Rabu, 04 Januari 2012

"Insya Allah" Kalimat yang Sering Disalahgunakan Namun Kedahsyatannya Sanggup Menjebol Tembok "Ya'juj & Ma'juj"

 

 
http://images.wikia.com/lotrfanon/images/1/15/Orcs_march_to_Minas_Ithil.jpg

Bangsa ini terkenal kuat, kejam, dan berjumlah banyak. Dan kelak, yang membebaskan mereka dari tembok kokoh Dzulqarnain adalah sebuah kalimat "Insya Allah". Bangsa ini dikenal dengan "Ya'juj Ma'juj", sebuah bangsa yang akan merusak di muka bumi ini nantinya.


Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh An-Nadhar bin Al-Harits dan 'Uqbah bin Ani Mu'ith sebagai utusan kaum kafir Quraisy. Pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang ini adalah bagaimana kisah Ashabul Kahfi? Bagaimana kisah Dzulqarnain? Dan apa yang dimaksud dengan Ruh?

Rasulullah SAW bersabda kepada dua orang itu, "Besok akan saya ceritakan dan saya jawab." Akan tetapi Rasulullah SAW lupa mengucapkan "Insya Allah". Akibatnya, wahyu yang datang setiap kali beliau menghadapi masalah pasti terputus selama 15 hari.

Sedangkan orang Quraisy setiap hari selalu menagih janji kepada Rasulullah SAW dan berkata "Mana ceritanya? Besok.. Besok.. Besok..". Ketika itu Rasulullah SAW sangat bersedih. Akhirnya, Allah menurunkan wahyu surat Al-Kahfi yang berisi jawaban kedua pertanyaan pertama, pertanyaan ketiga berada dalam surat Al-Israa ayat 85.

Allah berfirman pada akhir surat Al-Kahfii :
"Janganlah kamu sekali-kali mengatakan, 'Sesungguhnya saya akan melakukan hal ini besok,' kecuali dengan mengatakan Insya Allah."
(QS. Al-Kahfi : 23-24)



Sebuah kalimat yang sering kita salah artikan tetapi orang yang paling mulia disisiNya, yang telah diampuni dosanya, baik yang telah lalu dan yang akan datang pun ditegur oleh Allah SWT karena lupa mengucapkan "Insyaa Allah". Ada rahasia besar apa dibalik kalimat Insya Allah?

Perhatikan petikan ayat diatas, di ayat tersebut Allah memerintahkan manusia ketika semua rencana sudah matang dan pasti, janganlah mengatakan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” tetapi harus diikuti dengan ucapan Insya Allah.

Sebab ucapan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” adalah sebuah 'ucapan kepastian', keyakinan diri jika hal itu benar-benar akan dilakukannya, bukan keraguan-keraguannya.

Benar, Insya Allah adalah penegas ucapan kepastian dan keyakinan. Bukan keragu-raguan. Dari situlah tubuh kita mengeluarkan semacam kekuatan dan kepasrahan total yang tidak kita sadari sebagai syarat utama tercapainya sebuah keberhasilan.

Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan ‘pasti’, karena Allah sebagai sang pemilik tubuh ini dapat berkehendak lain.

Ingatlah baik-baik, jika kita tidak yakin atau tidak dapat memastikan sebuah rencana, maka jangan pernah mengatakan Insya Allah, cukup katakan saja “Maaf, saya tidak bisa” atau “Maaf, saya tidak dapat menghadiri…”

Tetapi, bila kita yakin bisa melakukan rencana itu, maka katakanlah “Insya Allah”, niscaya kita akan melihat sebuah ketentuan Allah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRSuk-5dVcT1mUJrRHrPJ2i5B2ywgS4recQaIqo--rg2KTZmTad&t=1

"Mereka (Ya'juj & Ma'juj) berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata, 'Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini.'"

"Namun keesokkan harinya, lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung, tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang."

"Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka tanpa sengaja berkata, 'Insya Allah, Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita bisa keluar dari sini.'"

"Maka keesokan paginya lubang kecil itu ternyata masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya."

"Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi."


Jika kaum perusak sekelas Ya'juj dan Ma'juj saja bisa berhasil meskipun tanpa sengaja mengucapkan kalimat Insya Allah, bagaimanakah halnya dengan kita. Apalagi jika disertai dengan kesadaran dan penuh kepastian dalam mengucapkannya. Yakinlah, bahwa janji Allah SWT selalu benar, Dia-lah sebaik-baik penepat janji.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Harmalah dari bibinya berkata : Rasulullah SAW bersabda :
"Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh, sehingga datanglah Ya'juj dan Ma'juj; yang lebar jidatnya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, wajahnya seperti martil."



Diatas ini adalah gambar bangsa Troll dalam cerita-cerita fiksi karangan orang Barat. Mungkinkah orang Barat sudah bisa membayangkan Ya'juj Ma'juj. Waallahu 'alam. Yang jelas mereka pasti lebih menakutkan dari gambar itu tentunya.

»»  READMORE...

Kaum Eta: Sisi Gelap Masyarakat Jepang


Jepang
merupakan salah satu negara termaju di dunia. Kerja keras dan semangat yang tinggi adalah bagian ciri khasnya. Namun, bukan berarti Jepang pun maju dalam segala hal. Masih ada soal diskriminasi yang mendarah daging di dalam aspek kehidupan masyarakatnya, hingga detik ini.


Meski hal tersebut tidaklah terlalu mencolok, akan tetapi pengkotakan terhadap suatu kaum yang dianggap tak layak tetap terasa kental, terutama dalam hal pernikahan dan pekerjaan, apalagi yang berada diluar wilayah Kansai.

Kaum Eta dalam masyarakat feodal Jepang adalah kaum yang menempati strata paling rendah dalam masyarakat. Bahkan, mereka dianggap tidak layak menempati salah satu kasta yang ada.

Pekerjaan kaum Eta, yaitu yang berkaitan dengan penyembelihan hewan, mengurus pemakaman, algojo, penyamakan kulit, merupakan pekerjaan umum dari kaum Eta.

Karena dalam agama Buddha dan Shinto (di Jepang) pekerjaan mereka termasuk dalam pekerjaan yang menjijikkan / rendahan. Maksudnya adalah pekerjaan, seperti menyembelih hewan, algojo sebaiknya harus dihindari, karena akan berakibat kurang baik bagi diri sendiri.

Eta secara harfiah berarti "orang-orang kotor / menjijikkan" (filthy mass, abundance of filth). Ini dikaitkan dengan pekerjaan mereka. Oleh karenanya, kaum Eta tidak boleh hidup bersama dengan "orang normal", dan harus tinggal di daerah terbuang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirUSPzdm9mYXte5zO35fZBD3oksZNXeglFweq1nB0mNGTUfl2MhBVaH7zJ38crQjtmRAPj8HTHYVdWKfNkiFtz16YkdecjQqfhFXn2YAQHN_n_KbovarL4NHL1BC2BE2ht02jHzv_Dkfcq/s400/eta+and+others.jpg

Hal-hal diskriminasi terhadap kaum Eta di Jepang, meliputi :
* Tidak boleh hidup berdampingan dengan kasta lain, tinggal di daerah buangan.

* Pekerjaan hanya urusan kematian, algojo, hewan sembelihan, penyamakan kulit. Positifnya, profesi-profesi ini menjadi monopoli kaum Eta, hingga banyak yang hidup berkecukupan dari pekerjaan tersebut.

* Tidak berhak memiliki sawah. Positifnya, karena pajak berdasar kepemilikan lahan pertanian (beras), maka kaum Eta bebas pajak.

* Tidak berhak beribadah di kuil yang umum. Hanya di kuil yang disediakan khusus untuk mereka.

* Penamaan dalam agama Buddha (Jepang), acapkali dengan kata binatang, rendah hati, hina, hamba, dan ekspresi menghina lainnya dalam huruf kanji.

* Bila berhadapan dengan golongan berkasta, harus sopan dan merendahkan diri. Pada tahun 1869 dikatakan nilai orang Eta adalah 1/7 orang umum di Jepang.

* Tidak boleh menikahi orang berkasta.

Selain kaum Eta, ada beberapa kaum buangan lainnya di Jepang, yaitu :

1. Kaum Hinin (bukan manusia)

Definisi hinin, serta status sosial mereka dan pekerjaan khas bervariasi dari waktu ke waktu, tetapi biasanya termasuk mantan narapidana dan gelandangan yang bekerja sebagai penjaga kota, pembersih jalan atau penghibur.

2. Kaum Kawaramono (kering, orang sungai)

Beberapa orang buangan juga disebut kawaramono (kering, orang sungai) karena mereka tinggal di sepanjang tepi sungai yang tidak bisa diubah menjadi sawah.

3. Kaum Burakumin (orang-orang pemukiman kecil)

Burakumin adalah sebutan untuk orang Jepang yang merupakan keturunan kaum terbuang, terutama Eta, Hinin, dan Kawaramono. Secara harfiah Burakumin berarti "Orang-orang pemukiman kecil", dimana hal ini merujuk pada pemukiman kaum Eta yang terpisah dari kasta lain dalam masyarakat feodal.

Istilah Burakumin ini secara de jure (legal) ada, hingga dihapuskannya sistem kasta di tahun 1871 seiring semangat persamaan di Era Restorasi Meiji (mulai 1869). Namun, secara de facto hingga sekarang, diskriminasi terhadap Burakumin masih ada.

http://mollysmixtape.files.wordpress.com/2009/04/319571765_2bbc7fe718.jpg



»»  READMORE...

Fakta Terselubung Serangan Jepang Ke Pearl Harbour


http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:6GOPYut9s1w-IM:http://grayscale-g.tripod.com/ph.jpg&t=1

Pearl Harbor adalah pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di pulau Oahu, Hawai, barat Honolulu. Pelabuhan serta daerah disekelilingnya, merupakan pangkalan Angkatan Laut bawah laut Amerika Serikat : Mabes Armada Pasifik Amerika Serikat.

Serangan Pearl Harbour oleh Jepang tahun 1941, membawa Amerika Serikat ke kancah Perang Dunia II. Berikut adalah fakta-fakta tentang serangan Jepang yang spektakuler tersebut :

1. Serangan terhadap Pearl Harbour dilakukan pada 7 Desember 1941

2. Walaupun serangan cukup sukses dalam menghancurkan kapal-kapal induk AS, namun Jepang tidak menyerang dan menghabiskan kapal-kapal selam Amerika, karena mereka mengganggap itu tidak penting. Sayangnya keputusan itu ternyata salah, dimana kapal-kapal selam Amerika lah yang sangat berjasa dalam memutus impor-ekspor subsidi ke Jepang (kapal–kapal selam AS menembaki kapal-kapal yang menuju Jepang).

3. Kesuksesan Serangan terhadap Pearl Harbour mengejutkan bukan hanya dari pihak Amerika, namun juga mengejutkan pihak Jepang.

4. Sebenarnya radar di Pearl Harbour sudah mengetahui, bahwa ada sekawanan formasi udara yang sangat besar yang sedang mendekati Pearl Harbour, namun petugas lapangan yang melapor kepada atasan menyalahartikan formasi itu sebagai pesawat B-17 Amerika yang memang dijadwalkan untuk datang ke Pearl Harbour.

5. Jepang menyerang dengan total 6 Carrier dan 423 pesawat.

6. Salah satu admiral Amerika berkata,“Dengan mengenyampingkan kelicikan Jepang karena menyerang secara tiba–tiba, Jepang telah melakukan pekerjaan yang sangat hebat dan sukses.”

7. Perlu diketahui, bahwa sebelum serangan dilakukan, Jepang menipu Amerika dengan berkata, bahwa mereka tertarik dengan perdamaian.

8. Serangan itu dilakukan pada hari minggu pagi, karena hari Minggu pagi itu jugalah yang menyebabkan banyak prajurit Amerika masih sedang terlelap di tidurnya dan tidak siaga.

9. Parahnya lagi, pada hari minggu itu, Admiral US Husband Kimmel, dan Jendral Walter Short sedang di libur tugaskan.

10. Sehari setelah serangan dilakukan, yakni pada 8 Desember 1941, Voting dilakukan oleh kongres Amerika dengan hasil semua anggota kongres menyatakan setuju untuk perang dengan Jepang, dan hanya satu suara saja yang tidak setuju untuk melakukan perang terhadap Jepang. Orang tersebut adalah Jeannette Rankin of Montana, orang yang sama juga voting agar Amerika tidak ikut campur tangan dalam Perang Dunia I.

11. Sebenarnya US sudah merasa, bahwa Jepang ada kemungkinan akan menyerang US setelah sekian lama bersitegang masalah embargo minyak. Namun, Amerika tidak menyangka Pearl Harbour akan dijadikan sasaran, Amerika merasa Jepang pasti akan mengincar Filipina terlebih dahulu.

12. Serangan dilakukan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama targetnya adalah Battleship (kapal induk) dan pesawat. Gelombang kedua targetnya adalah kapal dan fasilitas dermaga lainnya.

13. Jepang sebenarnya ingin melakukan serangan gelombang ke-3. Namun, Jepang tidak jadi melakukannya, karena mereka mempertimbangkan beberapa faktor. Faktor–faktor tersebut adalah :

* Sudah tidak ada surprise, karena AS sudah tahu bahwa mereka sedang diserang.

* Kemampuan Anti Airgun AS meningkat jauh sewaktu gelombang kedua, ketimbang serangan ketika gelombang pertama. Ketika gelombang pertama kapal Jepang yang jatuh hanya 6 buah, namun ketika gelombang kedua, pesawat Jepang jatuh hingga 23 buah, meningkat lebih dari 100 persen.

* Proses bolak–balik untuk gelombang ke-3 membuat kemungkinan Amerika bisa menyerang kapal induk Jepang, karena pesawat–pesawat Amerika yang di darat masih ada.

14. Serangan berhenti pada pukul 9.45 pagi waktu setempat.

15. Jepang mengira serangan terhadap Pearl Harbour akan membuat AS jatuh dan tidak bisa berbicara banyak di PD 2. Namun ternyata, serangan tersebut malah membuat warga Amerika bahu-membahu untuk membalas Jepang dan berujung pada kehancuran Jepang.

16. Pearl Harbour dan kekuatan AL Amerika berfungsi kembali secara maksimal, hanya dalam tempo 60 hari. Tidak sesuai dengan perkiraan Jepang, AL Amerika akan lumpuh hingga 6 sampai 8 bulan.

17. Ketika serangan dilakukan, Pearl Harbour benar–benar sangat tidak siap. Pesawat dibiarkan terbuka tanpa perlindungan dan berdekat–dekatan, sehingga sulit untuk diterbangkan. Senjata Anti Aircraft di kapal pun semuanya dibiarkan tidak siap dan tanpa amunisi. Ditambah serangan dilakukan minggu pagi, dimana banyak prajurit yang masih tidur, sehingga serangan Jepang menjadi sangat luar biasa suksesnya.

18. Dorrie Miller, merupakan orang kulit hitam pertama di Amerika yang mendapat penghargaan Navy Cross. Ia sendiri merupakan seorang koki di Navy AS, ketika serangan terjadi ia pergi ke dek meskipun tidak pernah memegang senjata sebelumnya. Ia langsung menuju senjata anti aircraft Browning dan menembak jatuh hingga 2 pesawat Jepang.


Serangan Jepang ke Pearl Harbour ini, merupakan catatan penting sejarah dunia, bahwa Amerika pernah merasakan hal yang sangat memalukan dan tak berdaya di dalam karir perangnya, kecolongan tanpa mampu berbuat apa-apa kala itu.

 
»»  READMORE...

Misteri Facebook Yang Sudah Disinggung dalam Al-Qur'an Berabad-Abad Lalu

http://areaterbaru.com/wp-content/uploads/2011/10/facebook.jpg

Siapa yang tidak kenal dengan Facebook? Salah satu fenomena yang telah mendunia saat ini, merupakan layanan jejaring sosial (social networking) terbesar yang pernah ada. Dan ternyata, kehadirannya sudah "disinggung" sejak 14 abad yang lalu.

Suatu ketika, selepas Ashar di Masjid Al Hikam. Di salah satu pojok masjid tersebut, terdapat Ranid dengan dua orang temannya, yakni Ahmad dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang diangkat seputar masalah I’jazul Qur'an (Mukjizat Al Qur'an). Diskusi yang berjalan cukup santai, namun sarat akan ilmu.

Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur'an dengan bidang studinya, matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur'an.

Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah Al Qur'an itu bener-bener mukjizat. Gue pernah baca di Internet, bahwa ternyata kata Yaum (hari) di dalam Al Qur'an sebanyak 365 kata sama, seperti jumlah hari dalam satu tahun, kata Syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu tahun, Sab'u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu. Belum lagi kata-kata yang berlawanan kata. Misalnya Ad Dunya 115 kali, Al Akhiroh juga 115 kali. Malaikat 88 kali, sedangkan Asy Syayathin 88 kali juga. Al Hayat 145 kali, begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang disebutin dalam Al Qur'an surat Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak lagi, tapi mending antum liat di internet aja nafsi-nafsinya, tinggal tanya mbah google ketik keywordnya keajaiban angka dalam Al Qur'an,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri presentasinya saat itu.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qeGtfjjUU85Eba4bN_gxfhgYUZm61Zr112G8ilYKygSQHuznt03cF_yWU0lv6u8wkS8fE22M5HdzzY0rrje2xtSMZgOLu6rB7CtEyTij2_3d71cTQjcFLr3qH2_l8KhtsF_DauHqjdGY/s1600/angka.jpg


Kemudian, tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar masalah mukjizat Al Qur'an. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang kajian Islam yang berhubungan dengan program studi Ranid, yaitu bahasa Arab, yang ia geluti di salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan pengetahuannya tentang I’jazul Qur'an dari sudut pandang bahasa.

Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan hamdalah, serta shalawat kepada Nabi SAW, Ranid pun mulai berkata, “Mumtaz! Ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ane, ya? Gini, jadi mukjizat kalo diliat dari segi bahasa, maka secara sederhana dapat diartikan sebagai 'senjata' untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa AS, berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya nih, maka Allah kasih mukjizat nabi Musa AS 'menyerupai' sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus, di zaman nabi Isa AS, berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya, maka Allah kasih kepada nabi Isa AS mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW, pada masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa Al Qur'an, sebuah mukjizat yang begitu sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”

Ranid masih melanjutkan pemaparannya, “Bahkan Allah nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan Al Qur'an. Coba ente berdua buka Al-Baqoroh ayat 23 :

"Dan jika kamu meragukan Al Qur'an yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar"

dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat Al Qur'an tandingan. Salah satu suratnya niru-niru al-fiil. Dan surat gadungan itu ditertawakan banyak orang, karena diliat dari sisi bahasa dan maknanya betul-betul jelek. Dan satu hal lagi, cuma Al Qur'an kitab suci yang bisa dihafal oleh jutaan manusia, walaupun manusianya itu sendiri pun belum tentu mengetahui arti Al Qur'an. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap sampai titik dan komanya. Subhanallah, Maha Benar Allah dalam firmanNya,

"Dan sungguh Kami mudahkan Al Qur'an untuk peringatan"

Al Qomar ayat 17,” Ranid pun mengakhiri makalah yang dibawakannya.



http://2.bp.blogspot.com/_wFr-HuwjibA/TPUe9qh4VzI/AAAAAAAAPmI/2uMwx4JRJjM/s1600/23322-al-quran.jpg


Selanjutnya, giliran Ilmi yang mendapat giliran menjelaskan mukjizat Al Qur'an berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta. Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang akademisnya.

Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film Hollywood, Ilmi pun memulai pembicaraannya. “Sebenernya ane belum mau mengatakan ini mukjizat atau gak? Terus terang ane gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ane dengar dalam seminar Al Qur'an, bahwa kenapa Al Qur'an disebut mukjizat, tak lain dan tak bukan adalah karena kebenarannya dalam 'meramal' masa depan. Betul gak Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan menganggukkan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya.

Ilmi melanjutkan, “Surat al-lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir dan masuk neraka. Dan ketika surat itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum bayangin, kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau pun pura-pura masuk Islam, maka Al Qur'an akan dipertanyakan kebenarannya dari dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum, disitu dijelaskan, bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. Dan itu Subhanallah terjadi beberapa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya, Romawi kalah, maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak. Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah memastikan, kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke Madinah. Dan Subhanallah hal itu terbukti.”


Fenomena Al-Fisbukiyyah Dalam Al Qur'an


http://aghita.files.wordpress.com/2008/03/al-quran.jpg


“Ah, itu mah dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT sesuai sama studi ente?” tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss, tenang-tenang, ane kan belum selesai jelasinnya, ana lanjut, ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ane bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ane akan bilang ini kehebatan Al Qur'an.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari mulut Ilmi. “Ente berdua tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu Al Qur'an sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!”

Ahmad sang Cagur (Calon Guru) tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya dengan statement Ilmi yang barusan di dengarnya. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari, bahwa apakah benar kata Facebook ada di dalam Al Qur'an? Dengan mencoba mentashrif pola-pola fi’il.

Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba ente berdua buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21 :

"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir."

Ayat ini menjelaskan, fenomena jama’ah "Al-Fisbukiyyah" secara umum. Coba ente-ente liat wirid-wirid mereka. Kebanyakan isinya tentang keluh kesah. Temanya udah mirip kayak sinetron yang mendayu-dayu sampai bikin air mata meleleh. Sakit dari mulai bisul, cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak ketinggalan. Dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. Dikasih panas, ngeluh kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis, rezeki seret, terus dan terus disuguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang dipublikasikan, seperti puasa, sedekah, tapi Alhamdulillah, ane belum menemukan ada orang yang lagi shalat update status "lagi roka’at dua nih", Naudzubillah kalo sampai ada!” canda Ilmi yang membuat rona senyum teman-temannya.

Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan "Apabila dapat kebaikan maka ia kikir." Ane rasa betul ayat tersebut. Coba ente berdua hitung ada beberapa orang yang update status, semisal Alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu. Giliran dapat rezeki yang melimpah, pasti pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”


“Ah, lo iri aja kali, jangan sok jaim deh?!” Kali ini Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab, “Ane rasa jaim itu perlu, dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ane tidak mengharamkan update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik, pokoknya temanya mengajak kebaikan dari Al Qur'an, Hadits, sahabat, ataupun salafush sholih. Inget dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan, "Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu." Ulama bilang, bahwa jika kita udah gak malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya, maka tunaikan saja hawa nafsumu dan lakukan apa yang kau inginkan.” jawab Ilmi.

Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan mengaitkan surat Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu. Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun, dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini, maka alangkah kagetnya ia mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.

Diskusi kali ini pun berakhir, seiring dikumandangkannya adzan maghrib, sebagai pertanda masuknya waktu sholat maghrib.

»»  READMORE...

Wajah Michael Jackson Yang Mirip Dengan Patung Mesir 3000 Tahun Yang Lalu




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihYZyxnRXWbKQLdubgMx3-MwHOrBWmRrPrU9KOtFC2OwpzyZGdzlM03xhWyVjyYMUeVkaW0t0xUPUBCdiTMTGXFbrD6zEoM4fo_7_2Yycrr-eSDIRZeeQcLV-YahSDs-fWQ9-_M22Y_fw/s200/jacko.jpg

Sebuah patung yang berumur 3000 tahun, sangat mirip sekali dengan wajah Michael Jackson. Rupanya wajah Jacko “yang palsu”, setelah dioperasi plastik beberapa kali, sudah ada sejak 3.000 tahun silam. Sebuah patung wajah Mesir kini dipamerkan di Chicago’s Field Museum, USA, dan telah mengherankan banyak pengunjung.

Wajah patung itu persis sekali dengan wajah si Raja Pop Jacko. Tidak ada yang tahu apakah semasa hidupnya Jacko pernah melihat patung tersebut atau tidak. "The Pharaoh of Pop doesn’t quite have the same ring to it as King of Pop, but visitors to Chicago’s Field Museum could swear that’s Jacko’s face on a 3,000-year-old Egyptian bust,” tulis NBC Chicago.

Sebenarnya, patung wajah ini sudah dipamerkan di museum sejak tahun 1988, tetapi barulah sekarang mendapat perhatian besar dari publik karena kemiripannya dengan wajah penyanyi Michael Jackson. Semuanya mirip : dari matanya, bibirnya yang seperti bibir perempuan, dagunya, dan termasuk hidungnya yang berbentuk khas.

Diduga, patung Mesir ini dibuat sekitar tahun 1550 atau 1050 sebelum kalender masehi, dan merupakan sebuah patung dengan wajah perempuan. Ntah disengaja atau tidak, yang jelas menurut banyak pihak, Michael Jackson sendiri belum pernah melihatnya semasa dia masih hidup.

»»  READMORE...

Misteri Shambhala


Selama ribuan tahun, ada sebuah rumor yang beredar, bahwa di suatu tempat di Tibet, diantara puncak-puncak bersalju Himalaya dan lembah-lembah yang terpencil, ada sebuah surga yang tidak tersentuh, sebuah kerajaan dimana kebijakan universal dan damai yang tidak terlukiskan berada. Sebuah kerajaan yang disebut Shambala.

James Hilton menulis mengenai kota mistik ini pada tahun 1933 di dalam bukunya yang berjudul "Lost Horizon". Hollywood lalu mengangkatnya dalam film produksi tahun 1960, "Shangri-la". Bahkan penulis terkenal James Redfield yang menulis The Celestine Prophecy juga menulis satu buku yang berjudul "The Secret of Shambala : In Search of the Eleven Insight." Shambhala yang misterius ini juga dianggap sebagai sumber bagi Kalachakra, yaitu cabang paling tinggi dan esoterik dalam mistik Tibet.
 





















Legenda mengenai Shambhala sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Kita bisa menemukan catatan tentang kerajaan ini di dalam teks-teks kuno seperti Kalachakra dan Zhang Zhung yang bahkan sudah ada sebelum agama Budha masuk ke Tibet.

Kata Shambala (atau Shambala) berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "Tempat kedamaian" atau "Tempat keheningan". Kerajaan ini memiliki ibukota bernama Kalapa dan diperintah oleh raja-raja dinasti Kulika atau Kalki. Di tempat inilah makhluk hidup yang sempurna dan semi sempurna bertemu dan bersama-sama memandu evolusi kemanusiaan. Hanya mereka yang murni hatinya yang dapat tinggal di tempat ini. Disana mereka akan menikmati kebahagiaan dan kedamaian dan tidak akan sekalipun mengenal penderitaan.

Konon di kerajaan itu, cinta kasih dan kebijakanlah yang memerintah. Tidak pernah terjadi ketidakadilan. Penduduknya memiliki pengetahuan spiritual yang sangat mendalam dan kebudayaan mereka didasari oleh hukum, seni dan pengetahuan yang jauh lebih tinggi dibanding dengan pencapaian yang pernah diraih dunia luar.

Banyak petualang dan penjelajah telah berusaha mencari kerajaan mistik ini. Menurut mereka, mungkin Shambala terletak di wilayah pegunungan Eurasia, tersembunyi dari dunia luar. Sebagian lagi yang tidak menemukannya percaya bahwa Shambala hanyalah sebuah simbol, penghubung antara dunia nyata dengan dunia yang ada di seberang sana. Tapi, sebagian orang lagi percaya bahwa Shambhala adalah sebuah dunia yang nyata.

Menurut Teks kuno Zhang Zhung, Shambhala identik dengan Lembah Sutlej di Himachal Pradesh. Sedangkan bangsa Mongolia mengidentikkannya dengan lembah-lembah tertentu di Siberia selatan.

http://splitscreencoop.com/wp-content/uploads/2010/10/Uncharted2_Shambala01.jpg

Informasi mengenai kerajaan ini sampai ke peradaban barat pertama kali lewat seorang misionaris katolik Portugis bernama Estevao Cacella yang mendengar kisah ini dari penduduk setempat. Lalu pada tahun 1833, seorang cendikiawan Hungaria bernama Sandor Korosi Csoma bahkan menyediakan kordinat Shambhala yang dipercaya berada diantara 45' dan 50' lintang utara.

Menarik, menurut catatan Alexandra David Neel yang telah menghabiskan sebagian hidupnya di Tibet, Shambala ternyata tidak hanya dikenal di Tibet. Jauh di utara Afghanistan, ada sebuah kota kecil yang bernama Balkh, sebuah kota kuno yang juga dikenal sebagai "ibu dari kota-kota". Legenda masyarakat Afghanistan modern menyatakan bahwa setelah penaklukan oleh kaum Muslim, kota Balkh sering disebut sebagai "Lilin yang terangkat" atau dalam bahasa Persia dikenal dengan sebutan "Sham-I-Bala". Entahlah, kita tidak tahu pasti apakah kota ini berhubungan dengan Shambhala yang misterius atau tidak.


Legenda Shambhala kemudian menarik perhatian seorang penganut esoterik dan teosofi bernama Nicholas Roerich (1874-1947). Dalam keingintahuannya, ia menjelajahi gurun Gobi menuju pegunungan Altai dari tahun 1923 hingga tahun 1928. Perjalanan ini menempuh 15.500 mil dan melintasi 35 puncak-puncak gunung tertinggi di dunia. Namun usaha yang luar biasa ini tetap tidak dapat menemukan kerajaan itu.

Bahkan Nazi yang juga sangat berkaitan dengan dunia esoterik pernah mengirim ekspedisi pencarian Shambhala pada tahun 1930, 1934 dan 1938.

Tapi, tidak satupun dari antara mereka yang berhasil menemukannya.

Edwin Bernbaum menulis dalam "The Way of Shambhala" :

"Sementara penjelajah mendekati kerajaan itu, perjalanan mereka menjadi semakin sulit dilihat. Salah satu pendeta Tibet menulis bahwa peristiwa ini memang dimaksudkan untuk menjauhkan Shambhala dari para barbar yang berniat untuk menguasainya."
Apa yang ditulis oleh Bernbaum sangat berkaitan dengan ramalan Shambhala. Menurut ramalan itu, umat manusia akan mengalami degradasi ideologi dan kemanusiaan. Materialisme akan menyebar ke seluruh bumi. Ketika para "barbar" ini bersatu dibawah komando seorang raja yang jahat, maka barulah kabut yang menyelubungi pegunungan Shambhala akan terangkat dan pasukan raja ini dengan persenjataan yang mengerikan akan menyerang kota itu.

Lalu raja Shambhala ke-25 yang bernama Rudra Cakrin akan memimpin pasukannya untuk melawan pasukan Barbar itu. Dalam pertempuran itu, raja yang jahat dan pasukannya berhasil dihancurkan dan umat manusia akan dikembalikan ke dalam kedamaian.

Beberapa cendikiawan seperti Alex Berzin, dengan menggunakan perhitungan dari Tantra Kalachakra, percaya bahwa peristiwa ini akan terjadi pada tahun 2424 Masehi.

Ketika kebudayaan timur bergerak ke barat, mitos Shambhala bangkit dari dalam kabut waktu. Saya rasa, kerinduan akan kedamaianlah yang telah menyebabkan umat manusia berusaha menemukan kerajaan utopia ini. Mungkin kita tidak akan pernah menemukan Shambhala, namun mungkin juga kita tidak perlu mencari terlalu jauh.
http://www.twakan.com/numero7/images/ShambalaMontanyas.jpg
Sebuah kisah kuno dari Tibet menceritakan bahwa suatu hari ada seorang anak muda yang bersiap untuk mencari Shambhala. Setelah menjelajahi banyak gunung, ia menemukan sebuah gua. Di dalamnya ada seorang pertapa tua yang kemudian bertanya kepada anak muda itu : "Kemanakah tujuanmu sehingga engkau rela menjelajahi salju yang tebal ini ?"

"Untuk menemukan Shambhala," Jawab anak muda itu.

"Ah, engkau tidak perlu pergi jauh." Kata pertapa itu. "Sesungguhnya Kerajaan Shambhala ada di dalam hatimu sendiri."

Benarkah ada Shambhala di hati kita ?
»»  READMORE...

Minggu, 01 Januari 2012

Seorang Siswa Debat Dan Mengalahkan Pertanyan Dari "Guru Fisika"

Seorang Guru dari sebuah sekolah terkenal menantang siswa dan siswinya dengan pertanyaan ini.

Guru : "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang Siswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya guru sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata siswa tersebut.

Guru itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

Siswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis Guru tersebut. Guru itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Siswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Guru, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Guru.

Siswa itu berdiri dan bertanya, "Guru, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada jawab Gurunya.

"Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si Guru diiringi tawa siswa lainnya.

Siswa itu menjawab, "Kenyataannya, dingin itu tidak ada pak. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Siswa itu melanjutkan, "Guru, apakah gelap itu ada?"

Guru itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Siswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah Pak, gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya siswa itu bertanya, "Guru, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang Guru itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini siswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Guru itu terdiam..................................................

Dan siswa tersebut adalah ALBERT EINSTEIN

»»  READMORE...