sistem Kabupaten yang diciptakannya dan wilayah taklukan yang besar tak tertandingi berdampak pada pemimpin China generasi selanjutnya yang menggantikannya.
Pekerjaan konstruksi besar, termasuk Tembok Besar China dan Istana Epang yang mewah dan kampanye militer terhadap suku nomad Xungnu di Utara dan leluhur Vietnam di Selatan saat ini, telah menyebabkan Dinasti Qin bangkrut. Orang-orang, yang hidup dalam kemiskinan, juga mengeluhkan tentang aturan keras hukum Qin. Hanya tiga tahun setelah kematian Qin Shi Huang, Dinasti Qin, yang keempat dalam sejarah China, runtuh karena pemberontakan petani di seluruh kekaisaran.

Tentang misteri makam yang di huni oleh 10.000 pasukan patung (terakota) itu... yang notabene si Kaisar pengen jadi raja neraka setelah gagal atas usahanya untuk membuat ramuan abadi (elixir of life) agar menjadikannya manusia yang hidup kekal abadijadi gan.. ane nyimpulin ni Kaisar kelakuannya sama kayak fir'aun jaman dulu... persamaannya:

  • Kaisar bikin "Tembok Besar China ? Great Wall of China" sementara Fir'aun bikin Piramid
  • sama-sama bikin makam yang besar dan penuh misteri
  • sama-sama menelan banyak nyawa dalam melakukan project2 selama pemerintahannya
  • sama-sama keji gan.. dikit2 maen bunuh
  • sama-sama pengen disembah sama rakyat nya.. mengaku sebagai tuhan
  • sama-sama pengen hidup abadiQin Shi Huang

Elixir kehidupan

Belakangan ini dalam hidupnya, Qin Shi Huang takut akan kematiannya dan putus asa mencari obat mujarab dongeng kehidupan, yang seharusnya memungkinkan dia untuk hidup selamanya. Ia terobsesi dengan memperoleh keabadian, dan banyak jatuh korban yang menawarkan ramuan. Ia mengunjungi Pulau Zhifu tiga kali dalam rangka untuk mencapai keabadian.


Kapal Xu Fu berlayar pada 219 SM untuk mencari obat keabadian.
Dalam satu kasus dia mengirim Xu Fu, seseorang dari kepulauan Zhifu, dengan kapal yang mengangkut ratusan anak2 mencari gunung mistik Penglai. Mereka dikirim untuk menemukan Angi Sheng, seorang suci yang berumur 1.000 tahun yang tau resep ramuan hidup abadi. yang konon katanya kl orang suci ini bakal ngilang kalo bertemu orang dewasa, maka dikirimlah anak2. anak2 ini tidak pernah kembali, mungkin karena mereka tahu kalo mereka balik lagi tanpa obat mujarab, mereka pasti akan dieksekusi. Legenda menyatakan bahwa mereka mencapai Jepang dan terjajah itu. Hal ini juga memungkinkan bahwa pembakaran buku, pembersihan pada apa yang bisa dilihat sebagai hal yang sia-sia, sebagian, upaya untuk memfokuskan pikiran kaisar terhadap sarjana dan pada pencarian alkemis. Beberapa sarjana dieksekusi, adalah mereka yang telah mampu menawarkan bukti skema supranatural mereka. Ini mungkin berarti akhir dari pengujian kemampuan mereka: apakah mereka memiliki kekuatan ajaib, maka mereka pasti akan datang kembali ke kehidupan ketika mereka membiarkan keluar lagi. Sejak kaisar agung takut kematian dan, roh jahat, pekerja membangun serangkaian terowongan dan bagian untuk masing-masing istana-nya (lebih dari 200 dimilikinya), karena ini akan membuatnya aman dari roh-roh jahat, saat ia melakukan perjalanan gaib.

Kematian
Dalam 211 SM sebuah meteor besar dikatakan telah jatuh di Dongjun (东郡) di hilir Sungai Kuning. Di atasnya, orang yang tidak dikenal tertulis kata-kata "Kaisar Pertama akan mati dan Kekuasaannya kan terbagi (Terpecah belah)" Ketika kaisar mendengar hal ini, ia mengirim seorang sekretaris kekaisaran untuk menyelidiki hal ini. dan tidak seorang pun akan mengakuinya, sehingga semua orang yang tinggal di dekatnya dihukum mati. Batu metor itu kemudian dibakar dan dihancurkan.

Kaisar meninggal dalam salah satu perjalanannya di Cina Timur, pada 10 September, 210 SM di istana di Shaqiu (沙丘 平台), sekitar dua bulan lagi melalui jalan darat dari ibukota Xianyang. Kabarnya, ia meninggal karena menelan pil merkuri (ni kaisar doyan mabok merkuri ), yang dibuat oleh para ilmuwan dan dokter istana. Ironisnya, pil ini dimaksudkan untuk membuat Qin Shi Huang abadi.
Setelah kematian kaisar Perdana Menteri Li Si, yang menemaninya, menjadi sangat khawatir bahwa berita kematiannya bisa memicu pemberontakan umum di kekaisaran Ini akan memakan waktu dua bulan bagi pemerintah untuk mencapai ibukota, dan tidak akan mungkin untuk menghentikan pemberontakan. Li Si memutuskan untuk menyembunyikan kematian kaisar dan kembali ke Xianyang Sebagian besar rombongan kekaisaran yang bersama kaisar tidak tahu tentang kematian kaisar. Hanya anak muda, Huhai Ying, yang bepergian dengan ayahnya, Zhao Gao kasim, Li Si, dan lima atau enam kasim terdekat yang tahu tentang kematian kaisar. Li Si juga memerintahkan bahwa dua gerobak berisi ikan busuk segera didatangkan sebelum dan setelah kereta kaisar. Ide di balik ini adalah untuk mencegah orang dari memperhatikan bau busuk yang berasal dari kereta kaisar, di mana tubuhnya mulai membusuk parah. Mereka juga ditarik ke bawah tempat teduh sehingga tidak ada bisa melihat wajahnya, mengganti pakaiannya setiap hari, membawa makanan dan ketika ia harus melakukan percakapan penting mereka akan bertindak seolah-olah dia ingin mengirim pesan.

Kedua konspirasi kaisar

Akhirnya, setelah sekitar dua bulan, Li Si dan istana kekaisaran mencapai Xianyang, di mana berita kematian kaisar diumumkan Qin Shi Huang tidak ingin berbicara tentang kematiannya sendiri dan dia tidak pernah menulis. Setelah kematiannya, putra sulung Fusu harusnya menjadi kaisar berikutnya.

Li Si dan kepala kasim Zhao Gao bersekongkol untuk membunuh Fusu karena Jendral yang dekat dengan Fusu adalah Meng Tian, yang tidak mereka sukai dan mereka takuti. Adik Meng Tian, seorang menteri senior, yang pernah dihukum Zhao Gao Mereka percaya bahwa jika Fusu itu bertahta, mereka berfikir akan kehilangan kekuasaan mereka, Li Si dan Zhao Gao menerima surat wasiat (yang telah dirubah oleh Li Si selama dalam perjalanan) dari KaisarQin Shi Huang yang mengatakan bahwa keduanya (Fusu dan Jenderal Meng) harus melakukan bunuh diri.. dan rencana busuk bekerja, dan anak muda menjadi Huhai Kedua Kaisar, kemudian dikenal sebagai Qin Shi Er atau "Generasi Kedua Qin."
Qin Er Shi, bagaimanapun tidak mampu dalam memimpin kekaisaran disebabkan kelemahan atas sikap pengecutnya. Pemberontakan cepat meletus. Masa Pemerintahannya adalah waktu kerusuhan sipil yang ekstrim, dan segala sesuatu yang dibangun oleh Kaisar Pertama hancur dalam waktu singkat Salah satu upaya pemberontakan langsung adalah 209 SM Daze Desa Pemberontakan dipimpin oleh Chen Sheng dan Wu Guang..

Mausoleum Kaisar Pertama 

Makam Qin Shi Huang

Sejarawan Cina Sima Qian, satu abad setelah kematian Kaisar Pertama, menulis bahwa dibutuhkan 700.000 orang untuk membangun itu. sejarawan Inggris John menunjukkan bahwa angka ini lebih besar dari kota-kota dunia pada waktu itu dan menghitung bahwa pondasi-nya saja bisa dibangun oleh 16.000 orang dalam dua tahun. Sementara Sima Qian tidak pernah disebutkan tentara terakota, yang patung-patung itu ditemukan oleh sekelompok petani yang sedang menggali sumur pada tanggal 29 Maret 1974. Para tentara diciptakan dengan serangkaian campuran tanah liat dan diberi sentuhan individual oleh si pemahat. Han Purple juga digunakan pada beberapa prajurit.

Makam Qin Shi Huang




Salah satu proyek pertama nya Kaisar ketika ia masih hidup adalah pembangunan makam sendiri yang berbentuk Piramid. Pada 215 SM Qin Shi Huang memerintahkan Jenderal Meng Tian dengan 300.000 orang untuk memulai pembangunan. Sumber lain menyebutkan ia memerintahkan 720.000 buruh yang belum dibayar untuk membangun makam. Deskripsi Sima Qian makam termasuk replika istana dan menara indah, "benda-benda langka dan peralatan indah", 100 sungai dibuat dengan merkuri, representasi "tubuh surgawi", dan busur dicurangi untuk menembak siapa saja yang mencoba mendobrak masuk Makam itu dibangun di atas gunung Li , yang jaraknya hanya 30 kilometer dari Xi'an. Arkeolog modern telah menemukan makam itu, dan telah melakukan penyelidiknya di dalam nya. hasil penyelidikan menunjukkan bahwa ada jumlah merkuri yang tinggi yang tidak normal, sekitar 100 kali tingkat alami, menunjukkan bahwa beberapa bagian dari legenda yang kredibel. banyak Rahasia dipertahankan, karena kebanyakan dari para pekerja yang membangun makam tewas.
»»  READMORE...

Istana Kaisar Pertama Cina di gali

Arkeolog berhasil menemukan istana milik kasiar pertama Cina, Qin Shi Huang Di, di Xian, provinsi Shaanxi.

terakota,china,arkeologBerjongkok di samping sekumpulan artefakyang baru ditemukan, Yang Jingyi membersihkan lumpur terakhir sebelum restorasi dimulai. Seiring semakin dekatnya penggalian ke gundukan makam pusat, para arkeolog berharap akan mengungkap kejutan lain dalam kisah pasukan terakota. Tengok kisah selengkapnya di National Geographic Indonesia edisi Juni 2012. (O.Louis Mazzatenta)
 
Situs di dekat kota Xian, Cina, tak berhenti menguak peninggalan beresejarah. Setelah prajurit terakota dan ratusan artefak bernilai lainnya ditemukan, kali ini para arkeolog berhasil menemukan istana milik kaisar pertama Cina, Qin Shi Huang Di. Makam sang kaisar inilah yang selama ini dijaga oleh para prajurit terakota.

Laporan resmi pemerintah Cina mengumumkan bahwa para arkeolog telah menggali kompleks istana Qin Shi Huang Di di Xian, provinsi Shaanxi, Cina. Istana terdiri dari sepuluh halaman dan satu bangunan utama. Kompleks ini memiliki panjang 690 meter dan lebar 250 meter dengan luas total kurang lebih seperempat dari ukuran Kota Terlarang Beijing atau sering disebut Istana Terlarang Beijing yang dibangun pada tahun 1400-an.

Arkeolog mengatakan kepada kantor berita Xinhua, Rabu (5/12), bahwa mereka menemukan dinding, selokan, pintu, dan jalan batu di antara puing-puing istana kuno. Selain itu mereka juga menemukan tembikar dan batu bata. Tata letak istana cocok dengan struktur tradisional Cina lainnya, dengan poros tengah berbaris dengan bangunan utama.

prajurit terakota chinaBagian putih mata dan rincian lainnya memberikan petunjuk dari kepribadian yang dibawa oleh cat ke wajah tentara bagian dari kesatria terakota ini. (O. Louis Mazzatenta)
 
 
Qin Shi Huang Di lahir pada tahun 259 Sebelum Masehi. Saat usianya 13 tahun, ia menjadi pewaris tahta pertama dinasti Qin, salah satu dari enam kerajaan di Cina. Pada 221 SM, ia berhasil menyatukan enam kerajaan itu dan menyatukannya dalam satu kekaisaran di mana ia menjadi kaisar hingga akhir hayatnya pada 210 SM.

Menurut catatan sejarah, mengungkap Qin Shi Huang Di membangun sendiri makamnya, segera setelah dirinya dinobatkan sebagai kaisar. Pada tahun 1974, para petani berhasil menggali sumur dan menemukan seorang prajurit terakota yang merupakan satu dari 8.000 prajurit yang bertugas menjaga makam sang kaisar di akhirat. Penemuan prajurit terakota yang ditemukan di situs Qin Shi Huang Di sendiri telah diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1987.

Keterebatasan alat membuat para arkeolog hingga saat ini belum berani menggali ruang makam utama milik kaisar Qin Shin Huang. Mereka khawatir akan merusak makam yang konon beratapkan permata.
»»  READMORE...

Kisah Misterius Tentara Terracotta, Penjaga Makam Sang Kaisar

 
Pernahkah Anda melihat film "The Mummy-Tomb of the Dragon Emperor" atau "The Myth"nya jackie Chan? Ya, memang film itu sudah agak lama sih kemunculannya dan sudah sering sekali diputar di stasiun TV lokal juga.. Tapi kebetulan saya kemarin baru saja melihat film "The Mummy-Tomb of the Dragon Emperor" lagi, yang mengangkat cerita tentang keberadaan penemuan patung-patung misterius tentara atau prajurit Terracotta ini, dan saya menjadi sangat tertarik untuk menulis mengenai hal ini :)

Kisah ini berawal ketika Yang Peiyan dan beberapa petani yang sedang menggarap lahan. 
Ia menemukan sebuah dinding bata ketika ia menggali ruang bawah tanah untuk menyimpan sayuran. Kemudian dengan ragu ia membuat lubang di dinding, dan melalui lubang itu ia melihat, dan akhirnya terkejut setengah mati ketika melihat barisan megah patung prajurit yang berdiri di sana.


Pasukan ini merupakan keajaiban seni budaya Tionghoa dari zaman 210 SM. Pertama kali digali pada 1974, di Kabupaten Lintong Xi’an, ibukota Provinsi Shaanxi, dekat Makam Kaisar Qin Pertama. Patung-patung tentara tersebut sedemikian hidup, masing-masing menampilkan sinar mata yang garang, dipadukan dengan cahaya matahari yang menembus lubang sehingga menjadikan pemandangan itu begitu sempurna. Namun karena ketakutan, petani tersebut langsung cepat-cepat menutup kembali lubang tersebut dan melaporkannya ke departemen arkeologi setempat.


Mendengar laporannya, para arkeolog mengira bahwa petani itu pasti hanya kebetulan saja menemukan sebuah kuburan, dan berhalusinasi karena hipoksia (kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian) di bawah permukaan tanah. Kemudian seorang arkeolog dikirim ke sana untuk mencari tahu rincian. Ketika lubang di dinding dibuka lagi, barulah arkeolog benar-benar melihat bahwa apa yang dilaporkan petani tadi bukan bualan semata.


Pemandangan menakjubkan satu baris tentara yang lengkap! Saat melihatnya, seakan suara memekakkan telinga dari teriakan perang, dan pasir yang berputar kencang, seputar adegan perang zaman Dinasti Qin seolah terbayang jelas di depan matanya.


Perlahan, awan pasir mereda dan suara lenyap. Tentara Terakota yang dikubur mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Warna mereka surut dan mata mereka berubah kusam. Banyak kepala dan lengan terputus dan adegan berubah menjadi apa yang kita lihat di hari ini.
Tentara Terakota merupakan benda seni untuk pemakaman, yang dikuburkan bersama Kaisar Pertama Dinasti Qin, Qin Shi Huang pada 210-209 SM. Diyakini bahwa tentara akan mengikuti sang kaisar hingga ke kerajaan akhirat.


Makam kaisar Tiongkok, Qin Shi Huang, disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terbesar abad ke-20. Sejarah mencatat, Qin Shi Huang merupakan kaisar pertama Dinasti Qin yang memimpin Tiongkok diantara periode 221 SM – 210 SM. Salah satu karya monumentalnya selain penyempurnaan konstruksi bangunan Tembok Besar China ialah pembangunan makam agungnya sendiri. Berbeda dengan Fir’aun Mesir Kuno, Cheops (Khufu) yang memilih untuk membangun sebuah Piramida Agung di Giza sebagai tempat peristirahatan terakhirnya, Kaisar Qin Shi Huang lebih memilih menjadikan makamnya bak sebuah Istana dengan penjagaan ribuan patung prajuritnya.
Makam sang kaisar memang begitu mempesona. Terdapat kurang lebih 8000 patung yang menggambarkan sosok para prajurit, 130 kereta dengan 520 kuda dan 150 kuda kavaleri, yang berdiri berjejer disepanjang makam, disusun dalam tiga lubang.. Yang lebih menarik lagi, semua patung-patung tersebut tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya baik itu bentuk pakaian, mimik wajah, model rambut, hingga persenjataan yang mereka bawa. Selain itu, mereka juga dibedakan oleh pangkat kemiliterannya seperti Jendral, perwira, hingga para prajurit biasa. Patung prajurit yang memiliki ukuran tubuh paling tinggi ialah yang berpangkat jendral.
 
Sejak ditemukan oleh beberapa petani lokal diwilayah Xi’an, Propinsi Shaanxi, China ditahun 1974 silam, hingga kini masih terus dilakukan penggalian di sana. Para Arkelog memperkirakan masih banyak patung dan artifak-artifak lainnya yang masih terpendam. Mereka juga belum dapat memastikan berapa jumlah angka-angka penemuan ini akan terus bertambah. Kalkulasi terbaru menyebutkan, terdapat lebih dari 8000 patung prajurit, 130 kereta perang beserta 520 kudanya, serta 150 pasukan berkuda yang terdapat di tiga terowongan utama makam. Sungguh merupakan pemandangan yang menakjubkan mengingat baru satu persen dari keseluruhan bagian makam yang telah digali!
Tidak semua harta benda dan perhiasan sang kaisar telah ditemukan. Konon, masih banyak harta benda berharga Kaisar Qin Shi Huang yang tersimpan disuatu bagian makam, dimana ditempat itu terpasang perangkap-perangkap yang dapat menembakkan anak panah secara otomatis kepada siapapun yang berani mengusiknya. Bahkan diyakini para pekerja yang memasang perangkap-perangkap tersebut turut dikuburkan hidup-hidup agar kerahasiannya tetap terjaga. Terdengar cukup menakutkan, bukan?


Menurut sejarawan Sima Qian (145 – 90 SM), pembangunan makam agung kaisar Qin Shi Huang dimulai disekitar 246 SM – disaat usia sang Kaisar baru menginjak 13 tahun – dengan memperkerjakan kurang lebih 700.000 pekerja. Namun apa tujuan Kaisar Qin Shi Huang membangun semua ini?
Faktanya, makam ini didirikan sebagai gambaran akan sebuah istana bawah tanah yang begitu besar dan mewah. Bahkan dikatakan ia adalah istana bawah tanah dengan struktur paling rumit dalam kemegahan dan fasilitasnya. Tiruan sungai yang terbuat dari air raksa serta langit-langit dengan hiasaan mutiara turut mempercantik istana. Kepercayaan di lingkungan kerajaan menyebutkan bahwa Kaisar Qin Shi Huang akan terus memimpin kerajaan dikehidupan berikutnya (alam baka/akhirat). Untuk itu ia membutuhkan sebuah istana sebagai pusat kerajaan, lengkap beserta para bala tentaranya dan pegawai-pegawai pemerintahan.


Situs arkeologi ini telah diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO. Koleksi dari 120 benda seni dari makam dan 20 prajurit Terakota saat ini dapat Anda lihat di Xi'An, China, dimana dapat ditempuh hanya dengan 1 jam penerbangan dari kota Beijing.
Pembangunan terracotta ini adalah proyek terbesar kedua setelah Great Wall (tembok China).
Detail wajah dan pakaian patung tentara itu sangatlah rinci, sehingga daerah asal masing-masih tentara pun masih dapat diketahui. Kaisar Qin Shi Huang Ti adalah kaisar yang pertama kali menyatukan China pada tahun 221 SM. Eksibisi ini juga menampilkan uang logam yang pertama kali diperkenalkan di daratan China.







»»  READMORE...

Misteri Zikir Akhir Zaman



TAK DIRAGUKAN lagi bahwa zikir adalah modal utama dalam menjalankan tugas utama hidup kita, yaitu beribadah kepada Allah. Bahkan, inti seluruh ibadah adalah zikir : menyebut, mengingat, memahami, merenungkan, dan mengamalkan petunjuk Allah. Zikir adalah ibadah yang paling ringan dan murah. Zikir juga merupakan ibadah yang fleksibel, karena bisa dilaksanakan di semua tempat, waktu, dan keadaan. Oleh karenanya, ia adalah ibadah sepanjang hayat.
Kita sudah biasa mendengarkan ceramah atau membaca penjelasan bahwa doa dan zikir mendatangkan ketenangan jiwa, meninggikan derajat, menambah pahala, dan menggugurkan dosa. Tetapi, bagaimana dengan sejumlah hal ‘luar biasa’ berikut ini?

  • Tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir menjadi makanan dan minuman fisik saat kaum muslimin mengalami bencana kekeringan dan kelaparan ekstrim selama tiga tahun sebelum kemunculan Dajjal.
  • Tahlil dan takbir yang dikumandangkan 70.000 Bani Ishaq pasukan Al-Mahdi meruntuhkan benteng Konstantinopel di daratan, lautan, dan pintu gerbang kota.
  • Zikir dan doa sebagai modal kekuatan Dzul-Qarnain saat membangun benteng pembatas, juga sebagai modal kekuatan bangsa Ya’juj dan Ma’juj untuk melubangi dan meruntuhkan benteng pembatas tersebut, —dan ajaibnya, sebagai senjata Nabi Isa dan kaum muslimin untuk menewaskan dan sekaligus menguburkan bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Padahal, semua penduduk bumi dan langit tidak mampu membendung kebrutalan dua bangsa perusak yang besar, kejam, dan tangguh itu!
  • Zikir dan doa menyelematkan pribadi dari pembantaian, mengokohkan pasukan Islam, memporak-porandakan pasukan musuh, dan mengantarkan prajurit muslim kepada mati syahid; terutama di masa kekacauan akhir zaman dan perjuangan Al-Mahdi-Nabi Isa untuk memakmurkan dunia dengan syariat Allah.
  • Zikir dan doa menghindarkan harta dan nyawa kaum muslimin dari bencana alam, di saat akhir zaman sering terjadi gempa bumi, hujan meteor, kegelapan pekat, dan pengubahan bentuk manusia. Bahkan, doa dan zikir bisa mengubah bencana menjadi sebuah berkah.
  • Zikir dan doa mengandung lima kekuatan dahsyat yang menyelamatkan kaum muslimin dari segala penyakit fisik, baik secara preventif maupun kuratif.
  • Doa dan zikir mengajarkan visi, misi, dan langkah-langkah operasionil yang harus ditempuh oleh kaum muslimin untuk mempertahankan iman, meningkatkan amal, menyusun fusthath iman (kelompok iman), dan membentenginya dari pengkhianatan dari dalam; manakala fitnah Duhaima’ —yang mengawali keluarnya Dajjal, telah datang menampar umat Islam.
  • Doa dan zikir mementahkan semua tipu daya, kepalsuan, dan kekuatan Dajjal. Padahal, Dajjal membawa sungai air dan api, juga gunung roti; mampu memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan bumi untuk menumbuhkan tanaman; bahkan menghidupkan kembali beberapa orang yang telah mati.
  • Doa dan zikir mendatangkan kemulian bagi seorang muslim untuk ikut menyambut turunnya Nabi Isa dari langit, mendapat stempel keimanan dari binatang yang bisa berbicara, dan menggapai taubat sebelum matahari terbit dari arah barat.
»»  READMORE...