Sabtu, 24 Desember 2011

5 Penemuan Spesies Baru tahun 2011

Penemuan tersebut adalah bukti kekayaan hayati bumi yang kita tinggali, dan merupakan bukti bahwa di dalam ilmu dan pengetahuan selalu dipastikan ada sebuah jawaban bagi keingintahuan manusia akan kekayaan hayati dan sumber daya alam di bumi.  Ilmu dan pengetahuan secara lahiriah membimbing para ilmuwan dan peneliti untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka dalam mengungkapkan berbagai tabir yang ada di bumi ini. Penemuannya ini pun sangat berguna bagi masyarakat dunia. Berikut uniknya.com merangkum 5 penemuan spesies baru di tahun 2011:

1. Jangkrik ‘tertawa’
Sekelompok ilmuwan dari California Academy of Sciences telah menemukan jangkrik ‘tertawa, sejenis mahluk kecil baru yang terlucu di dunia serangga. Spesies baru mahluk ditemukan di kawasan Filipina, ketika para ilmuwan sedang melakukan sebuah riset dan ekspedisi. Jangkrik ini mengeluarkan suara dengan frekuensi tinggi dan nadanya menyerupai orang yang tertawa. Berdasarkan keterangan setempat, “masyarakat sangat takut apabila mendengar suara jangkrik tersebut, mereka mengira bahwa suara itu berasal dari mahluk kecil yang gaib dan menyeramkan,” ujar salah seorang anggota tim, Terry Goslinger.





Jangkrik ‘tertawa’ (Sumber: timeinc.net)


2. Ikan Hiu ‘Balon’
Sekelompok ilmuwan dari California Academy of Sciences yang sebelumnya telah menemukan jangkrik ‘tertawa,’ mereka juga lah yang menemukan spesies baru ikan hiu di Filipina. Seekor hiu yang memiliki panjang 39 inchi. Cukup panjang, namun jangan meremehkan dulu karena ia dapat merubah ukuran tubuhnya tersebut. Sebagaimana halnya ikan buntal yang terancam, hiu ini pun akan mengembungkan badan dua kali lebih besar dari ukuran normalnya. Ia akan menyedot air sebanyak-banyaknya untuk membuat tubuhnya lebih besar. Ia juga mampu merubah ekornya menjadi bentuk huruf O, gunanya untuk menakuti mahluk lain yang mencoba mengganggunya.




Ikan Hiu ‘Balon’ (Sumber: timeinc.net)


Seekor hiu jenis baru yang ditemukan di kedalaman laut Filipina. Ia dapat memperbesar ukuran tubuhnya dengan cara menyedot air ke perutnya, ia melakukannya untuk menakut-nakuti predator yang mencoba memangsanya.

3. Kura-Kura Agassiz
Kabar baik untuk para pecinta kura-kura, pada tahun ini telah ditemukan spesies baru kura-kura di daratan selatan Amerika—walaupun sebelumnya telah ditemukan pada tahun 1861. Hampir seabad setengah yang lalu ketika seorang pecinta lingkungan James Graham Cooper mengidentifikasi kura-kura di daratan Agassiz yang letaknya berada di seberang Arizona, California bagian selatan dan semenanjung Baja (baca: Baha). Sebuah jarak lintasan yang cukup jauh bagi seekor kura-kura untuk melakukan sebuah perjalanan. Namun seorang ilmuwan menduga bahwa kura-kura yang menyebrang dari daratan Agassiz adalah spesies yang lain, berbeda.



 
Kura-Kura Agassiz (sumber: ouramazingplanet.com,uniknya.com)


Tim yang beranggotakan ilmuwan dari berbagai bangsa dan negara ini kemudian melakukan sebuah penelitian lebih lanjut, mereka meretas DNA dari sebuah sampel jaringan kura-kura yang ditemukan oleh Cooper, hal tersebut dilakukan guna melakukan sebuah perbandingan  dengan jenis lainya. Dan dugaan itu kemudian berbuah sebuah hasil yang menyatakan bahwa kura-kura yang ditemukan di Arizona dan Baja berbeda dengan yang ada di kawasan California. Hal pun menjadikan bahwa kura-kura Agassiz berada diambang kepunahan.

4. Ngengat Kostarika
Mungkin mahluk yang satu ini selalu terabaikan dari perhatian dan pandangan kita, salah satu penyebabnya adalah ukuran tubuhnya yang sangant kecil. Mahluk memiliki sayap kecil dan membulat, memiliki panjang setengah dari ukuran panjang tubuhnya yang kurang dari satu inchi. Namun serangga ini memiliki warna yang mengkilat, diduga kehadiran mereka turut membantu penyerbukan silang di antara tanaman, serta pertumbuhannya. Pada tahun 2011 ini, telah ditemukan  enam spesies mikro—lima di kostarika dan satu di Meksiko, ngengat itu diberi nama sesuai tempatnya ditemukan, E. Costaricae dan E.icaruselli.




Ngengat Kostarika (Sumber: timeinc.net)


5. Ikan Nemo yang Buruk
Tahukah Anda jika Nemo (ikan) yang imut itu memiliki nenek moyang yang buruk dan jahat? Diyakini bahwa setiap ikan yang hingga saat ini masih hidup berhutang budi terhadap sebuah peristiwa ledakan aquatis yang terjadi di suatu masa yang disebut dengan periode Devonian—dikenal juga sebagai jamannya para ikan, yang terjadi 415 – 360 juta tahun lalu. Di antara keganasan yang menyelimuti perairan dangkal di Kutub Utara wilayah Kanada, rupanya ditemukan sepesies jenis baru yang dikenal sebagai Laccognathus embryi yang fosilnya ditemukan tahun ini juga di Pulau Ellesmere di wilayah Nunavut. Laccognathus ini tidak memiliki ukuran tubuh besar, hanya 5 – 6 kaki. Namun ia hidup dalam persembunyian di perairan dangkal, berdiam diri menjadi seorang predator yang handal dan sabar. Penampilannya sangat buruk dan menyeramkan, dengan gigi taring yang tajam terlihat keluar dari mulutnya.(**)



Ikan Nemo yang Buruk (Sumber: timeinc.net)

0 komentar:

Posting Komentar