Minggu, 27 April 2014

Harta Qorun dan Harta Lainnya yang Belum Ditemukan

Selain hartanya Qorun, ada beberapa catatan sejarah yang sekarang menjadi legenda mengenai sejumlah harta yg hilang dan tidak/belum ditemukan sampai sekarang ...




Harta Qorun

Surat Al Ahzab ayat 69. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.


Demikian kutipan dari satu ayat yang menceritakan tentang Kisah Nabi Musa, kisah ini berkaitan dengan terjadinya danau Qorun. Pada Masa itu berjayalah Qorun yang nota bene adalah sepupunya Nabi Musa, ada yang mengatakan Pamannya Musa. Tapi yang yang pasti bahwa qorun bukan orang mesir tetapi salah satu bani israel umat nabi Musa as.

Kenapa Qorun bisa kaya seperti itu ?? Qorun, sebelumnya tidak punya apa - apa kemudian minta dido'akan oleh Musa AS agar menjadikan dirinya kaya, maka dido'akan oleh Nabiyullah Musa AS. Pelan - pelan dia menjadi kaya dan akhirnya lupa, sampai memakan harta Bani Israel, bertambah melimpah ruah kekayaannya. Kunci gudangnya pun sangat berat, harus diangkat oleh beberapa orang yang kuat.


Menurut Tafsir Alusy, karena Qorun walau pun keturunan Bani Israel, tapi dia sangat jahat selalu memakan harta Bani Israel, saking kayanya kunci gudang kekayaan qorun tidak bisa di bawa oleh sekelompok orang. (Al Qoshosh 76).



Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kuncii-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri." (QS 28:76)

Dan Qorun pun termasuk orang yang pelit. Walau pun zamannya Nabi Musa perintah untuk berzakat pun sudah ada namun Qorun tidak melakukannya. Bila keluar dari Istananya Qorun membawa 4000 tentara dan 300 pelayan laki2, sungguh bisa dibayangkan bagaimana kayanya Qorun saat itu. Ketika keluar dengan membawa rombongan, ada sebagian Bani Israel yang beranggapan kemuliaan Allah telah diberikan pada Qorun, tetapi sebagian yang lain menasehatinya, bahwa bukan kekayaan yang menunjukkan kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT


  
 
Foto diatas adalah Istana Qorun, sisa - sisa kejayaannya, sebagai tambahan menurut kisah Romawi, daerah fayoum ini didirikan oleh seorang God (dewa) yang bernama SOBEK yang mempunyai mahkota buaya di atas kepalanya. Sehingga dalam kisah romawi, Fayoum dikenal dengan Krokodipolis.


Reruntuhan Kuil di Fayoum yang pernah direstorasi oleh romawi
Kenapa Qorun membangun Istana di Fayoum? Karena Fir'auan masa itu tidak mau tersaingi keindahan Istananya dengan Qorun, maka Qorun memilih Membangun Istananya di sebuah oasis yang bernama Fayoum, terletak sebelah timur danau, yang waktu itu memang sudah ada namun masih kecil,. Qorun juga membangun gudang2 kekayaannya di dekat danau.

Qorun, karena merasa terhalangi oleh Musa, maka Qorun mempunyai niat Jahat kepada Musa AS. Dihadirkannya seorang pelacur untuk memfitnah Musa As dengan imbalan harta, dihadapkan ke kumpulan Bani Israel untuk mengaku bahwa dia telah dihamili oleh Musa, Lalu Musa bersujud dan meminta petunjuk Allah SWT. Maka Atas Izinnya Allah SWT., pelacur itu mengaku bahwa ia diperintah oleh Qorun untuk memfitnah Musa dengan Imbalan Harta. 
Nabi Musa as bangkit dan memberi perintah kepada Bani Israel, “Hai, bani Israel, jika kau beriman kepada Allah, maka segeralah menjauhi Qorun. Dan kau Qorun, segeralah bertobat kepada Allah jika kau ingin terbebas dari siksaan-Nya.” Qorun tertawa mengejek, ia menolak bertobat kepada Allah. Sebagian besar Bani Israel telah menjauh dari Qorun, hanya beberapa orang saja yang enggan menjauh. Nabi Musa as segera memberi perintah kepada bumi. “Hai, bumi, telanlah Qorun!” perintah nabi Musa as kepada bumi. Tiba-tiba bumi membelah dan segera menelan tubuh Qorun dan para pengikutnya sampai batas lutut. “Segeralah mohon ampun, Qorun. Sebelum Allah memberimu siksa.” kata nabi Musa as memperingatkan Qorun. “Tidak, aku tidak akan mohon ampun. Aku pasti bisa melepaskan diri dari sihirmu.” kata Qorun tegas. “Hai, bumi, telanlah Qorun!” perintah nabi Musa as kepada bumi.

Maka seketika itu pula seluruh tubuh Qorun dan para pengikutnya ditelan bumi. Mereka tewas. Khawatir terhadap fitnah, karena sebagian Bani Israel berbisik-bisik bahwa nabi Musa as menghukum Qorun karena berniat hendak memiliki seluruh harta kekayaan Qorun, maka nabi Musa as segera memerintahkan bumi agar menelan seluruh harta Qorun. Dengan demikian beliau telah terbebas dari fitnah yang hendak dilontarkan orang-orang yang ingkar kepada Allah.

Kisah ini diabadikan Al Qur'an dalam surat Al Qoshosh ayat 81. Begitulah balasan orang yang sombong dengan kekayaannya..

 Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (QS  28:81)
Danau Qorun

Danau di dekat gudang2 kekayaan qorun menjadi tambah lebar dan luas, akibat terbelahnya bumi tadi, maka terkenallah sekarang dengan sebutan Danau Qorun.



        
Danau Qorun sekarang berada pada 45 meter dibawah permukaan laut dan mempunyai panjang sekitar 42 km, dan lebar 9 km dengan kedalaman maksimumnya diatas 8 meter. Pernah dikabarkan ada peneliti yang menyelam ke dalam danau ini, dan melihat ada retakan yang sangat lebar, bekas terjadinya gempa yang sangat hebat.


 

Semoga kita tidak menjadi Qorun – qorun yang baru…ketika diberi harta oleh Allah lakukan hak Kewajiban atas Harta itu sesuai dengan amanat yang Allah SWT berikan.. Amiin


Wallahu 'alam bissawab..



 HARTA PARA FIRAUN


Ketika Howard Carter menemukan makam Tutankhamen di Mesir Lembah Para Raja pada 1922, ia terpesona oleh kemegahan artefak dan harta yg dibawa oleh raja muda itu untuk hidup di akhirat. Melekat pada ruang pemakaman terdapat begitu banyak perhiasan dan artefak lain yang butuh sepuluh tahun untuk meng katalog kan nya.

Namun, ketika ruang pemakaman firaun2 yg lainnya digali, di akhir abad 19, ruang harta mereka hampir kosong. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pencuri makam telah selama berabad-abad telah menjarah makam2 firaun tersebut, tetapi skala pencurian yang diperlukan untuk membersihkan makam raja-raja di luar kemampuan para penjahat itu. Jadi, di mana kekayaan besar dari firaun2 yg dimakamkan di Lembah Para Raja?

Beberapa ahli percaya bahwa harta tersebut digunakan oleh para imam yang melakukan pemakaman kembali di Lembah Para Raja pada periode akhir 20 dan awal 21 dinasti Mesir(425-343 SM). Firaun2 selanjutnya tidak menolak untuk menggunakan kembali kemegahan pemakaman nenek moyang mereka, jadi ini mungkin telah dilakukan dengan undang2 resmi.

salah seorang firaun, Herihor, telah menjadi fokus perhatian khusus. Herihor adalah seorang pejabat pengadilan tinggi selama pemerintahan Ramses XI. Setelah kematiannya Ramses ', Herihor merebut takhta, membagi kerajaan dengan menantunya, Piankh. Herihor menempatkan dirinya bertanggung jawab atas semua proses reburial di Lembah para Raja, yang memberinya banyak kesempatan untuk mencuri dalam skala besar.

Makamnya tidak pernah ditemukan. Jika nanti makamnya ditemukan, banyak ahli percaya bahwa harta yang hilang dari banyak firaun Mesir disimpan disana dan saking banyaknya harta itu, dipercaya bhw kilaunya akan seterang cahaya siang.



 RUANG AMBER



Digambarkan sebagai keajaiban dunia kedelapan oleh orang-orang yang melihatnya,

Ruang Amber adalah harta yang hilang dan yang paling unik dalam sejarah. Ini adalah ruang 11-kaki-persegi yang terdiri dari panel dinding besar dihiasi dengan beberapa ton ambar terlah dirancang, cermin-daun emas bermata besar, dan empat mosaik Florentine yang megah. Diatur dalam tiga tingkatan, ruang amber ini dihuni oleh permata2 berharga, dan disimpan dalam kaca sebagai salah satu koleksi paling berharga dari karya seni Prusia dan Rusia yg pernah dibuat.

Dibuat oleh Prusia, Raja Friedrich dan diberikan kepada tsar Rusia Peter Agung pada 1716, terletak di Catherine Palace, dekat St Petersburg. Hari ini, Ruang Amber berharga lebih dari $ 142 juta.

Ketika Adolf Hitler menyerang Rusia, penjaga Ruang Amber panik. Mereka mencoba memindahkannya, tapi ambar mulai runtuh, sehingga mereka berusaha menutupinya dengan wallpaper. Mereka tidak berhasil dan saat Nazi menyerbu Leningrad (sebelumnya disebut St Petersburg) pada bulan Oktober 1941, mereka memindahkannya ke puri/kastil Königsberg selama beberapa tahun sampai perang berakhir. Namun, ketika Königsberg direbut kembali April 1945, harta termashur itu tidak bisa ditemukan. Ruang Amber tidak pernah terlihat lagi. Apakah Soviet tanpa sadar menghancurkan harta mereka sendiri dengan bom? Apakah itu tersembunyi di sebuah bunker bawah tanah sekarang hilang di luar kota? Atau hancur ketika puri Königsberg terbakar tak lama setelah kota itu menyerah?

Kita mungkin tidak akan pernah tahu pasti. Tapi untungnya untuk pecinta kemewahan, Ruang Amber telah susah payah diciptakan kembali dan dipajang diIstana Catherine.






HARTA RAMPASAN BLACKBEARD


Bajak laut Blackbeard terkenal itu hanya menghabiskan sekitar dua tahun (1716-1718) menjarah laut lepas. Dalam waktu itu, bagaimanapun, dia telah mengumpulkan harta rampasan yg sangat banyak. Sementara Spanyol sibuk mendapatkan semua emas dan perak mereka ambil dari Meksiko dan Amerika Selatan, Blackbeard dan teman-temannya menunggu dengan sabar, lalu menjarah kapal2 spanyol yg sarat dengan emas dan barang2 berharga lainnya, saat mereka berlayar kembali ke Spanyol.

Blackbeard mengembangkan reputasi menakutkan sebagai bajak laut yg kejam dan ganas. "pemerintahan" teror-Nya berpusat di sekitar Hindia Barat dan pantai Atlantik Amerika Utara, dengan markas di Bahama dan North Carolina. akhir Nya pada bulan November 1718, ketika Letnan Inggris,Robert Maynard datang menyerbu para bajak laut dan memenggal kepalanya lalu menggantungnya di ujung kapal layaknya sebuah tropi yg mengerikan.

Tapi apa yang terjadi dengan harta yang sangat banyak yang telah dikumpulkan Blackbeard? Dia mengakui menguburnya tapi tdk pernah mengatakan lokasinya. Namun hal itu tidak membuat berhenti para pemburu harta yang tak terhitung banyaknya untuk berusaha menemukan harta yg dikubur blackbeard.

kapal Blackbeard yang tenggelam, Queen Anne's Revenge, diyakini telah ditemukan dekat Beaufort, North Carolina, pada tahun 1996, tetapi harta itu tidak ada disana. Kemungkinan lokasi penyimpanan harta blackbeard mencakup Kepulauan Karibia, Virginia Chesapeake Bay, dan gua-gua di Kepulauan Cayman.







Harta Lima

Pada tahun 1820, Lima, Peru, berada di tepi pemberontakan. Sebagai tindakan pencegahan, raja muda Lima memutuskan untuk mengangkut kekayaan luar biasa di kota itu ke Meksiko untuk diamankan. Harta itu termasuk batu permata, lilin, dan dua patung seukuran manusia, Maria memegang bayi Yesus, yg terbuat dari emas murni. Secara keseluruhan, harta tersebut diangkut dengan 11 kapal dan nilainya sekitar $ 60 juta.

Kapten William Thompson, komandan kapal Mary Dear, ditugaskan mengangkutnya ke Meksiko. Tapi sayangnya tdk ada yg menyelidiki latar belakang kapten Thompson yg sebenarnya adalah seorang bajak laut. Setelah kapal berlayar, kapten Thompson memotong leher para penjaga harta kerajaan Peru dan melemparkan tubuh mereka ke laut.

Thompson menuju Kepulauan Cocos, di Samudera India, di mana ia dan anak buahnya diduga mengubur harta karun itu. Mereka kemudian memutuskan untuk berpisah dan bersembunyi sampai situasi sudah tenang, pada saat itu mereka akan bertemu lagi untuk membagi-bagi harta yg mereka kubur tsb.

Namun kapal Dear Mary tertangkap, dan semua awaknya diadili karena pembajakan. Semuanya akhirnya dihukum gantung kecuali Thompson dan seorang temannya. Dua orang itu diberi kesempatan untuk menunjukkan tempat mereka menguburkan/menyimpan harta yg mereka rampas tersebut kepada Spanyol. Thompson dan temannya membawa aparat Spanyol menuju kepulauan Cocos dan disana mereka berdua berhasil melarikan diri ke hutan, dan sejak saat itu Thomson dan temannya tdk pernah terlihat lagi.

Sampai saat ini lebih dari 300 ekspedisi telah mencoba - dan gagal - untuk mencari harta Lima. Teori terbaru adalah harta itu yang tidak dikuburkan di Kepulauan Cocos, melainkan di sebuah pulau tak dikenal di lepas pantai Amerika Tengah.








HARTA MONTEZUMA & TENOCHTITLAN

Kedatangan Spanyol ke kerajaan Aztec di Meksiko adalah pada tanggal 1 Juli 1520. Setelah melukai raja Montezuma, Hernando Cortés dan orang-orangnya dikepung oleh prajurit Aztec yg marah di ibu kota Tenochtitlan.

Setelah beberapa hari pertempuran sengit, Cortés memerintahkan orang-orangnya untuk mengemas harta Montezuma yg sangat banyak dalam persiapan untuk melarikan diri pada malam hari, tapi mereka tidak pergi jauh sebelum Aztec mennyerang mereka. Kekacauan ini digambarkan dengan penuhnya Danau Tezcuco (danau yg mengelilingi Tenochtitlan) dengan mayat tentara Spanyol dan harta dicuri dari Montezuma.

Tentara spanyol yg selamat melarikan diri dengan membuang rampasan itu yg terdiri dari emas dan perak yang tak terhitung jumlahnya, bersama dengan sejumlah besar perhiasan permata.

Tepat satu tahun kemudian, Cortés dan tentara spanyol kembali lagi untuk membalas kekalahan mereka, dan merebut kembali harta montezuma yg gagal mereka curi. Ketika penduduk Tenochtitlan mendapat berita bahwa penjajah mendekat, mereka menguburkan sisa-sisa harta karun kota di sekitar Danau Tezcuco untuk mencegahnya jatuh ketangan Spanyol yg gila emas dan harta.

Saat ini, semua harta karun tersembunyi hampir lima abad di bawah luasnya lumpur dan rawa di pinggiran Mexico City, inkarnasi modern Tenochtitlan. Generasi pencari harta karun telah mencari harta yang hilang tersebut tanpa keberhasilan. Seorang mantan presiden Meksiko bahkan memiliki pengeruk danau yg besar, tapi harta itu tetap tidak ditemukan.



Itulah sebagian legenda yang berasal dari sejarah harta-harta yang hilang dan belum diketemukan (atau masih dirahasiakan) sampai saat ini ....



Wallahualam
»»  READMORE...

Wadi Hitan - Lembah Paus

Padang pasir Mesir berisi beberapa situs paleontologi yang terawetkan terbaik di dunia, salah satunya adalah Wadi al-Hitan atau Lembah Paus. Lembah terpencil ini berlokasi di Gurun Barat, sekitar 150 km barat daya Kairo, berisi koleksi berharga dari fosil-fosil dan tulang-tulang dari hewan yang sekarang sudah punah, subordo paus, yang disebut Archaeoceti.



Fosil-fosil ini menjelaskan salah satu misteri terbesar dari evolusi ikan paus: munculnya paus sebagai mamalia laut- berawal dari kehidupan sebelumnya sebagai hewan darat. Wadi Al-Hitan adalah situs yang paling penting di dunia untuk demonstrasi tahap evolusi. Ini menggambarkan dengan jelas bentuk dan kehidupan ikan paus tersebut selama masa transisi mereka. Tidak ada tempat lain di dunia yang menghasilkan jumlah, konsentrasi dan kualitas fosil tersebut, demikian juga aksesibilitas dan pengaturan mereka yang berada dalam lanskap yang menarik dan dilindungi.


Fosil dari Wadi Al-Hitan yang bertanggal kembali ke 50 juta tahun, menunjukkan Archaeoceti termuda, pada tahap terakhir dari evolusi dari hewan darat ke laut. Mereka sudah menampilkan bentuk tubuh streamline khas paus modern, sementara mempertahankan aspek-aspek tertentu dari struktur primitif tengkorak dan gigi, serta kaki belakang. Banyak kerangka ikan paus dalam kondisi baik karena mereka telah terawat dengan baik di formasi batuan. Kerangka semi-lengkap ditemukan di lembah dan dalam beberapa kasus bahkan isi perut juga terawetkan. Fosil hewan purba lainnya seperti hiu, buaya, hiu todak, kura-kura dan pari juga ditemukan di Wadi al-Hitan memungkinkan untuk merekonstruksi lingkungan dan kondisi ekologis waktu itu.

Ada bukti yang cukup yang menunjukkan bahwa cekungan Wadi Hitan terendam air sekitar 40 sampai 50 juta tahun yang lalu. Pada saat itu, yang disebut Tethys Sea mencapai jauh ke selatan laut Mediterania sekarang. Tethys Sea diasumsikan telah mundur ke utara dan selama bertahun-tahun sedimen tebal dari batu pasir dan batu kapur yang diendapkan terlihat dalam formasi batuan di Wadi Hitan.

Studi geologi telah dilakukan di daerah itu sejak 1800-an, dan fosil kerangka pertama ditemukan sekitar tahun 1830 tetapi tidak pernah dikumpulkan karena aksesibilitas ke situs yang sulit pada waktu itu. Pada awalnya, fosil kerangka tersebut dikira adalah kerangka reptil laut yang besar. Barulah kemudian pada tahun 1902, fosil tersebut diidentifikasi sebagai paus kuno. Selama 80 tahun berikutnya fosil-fosil yang ditemukan di sini hanya menarik relatif sedikit peneliti, sebagian besar disebabkan oleh sulitnya mencapai daerah tersebut. Pada tahun 1980-an minat pada situs dilanjutkan karena kendaraan four wheel drive sudah banyak tersedia.


Wadi Al-Hitan, sekarang menjadi situs Warisan Dunia Unesco, dikunjungi oleh hanya 1.000 orang setiap tahun.








»»  READMORE...

Kaum Tsamud, Bangsa yang Dimusnahkan oleh Allah

“Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman itu. Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu, benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.” (QS. Al Qamar, 54: 23-26)




Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, kaum Tsamud menolak peringatan-peringatan dari Allah sebagaimana dilakukan kaum ‘Ad, dan sebagai konsekuensinya mereka pun dihancurkan. Kini, dari hasil studi arkeologi dan sejarah, banyak hal yang tidak diketahui sebelumnya telah ditemukan, misalnya lokasi tempat tinggal kaum Tsamud, rumah-rumah yang mereka buat, dan gaya hidup mereka. Kaum Tsamud yang disebutkan dalam Al Quran merupakan fakta sejarah yang dibenarkan oleh banyak temuan arkeologis saat ini.


Temuan Arkeologis dari Kaum Tsamud

Dari berbagai kaum yang disebutkan dalam Al Quran, Tsamud adalah kaum yang saat ini telah banyak diketahui keberadaannya. Sumber-sumber sejarah mengungkapkan bahwa sekelompok orang yang disebut dengan kaum Tsamud benar-benar pernah ada.

Penduduk Al Hijr yang disebutkan dalam Al Quran diperkirakan adalah orang-orang yang sama dengan kaum Tsamud. Nama lain dari Tsamud adalah Ashab Al Hijr. Jadi kata “Tsamud” merupakan nama kaum, sementara kota Al Hijr adalah salah satu dari beberapa kota yang dibangun oleh kaum tersebut.

Ahli geografi Yunani, Pliny sepakat dengan ini. Pliny menulis bahwa Domatha dan Hegra adalah lokasi tempat kaum Tsamud berada, dan kota Al Hegra inilah yang menjadi kota Al Hijr saat ini.

Sumber tertua yang diketahui berkaitan dengan kaum Tsamud adalah tarikh kemenangan Raja Babilonia Sargon II (abad ke-8 SM) yang mengalahkan kaum ini dalam sebuah pertempuran di Arabia Selatan. Bangsa Yunani juga menyebut kaum ini sebagai “Tamudaei”, yakni, “Tsamud”, dalam tulisan Aristoteles, Ptolemeus, dan Pliny.30 Sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, sekitar tahun 400-600 M , mereka benar-benar punah.


Dalam Al Quran, kaum ‘Ad dan Tsamud selalu disebutkan bersama-an. Lebih jauh lagi, ayat-ayat tersebut menasihati kaum Tsamud untuk mengambil pelajaran dari penghancuran kaum ‘Ad. Ini menunjukkan bahwa kaum Tsamud memiliki informasi detail tentang kaum ‘Ad.

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shalih. Ia berkata; ”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, maka kamu ditimpa siksaan yang pedih.

Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Ad dan memberi-kan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan jangan-lah kamu merajalela di muka bu-mi membuat kerusakan.”
(QS. Al A’raaf, 7: 73-74)

Sebagaimana dapat dipahami dari ayat ini, terdapat hubungan antara kaum ‘Ad dan kaum Tsamud, bahkan mungkin kaum ‘Ad pernah menjadi bagian dari sejarah dan budaya kaum Tsamud. Nabi Shalih memerintahkan untuk mengingat kejadian kaum ‘Ad dan mengambil peringatan dari mereka.


Kaum ‘Ad ditunjukkan kepada contoh dari kaum Nabi Nuh yang per-nah hidup sebelum mereka. Sebagaimana kaum ‘Ad mempunyai kaitan penting untuk sejarah kaum Tsamud, kaum Nabi Nuh juga mempunyai kaitan penting untuk sejarah kaum 'Ad. Kaum-kaum ini saling mengenal dan kemungkinan berasal dari garis keturunan yang sama.

Dari sini dapat disusun urutan kejadian yang diceritakan dalam Al Quran. Jika kita perkirakan kaum Tsamud muncul di abad 8 SM, maka dapat ditarik sebuah kronologi. Yang terlebih dahulu dihancurkan setelah kaum Nuh adalah kaum Luth, kemudian dalam masa Nabi Musa terjadi penenggelaman Fir'aun (kemungkinan besar Ramses II) dan tentaranya di Laut Merah. Berikutnya adalah dikirimkannya angin badai yang menghancurkan kaum ‘Ad dan terakhir adalah penghancuran ka-um Tsamud. Hukuman terhadap kaum Nabi Nuh adalah yang pertama terjadi. Bila urut-urutan ini dapat dipertimbangkan, maka tabelnya adalah sebagai berikut :

1. Nuh as.
2. Luth as. ==> sejaman dengan Ibrahim as. ~ sekitar 3000-2500SM
Setelah  beberapa rasul yg disebut di Quran, kemudian
3. Musa as. ==> sejaman dengan nabi Syuaib as. ~ sekitar 1500-1300SM
4. Huud as. kaumnya adalah kaum 'Ad
5..Shaleh as. kaumnya adalah Tsamud ~ sekitar 600-400SM

Tentu saja dalam hal tahun tidak bisa dikatakan dengan sangat tepat, namun urutannya sudah sesuai, baik menurut penggambaran dalam Al Quran dan data-data sejarah.

Kita telah menyebutkan bahwa Al Quran menceritakan tentang ada-nya hubungan antara kaum ‘Ad dan Tsamud. Kaum Tsamud diingatkan untuk mengingat kejadian kaum ‘Ad serta mengambil pelajaran dari penghancuran mereka. Meskipun secara geografis kaum ‘Ad dan Tsa-mud sangat berjauhan dan sepertinya tidak berhubungan, namun dalam ayat yang ditujukan kepada kaum Tsamud dikatakan untuk mengingat kaum ‘Ad.


Jawabannya muncul setelah penyelidikan singkat dari berbagai sumber, bahwa memang terdapat hubungan yang sangat kuat antara kaum Tsamud dan kaum ‘Ad. Kaum Tsamud mengenal kaum ‘Ad karena ke-dua kaum ini sepertinya berasal dari asal usul yang sama. Britannica Micropaedia menuliskan tentang orang-orang ini dalam sebuah tulisan berjudul “Tsamud”:

Di Arabia Kuno, suku atau kelompok suku tampaknya telah memiliki keunggulan sejak sekitar abad 4 SM sampai pertengahan awal abad 7 M. Meskipun kaum Tsamud mungkin berasal dari Arabia Selatan, sekelompok besar tampaknya pindah ke utara pada masa-masa awal, secara tradisional berdiam di lereng gunung (jabal) Athlab. Penelitian arkeologi terakhir mengungkapkan sejumlah besar tulisan dan gambar-gambar batu tentang kaum Tsamud, tidak hanya di Jabal Athlab, tetapi juga di seluruh Arabia Tengah.

Tulisan yang secara grafis mirip dengan abjad Smaitis (yang disebut Tsamudis) telah diketemukan mulai dari Arabia Selatan hingga ke Hijaz. Tulisan itu, yang pertama ditemukan di daerah Utara Yaman Tengah yang dikenal sebagai Tsamud, dibawa ke Utara dekat Rub’al Khali, ke selatan dekat Hadhramaut serta ke Barat dekat Shabwah.

Sebelumnya kita telah memahami bahwa kaum ‘Ad adalah sekelompok orang yang hidup di Arabia Selatan. Ada kenyataan penting bahwa banyak peninggalan kaum Tsamud ditemukan di daerah tempat kaum ‘Ad pernah hidup, khususnya sekitar bangsa Hadhram, anak cucu ‘Ad, mendirikan ibu kotanya. Keadaan ini menjelaskan hubungan kaum ‘Ad dan Tsamud yang disebutkan dalam Al Quran. Hubungan tersebut diterangkan dalam perkataan Nabi Shalih ketika mengatakan bahwa kaum Tsamud datang untuk menggantikan kaum ‘Ad :

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shalih. Ia berkata; ”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain-Nya..... Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi.” (QS. Al A’raaf, 7: 73-74) 

Singkatnya, kaum Tsamud telah mendapat ganjaran atas pembangkangan terhadap nabi mereka, dan dihancurkan. Bangunan-bangunan yang telah mereka bangun dan karya seni yang telah mereka buat tidak dapat melindungi mereka dari azab. Kaum Tsamud dihancurkan dengan azab yang mengerikan seperti halnya umat-umat lainnya yang mengingkari kebenaran, yang terdahulu maupun yang terkemudian.


Setelah kaum Tsamud binasa, maka daerah Al Hijr atau Hegra ini dikuasai oleh bangsa nabatean. Nabatean inilah yang membangun Petra, sebuah sister city dari Hegra yang terletak di wadi Ruum Jordania.

Pada kedua kota ini, dapat dilihat berbagai contoh terbaik karya pahat batu kaum kaum ini. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, keunggulan kaum Tsamud adalah dalam pertukangan.


Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (QS. Al A'raaf, 7: 74)




Kisah Nabi Shaleh dan Kaum Tsamud 

“Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman itu. Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu, benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.” (QS. Al Qamar, 54: 23-26)

Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran, kaum Tsamud menolak peringatan-peringatan dari Allah sebagaimana dilakukan kaum ‘Ad, dan sebagai konsekuensinya mereka pun dihancurkan. Kini, dari hasil studi arkeologi dan sejarah, banyak hal yang tidak diketahui sebelumnya telah ditemukan, misalnya lokasi tempat tinggal kaum Tsamud, rumah-rumah yang mereka buat, dan gaya hidup mereka. Kaum Tsamud yang disebutkan dalam Al Quran merupakan fakta sejarah yang dibenarkan oleh banyak temuan arkeologis saat ini.


Oleh karena itu sangatlah bermanfaat untuk mempelajari cerita di dalam Al Quran serta mengamati pertarungan kaum ini dengan nabi mereka. Karena Al Quran adalah kitab yang diperuntukkan untuk sepanjang massa, pengingkaran kaum Tsamud atas peringatan-per-ingatan yang datang kepada mereka adalah sebuah peristiwa yang merupakan sebuah peringatan kepada semua orang di sepanjang masa.

Penyampaian Risalah Nabi Shalih
Di dalam Al Quran disebutkan bahwa Nabi Shalih diutus untuk memperingatkan mereka. Shalih adalah orang yang terpandang di ka-langan masyarakat Tsamud. Kaumnya, yang tidak menduga ia akan mengumumkan agama kebenaran, terkejut dengan seruannya untuk me-ninggalkan penyimpangan mereka. Reaksi pertama adalah menghujat dan mengutuknya:

“Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shalih. Shalih berkata: ”Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amatlah dekat (Rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya). Kaum Tsamud berka-ta: ”Hai Shalih, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami un-tuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Dan se-sungguhnya kamu betul-betul berada dalam keraguan yang mengge-lisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami.” (QS. Huud, 11: 61-62)

Segolongan kecil kaum Tsamud memenuhi panggilan Nabi Shalih, namun kebanyakan mereka tidak menerima apa yang dikatakannya. Para pemimpin kaum tersebut, khususnya, menolak dan menentang Shalih. Mereka mencoba menghalang-halangi dan menekan kaum yang beriman kepada Nabi Shalih. Mereka sangat murka kepada Shalih, karena ia mengajak mereka menyembah Allah. Kemarahan ini tidak khusus hanya pada kaum Tsamud; mereka hanya mengulangi kesalahan yang dibuat kaum Nuh dan kaum ‘Ad yang hidup sebelum mereka. Karena itulah Al Quran menyebutkan ketiga kaum ini sebagai berikut:

“Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (ya-itu) kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang kepada me-reka rasul-rasul (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka me-nutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian) dan berkata: ”Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyam-paikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya”. (QS. Ibrahim, 14: 9)

Tanpa mengindahkan peringatan-peringatan Nabi Shalih, orang-orang membiarkan kesangsian menguasai mereka. Namun masih ada sekelompok kecil yang percaya terhadap kenabian Shalih dan merekalah orang-orang yang diselamatkan bersamanya ketika bencana besar da-tang. Para pemuka masyarakat tersebut berupaya menekan kelompok yang mempercayai Shalih:

“Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah ber-iman di antara mereka: “Tahukah kamu bahwa Shalih diutus (menja-di rasul) oleh Tuhannya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu yang Shalih diutus untuk menyampaikan-nya”. Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: ”Sesungguh-nya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.” (QS. Al A'raaf, 7: 75-76)

Kaum Tsamud terus menyangsikan Allah dan kenabian Shalih. Lebih jauh, kelompok tertentu secara terang-terangan menyangkalnya. Seke-lompok di antara mereka yang menolak keimanan — menurut dugaan, dengan nama Allah — merencanakan untuk membunuh Shalih:

‘Mereka menjawab; “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang bersama kamu”. Shalih berkata: “Nasib-mu ada pada sisi Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi ka-mu yang diuji”. Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaik-an. Mereka berkata: “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bah-wa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba ber-sama keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”. Dan mereka pun merencanakan makar dengan sesungguh-sungguhnya dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menya-dari.” (QS. An-Naml, 27: 47-50)

Untuk mengetahui apakah kaumnya akan mematuhi perintah Allah atau tidak, Shalih menunjukkan kepada mereka seekor unta betina sebagai ujian. Untuk mengetahui apakah mereka akan mematuhinya atau tidak, Shalih menyuruh kaumnya untuk berbagi air dengan unta betina tersebut dan tidak menyakitinya. Kaumnya menjawab dengan membunuh unta betina tersebut. Dalam surat Asy-Syu’araa’ kejadian tersebut disebutkan sebagai berikut:

“Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul.

Ketika saudara mereka Shalih, berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?

Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air,

dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.

Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan ru-mah-rumah dengan rajin;

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;

dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas,

yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan”.

Mereka berkata: ”Sesungguhnya kamu adalah seorang dari orang-orang yang terkena sihir;

kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar”.

Shalih menjawab: ”Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran un-tuk mendapatkan air dan kamu mempunyai giliran pula untuk men-dapatkan air di hari tertentu.

Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu keja-hatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.

Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menyesal, maka me-reka ditimpakan azab.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.”
(QS. Asy-Syu’araa’ , 26: 141-158)

Batu Gajah

Perjuangan Nabi Shalih terhadap kaumnya dikisahkan sebagai berikut:

“Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu).

Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti saja, se-orang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begi-tu, benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.“

Kelak mereka akan mengetahui siapakah sebenarnya yang amat pen-dusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mere-ka dan bersabarlah.

Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya gilirannya).

Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya.”

(QS. Al Qamar, 54: 23-29)
Kenyataan bahwa mereka tidak dilaknat pada saat itu juga, semakin meningkatkan keangkaramurkaan kaum ini. Mereka menyerang Shalih, mengkritik, dan menuduhnya sebagai pendusta :

“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: ”Wahai Sha-lih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).” (QS. Al A'raaf, 7: 77)
Allah melemahkan rencana dan tipu daya mereka, dan menyelamat-kan Shalih dari tangan-tangan yang ingin mencelakakannya. Setelah ke-jadian ini, karena Shalih merasa telah menyampaikan seruan kepada kaumnya dengan berbagai cara, dan tetap tak ada seorang pun yang mengindahkan nasihatnya, Shalih berkata kepada kaumnya bahwa mereka akan dihancurkan dalam waktu tiga hari:

“Mereka membunuh unta itu, maka berkatalah Shalih: ”Bersukaria kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (QS. Huud, 11: 65)
Begitulah, tiga hari kemudian ancaman Shalih menjadi kenyataan dan kaum Tsamud dihancurkan.

“Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaan bagi kaum Tsamud.” 
(QS. Huud, 11: 67-68)






Maha Benar Allah
 
 
»»  READMORE...

Kota Kuno "Petra" Di Jordania Yang Menyimpan Misteri



Petra merupakan salah satu peninggalan kota kuno hilang yang terindah di dunia. Memiliki ciri yang menonjolkan arsitektur batuan-batuan yang mempesona. Diukir dari batuan pegunungan di sekitarnya yang di eksploitasi sejak pada abad 18.



Terletak di tengah-tengah ngarai, pada lokasi padang gurun yang lembab, Petra dulunya pernah menjadi kota pusat perdagangan, sekaligus ibukota dari Kerajaan Nabatean. Orang-orang Nabatea berasal dari Arab bagian Barat Laut. Mereka tinggal di wilayah Yordania, tetapi berpindah-pindah sampai membentuk kerajaan di abad 312 SM.




Saat Roma menyerang dan menduduki kota itu pada 106 M, keruntuhan Petra pun dimulai. Serangkaian gempa bumi yang melanda, serta munculnya jalur-jalur perdagangan baru, memaksa Petra mencapai titik nadir di masa Kekaisaran Byzantine pada sekitar pertengahan abad 700 M.




Kemudian kota dibiarkan kosong dan terbengkalai selama beberapa abad lamanya. Reruntuhan kota yang terkubur di bawah tanah, akhirnya ditemukan oleh seorang wisatawan Eropa yang menyamar dalam pakaian Beduin (Badui), untuk berbaur masuk ke dalam masyarakat lokal pada awal tahun 1800.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR4vzigMe1-vaPhWOj17Xg4aWxe9XGjUtHvm6pqjaxRP3W1ToOVbyoptTxZIywly1KtSitFB7L7eLXaGIsqxfsLv63t2ebIB7KhTIQSQMK4y1kE8BcH8P-baYrKPlsBm7AB9N56oeBM84/s1600/Jordan_-Petra_1403420i.jpg


Di tahun 1985, UNESCO mendeklarasikan Taman Arkeologi Petra sebagai situs World Heritage. Dan pada tahun 2007, ia kemudian dinobatkan sebagai salah satu keajaiban yang ada di dunia. Tidak perlu merasa heran, sebab Petra memang sangat spektakuler.




Di Petra, terdapat amat banyak bangunan religius, semacam kuil, biara, makam, atau tempat pengorbanan. Semua bangunan tersusun dari batu pasir nan kokoh, dengan perpaduan arsitektur Timur Tengah dan Arab. Keindahan situs-situs sejarah ini memang sungguh luar biasa.


http://farm1.static.flickr.com/204/463340503_bd9cb85f0b.jpg


Alkisah, suku Nabatea memang hebat dalam hal arsitektur tata kota. Kemampuan mereka juga menghasilkan inovasi-inovasi dalam sistem irigasi, transportasi, dan penyimpanan. Namun hingga saat ini, pengetahuan tentang suku Nabatea tergolong masih sedikit dan belum lengkap.




Begitu pula mengenai Petra sendiri. "Baru lima belas persen dari kota yang sudah berhasil kami temukan, di bawah permukaan masih terdapat 85 persen sisanya, dan itu tak tersentuh," ungkap Zeidoun Al-Muheisen, seorang arkeolog Jordan's Yamouk University.


http://www.traveladventures.org/continents/asia/images/petra07.jpg


Bagaimana pun, para ahli arkeologi dan kepurbakalaan berpendapat, bahwa mendalami penggalian misteri kota yang hilang ini juga akan membawa kepada jawaban atas sejarah dan peradaban suku Nabatea, yang sejauh ini diyakini berperan penting memegang kontrol luas di area Yordania sampai ke Jazirah Arab.




Berikut adalah dekorasi mosaik pada lantai yang berada di kota Petra :


http://farm1.static.flickr.com/109/252563727_04a4c5fde8.jpg?v=0


http://farm1.static.flickr.com/90/252563712_362b6fa1e1.jpg?v=0


http://farm1.static.flickr.com/124/333823510_abfcc17665.jpg?v=0


http://farm1.static.flickr.com/132/333823693_f374e20324.jpg?v=0


http://farm1.static.flickr.com/146/333822457_da941ec9c4.jpg?v=0


http://farm1.static.flickr.com/46/186931129_5e1d7e4f08.jpg?v=0


Jika Anda sedang ingin berlibur, kota ini merupakan salah satu yang mungkin dapat menjadi pilihan liburan Anda. Karena Anda akan disajikan oleh keindahan sebuah kota kuno hilang yang terindah di dunia.

»»  READMORE...

Kota Petra, Keajaiban Dunia yang Sempat Hilang Hampir 500 Tahun

Sempat hilang selama hampir 500 tahun dari peradaban manusia, kemunculan kembali Kota Petra di Yordania Selatan, telah menyedot perhatian dunia. Masih ada misteri yang belum terungkap dari kota yang hilang bersamaan dengan berakhirnya Perang Salib pada abad ke-12 Masehi ini.
"Baru lima belas persen dari Kota Petra yang sudah berhasil kita temukan, di bawah permukaan masih terdapat 85 persen sisanya, tak tersentuh," ungkap Zeidoun Al-Muheisen, seorang arkeolog dari Jordan's Yamouk University seperti dilansir National Geographic.

Para ahli arkeologi dan kepurbakalaan berpendapat bahwa mendalami penggalian misteri kota yang terletak di dataran rendah dan diapit oleh gunung-gunung yang membentuk sayap ini, akan membawa kepada jawaban atas sejarah dan peradaban Suku Nabatea, yang sejauh ini diyakini berperan penting memegang kontrol luas di area Yordania sampai ke Jazirah Arab. Suku Nabatean berasal dari Arab bagian Barat Laut. Mereka tinggal di wilayah Yordania tetapi berpindah-pindah sampai membentuk kerajaan tahun 312 SM.

Petra yang dalam bahasa Yunani berarti batu dan dalam bahasa Arab disebut al-Bitra. didirikan enam tahun Sebelum Masehi oleh Raja Aretas IV. Kota unik yang didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter ini, merupakan Ibu Kota Kerajaan Nabatean. Kota yang aman dari bencana alam seperti badai pasir ini, sekaligus menjadi pusat perdagangan yang sangat ramai karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah.

Kota Pertra mempunyai sistem pengairan yang luar biasa rumit. Saat itu, Suku Nabatean yang menempati kota ini, sudah mempunyai peradaban teknologi hidrolik untuk mengangkat air. Untuk memenuhi kebutuhan air penduduknya, di kota itu terdapat terowongan dan bilik air untuk menyalurkan air bersih ke kota. Selain itu, Suku Nabatean sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih, yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.

Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean turut berkecimpung dalam perdagangan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia.
Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur. Letaknya yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing, membuat suku Nabatean memutuskan di kota batu itu.
Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa. Puluhan ribu orang tinggal di kota ini untuk berdagang maupun sekadar transit.


Awal keruntuhan
Pada tahun 106 Masehi, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Tak hanya itu, pendudukan oleh Romawi merupakan awal keruntuhan Petra, karena sejak itu serangkaian gempa bumi melanda kota ini. Selain itu, munculnya jalur-jalur perdagangan baru memaksa Petra mencapai titik nadir di masa Kekaisaran Byzantine pada sekitar pertengahan abad 7 M. Ketika sistem hidrolik dan beberapa bangunan utama yang menunjang kehidupan masyarakat di kota itu hancur menjadi puing, Petra ditinggalkan sampai akhirnya menghilang dari peta bumi dan tinggal menyisakan legenda selama berabad-abad.
Reruntuhan kota yang terkubur di bawah tanah ditemukan pada tahun 1812 oleh seorang petualang dari Swiss bernama Johann Ludwig Burchardt. Sang petualang sengaja menyamar menjadi orang Badui, karena suku inilah yang mengetahui keberadaan Kota Petra. Setelah penemuan itu, Kota Petra menjadi perhatian dan penelitian para arkeolog. Tahun 1985, UNESCO mendeklarasikan Taman Arkeologi Petra sebagai situs World Heritage. Kemudian pada Tahun 2007, situs bersejarah yang jaraknya sekitar 3-5 jam perjalanan dari Kota Amman, Yordania ini, dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia.

Tak mengherankan jika Petra menjadi salah satu keajaiban dunia karena kota ini memang sangat spektakuler. Di Petra terdapat amat banyak bangunan religius semacam kuil, biara, makam, atau tempat pengorbanan. Semua bangunan tersusun dari batu pasir nan kokoh, dengan perpaduan arsitektur Timur Tengah dan Arab. Suku Nabatean memang hebat dalam hal arsitektur tata kota. Kemampuan mereka juga menghasilkan inovasi-inovasi dalam sistem irigasi, transportasi, dan penyimpanan. Sayangnya, sampai sekarang informasi tentang suku ini masih sangat sedikit, seperti halnya Kota Petra.


Sejarah Islam

Kota Petra mempunyai kaitan dengan sejarah Islam, karena kota ini tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Memang dalam hadis tidak disebutkan langsung Kota Petra, namun yang disebuat adalah bangsa Arab kuno bernama Anbath Asy-Syam. Menurut kitab Al-Qamus al-Islami, Kota Petra merupakan peninggalan Anbath Asy-Syam, yaitu bangsa Arab kuno yang tinggal di antara Semenanjung Sinai dan Harun.
Kota Petra dikelilingi gunung-gunung, salah satunya Gunung Harun atau Jabal Harun atau Gunung Hor atau El-Barra yang memiliki ketinggian sekitar 1.350 meter di atas permukaan laut. Banyak yang meyakini, di puncak Jabal Harun itulah Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Konon, Rasulullah SAW pernah mengunjungi gunung itu bersama pamannya Abu Thalib, saat berdagang ke Syam (Suriah).
Tradisi Arab meyakini, Petra merupakan tempat Nabi Musa (Musa) memukul batu dengan tongkatnya hingga keluarlah air dari batu tersebut. Di kota itu juga terdapat nama tempat Wadi Musa untuk menyebut lembah sempit di wilayah itu. Pada abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di tempat itu dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Konon, Nabi Harun tiba di wilayah itu ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Firaun.
»»  READMORE...