Rabu, 11 Maret 2015

10 Gambaran Neraka Paling Menyeramkan Dari Berbagai Belahan Dunia

Semua gambaran neraka pasti digambarkan sebagai tempat yang sangat menyeramkan dan dapat membuat takut semua orang yang membayangkannya. Tapi seperti apakah sebenarnya gambaran dari neraka ini? Berikut 10 gambaran neraka paling menyeramkan dari berbagai belahan dunia ini.

10. Tartarus

Gambaran neraka dalam tartarus kepercayaan roma dan yunani
Beberapa dari Anda mungkin sudah pernah mendengar nama Neraka ini, yaitu merupakan sebuatan neraka dalam mitologi Yunani dan Roma. Nama Tartarus ini juga muncul dalam banyak literatur dan media yang dideksipsikan sebagai penjara gelap yang penuh dengan penderitaan dan siksaan, penuh dengan teriakan kesengsaraan, bunyi cambuk, dan bunyi rantai yang diseret.
Dalam kepercayaan Roma, Tartarus dikelilingi oleh 3 tembok dan sungai bernama Phlegethon. Dijaga oleh monster berkepala 9 Hydra, bersama dengan Tisiphone, seorang Dewi Pembalasan yang akan secara konstan menyiksa orang-orang yang dijaganya. Di tingkatan terdalam Tartarus adalah kurungan untuk para Titan, musuh raksasa dari para Dewa. Teriakan marah mereka akan selamanya terdengar ke seluruh Tartarus.
Sedangkan dalam kepercayaan Yunani, Tartarus digambarkan sebagai neraka yang merupakan kurungan untuk mereka yang berusaha dapat mengancam dewa. Namun kemudian dijadikan tempat untuk menghukum para pendosa. Sebagai contoh adalah siksaan untuk Tantalus, yakni seorang figur mitologi Yunani ternama yang terkenal karena dihukum atas tindakan mengerikannya yang memotong anakanya sendiri untuk dikurbankan ke para Dewa. Di Tartarus, ia harus mengalami kelaparan dan kehausan abadi walaupun ia dikelilingi oleh air dan buah-buahan.

9. Mimpi St. John Bosco

Lubang tidak berdasar yang dimimpikan oleh pendeta John Bosco
Santo John Bosco atau dikenal juga sebagai Don Bosco adalah seorang pendeta abad ke-19 yang bersaksi telah melihat pemandangan ekstrim akan neraka dalam sebuah mimpinya. Dalam mimpinya tersebut, ia menemukan dirinya berada dalam sebuah jalan menurun yang menuju lubang tiada dasar. Seiring ia berjalan menuju kedalaman neraka, ia berjumpa jiwa-jiwa kenalannya yang telah meninggal, kemudian melihat orang-orang meninggal dimakan oleh serangga, dimulai dari mata, jantung, tangan, hingga kaki.
Mimpinya berakhir saat ia meletakkan tangannya di salah satu tembok Neraka dan ia diberitahukan bahwa yang ia saksikan hanyalah bagian terluar, serta masih ada ribuan lapisan lainnya. Saat dirinya terbangun, tangan Bosco sangatlah panas yang berarti bahwa tangannya benar-benar menyentuh tembok neraka. Hal itu juga berarti bahwa ia hanya menyaksikan pemandagan paling 'baik' dari Neraka.

8. Penglihatan Josefa Mendez

Josefa Mendez menggambarkan neraka sebagai koridor gelap dan tiada akhir
Merupakan seorang biarawati Spanyol di abad ke-20, ia hidup di biara hanya dalam waktu 4 tahun dan meninggal di umur 33 tahun. Di sana ia bersaksi bahwa Tuhan memerintahkan dirinya untuk menulis gambaran Neraka. Catatan itu adalah salah satu catatan paling menyedihkan dan mengerikan yang pernah diketahui, tidak hanya karena gambaran atas neraka itu sendiri namun juga karena perasaan tidak mengenakkan yang dialami Josefa Mendez.
Neraka digambarkan sebagai sebuah koridor gelap yang sangat panjang, selalu terbakar api abadi, dan harus mengalami siksaan ironis lainnya. Mungkin terdengar sederhana, namun mereka yang berada di neraka tidak akan lagi dapat merasakan perasaan lain selain kesengsaraan dan kekejaman. Di catatan Josefa Mendez, salah satu kejadian paling mengilukan adalah sebuah roh yang mengemis untuk dapat merasakan cinta lagi sebagai ganti atas apapun, roh itu meminta untuk hanya menyaksikan sebuah kebaikan kecil dalam kehidupannya di neraka. Namun sayangnya, hal itu tidaklah memungkinkan.

7. Apocalypse of Paul

Acopalyse of Paul adalah salah satu gambaran neraka yang paling ekstrim di dunia
Apocalypse of Paul adalah sebuah tulisan yang muncul di abad ke-3 dimana berisikan atas salah satu gambaran neraka paling menyeramkan yang pernah diketahui dunia. Di tulisan tersebut, Neraka dibagi menjadi 2 sungai yang terbagi atas sungai api dan sungai es.
Tidak hanya harus mengalami siksaan sederhana api dan es, para roh yang masuk ke dalam sungai api harus ditusuk oleh kait besi, dihantam batu, dimakan cacaing, dan bibir mereka dipotong oleh pisau panas. Sedangkan mereka yang berada di sungai es akan diptong kaki tangannya dan dimakan perlahan oleh kutu.
Walaupun gambaran di atas sudah cukup mengerikan, sepertinya si penulis ingin menciptakan perdebatan lebih dengan menciptakan siksaan ambigu, seperti contohnya mereka yang Gay akan dijatuhkan ke lubang penuh dengan gala, sedangkan wanita yang kehilangan keperawanannya sebelum menikah akan diikat ke besi panas dan diangkut oleh para malaikat penyiksa. Kemudian tindakan seperti mencaci maki, mempunyai uang, tidak berpuasa, tidak melakukan amal juga akan dihukum di sana. Jadi singkatnya, berdasarkan teks ini, semua umat manusia akan berada di Neraka.

6. Naraka

Naraka atau niraya adalah contoh gambaran neraka di dunia
Naraka atau Niraya adalah salah satu gambaran neraka yang didapatkan dari kepercayaan Hindu, Sikhi, Jaina, dam Buddha. Walaupun gambarannya berbeda-beda tergantung atas kepercayaannya, tapi seperti kebanyakan neraka lainnya, ia adalah tempat dimana mereka yang berdosa akan menebus dosa mereka.
Terbagi atas beebrapa tingkatan tergantung atas dosa dalam kehidupan, seperti contohnya adalah Maharaurava, yakni sebuah tempat di neraka dimana para roh berdosa dimakan oleh ular iblis bernama Ruru. Kemudian ada juga Kumbhipaka, yakni rumah bagi para roh berdosa yang terus membunuh binatang untuk makanan. Mereka dihukum dalam minyak panas mendidih sesuai dengan jumlah bulu yang ada di binatang korban mereka.
Dikuasai oleh Yama Loka, Dewa Keadilan, para roh akan diadili sebelum dapat masuk ke Svarga (Surga), jika tidak mereka akan masuk ke Naraka. Di Naraka, sebuah roh dapat berada di sana dan mengalami berbagai siksaan hingga miliaran tahun sebelumnya akhirnya mereka dapat reinkarnasi kembali.

5. Diyu

Diyu adalah gambaran neraka dalam kepercayaan cina kuno
Dalam kepercayaan Cina Kuno, neraka dikenal juga dengan nama Diyu. Berisikan beberapa tingkatan yang berbeda-beda, dimulai dari 4 hingga 18. Setiap tingkatannya memiliki hakim tersendiri yang bertugas menghukum para pendosa seperti contohnya Yama Loki. Dalam kepercayaan mereka, sebelum dapat bereinkarnasi, para roh harus melewati semua tingkatan tersebut.
Walaupun mereka digambarkan dalam cara yang berbeda-beda namun umumnya mereka memiliki siksaan robek lidah, pemotongan, dipanggang, dibekukan, ditusuk, diceburkan ke minyak mendidih, ditimpa, dibakar, dan banyak lainnya. Namun di antara itu semua ada satu tingkatan terburuk yaitu Avici, di sini para roh tidak akan dapat bereinkarnasi melainkan harus ada di sana selamanya dan mengalami siksaaan abadi.

4. Neraka Swedenborg

Swedenborg mengatakan bahwa dalam diri manusia ada nerakanya sendiri
Di pertengahan abad ke-18, seorang filsuf dan peneliti Swedia, Emanuel Swedenborg mempublikasikan sebuah buku yang mengatakan bahwa di dunia ini sebenarnya ada lebih dari 1 Surga ataupun 1 Neraka.
Di buku tersebut, berbagai tipe neraka digambarkan sedemikian menyeramkannya, seperti penuh dengan hewan liar, gua gelap, gurun tiada akhir, dan banyak lainnya. Namun di antara semua gambaran neraka tersebut, hanya satu yang benar-benar sangat menakutkan. Ia mengatakan bahwa dalam diri setiap manusia pasti ada Neraka tersendiri yang sangat kita takuti dan pada saatnya nanti, neraka itulah yang akan kita tempati. Jadi bayangkan saja hal yang paling Anda takuti dalam hidup Anda, dan akhirnya Anda akan hidup dikelilingi hal tersebut, itulah gambaran menyermkan Neraka menurut Swedenborg.

3. Penglihatan Wetti

Wetti mengatakan bahwa neraka adalah tempat yang sangat mengerikan dan penuh dengan seksualitas
Tercatatkan pada abad ke-9, Penglihatan Wetti atau Vision of Wetti mengikuti seorang biarawan Jerman dalam perjalanannya di Neraka. Seperti gambaran-gambara umumnya, ia menggambarkan neraka sebagai tempat yang gelap, penuh kobaran api, cacing, dan siksaan abadi.
Namun ada 1 hal yang berbeda di antara gambaran-gambaran neraka lainnya, dalam penglihatan Wetti, neraka digambarkan sebagai tempat yang sangat terobsesi dengan seksualitas. Dalam berbagai siksaan yang ia saksikan, Wetti melihat alat kelamin orang-orang dibakar dengan api, wanita telanjang dicambuk, para pezinah diikat satu sama lainnya, bahkan dalam deskripsi tersebut tindakan sodomi disebut 5 kali serta dikaitkan menyerupai sebuah wabah.
Dia antara semua itu, siksaan yang paling buruk dikenakan ke seorang Mantan Kaisar Eropa Abad ke-8, Charlemagne. Ia diikat telanjang dan kemudian para binatang akan secara abadi merobek-robek alat kelaminnya. Inilah gambaran paling menakutkan dan paling menyeramkan dari Penglihatan Wetti.

2. Jigoku

Jigoku adalah gambaran neraka dalam kepercayaan atau adat Jepang
Merupakan sebutan untuk Neraka dalam kepercayaan Jepang. Jika dalam kebanyakan gambaran neraka, penghakiman hanya dilakukan sekali sebelum seseorang masuk Surga atau Neraka, maka di Jigoku seseorang akan dihakimi berkali-kali dalam interval waktunya di Neraka. Penghakiman tersebut akan dilakukan oleh raja neraka yang berbeda-beda hingga sebanyak 13 kali yang terjadi 32 tahun sesudah seseorang meninggal dan hidup di neraka, apabila dalam semua penghakiman, maka sebuah roh baru akan ditakdirkan untuk benar-benar berad di Neraka dalam waktu yang sangat lama.
Dalam Jigoku, ada 16 alam berbeda yang terbagi atas 8 kurungan dingin dan 8 kurungan panas, namun yang biasanya lebih dikenal adalah 8 kurungan panas.
  1. Kurungan pertama adalah Toukatsu Jigoku, mereka yang berdosa atas pembunuhan akan bertarung satu sama lain, memotong musuh mereka, dan dihancurkan oleh iblis yang berada di kurungan ini.
  2. Kokujou Jigoku, adalah kurungan untuk mereka yang tidak hanya membunuh namun juga mencuri, di sini para roh akan dipotong-potong dan dihubungkan oleh benang serta dibuat membawa besi panas di atas pengorengan raksasa.
  3. Shugou Jigokum rumah bagi mereka yang membunuh, mencuri dan juga berzinah. Para roh akan dihancurkanberkali-kali, dipotong-potong, dirobek lidahnya, dituangkan tembaga panas cair ke anus mereka, dan banyak lainnya.
  4. Kyoukan Jigoku, kurungan bagi para pencuri, pembunuh, pezinah,dan pemabuk. Para pendosa akan dilemparkan ke sebuah pat mendidih dan dipanggang. Sedangkan mereka yang mabuk akan dirobek mulutnya dan ditungakan tembaga panas langsung ke perut mereka.
  5. Dai-Kyoukan Jigoku, berisikan pencuri, pembunuh, pezinah, pemabuk, dan pembohong. Mereka akan ditusuk dengan kait besi panas, dirobek tubuhnya, sesudah itu tubuh mereka akan tumbuh kembali dan merasakan hal yang sama lagi.
  6. Jounetsu Jigoku, berisikan pembunuh, pencuri, pezinah, pemambuk, pembohong, dan mereka yang berpikir dosa. Para roh akan dihantam oleh klub besi panas, dirobek tubuhnya dari mulut mereka dan dibakar ke api raksasa.
  7. Dai-jounetsu Jigoku, seruap dengan Jounetsu Jigoku hanya saja penderitaan terjadi lebih parah 10 kali lebih parah dan teriakan para roh akan terdengar hingga ke seluruh penjuru. Ini juga merupakan tempat para pendosa yang melakukan dosa fisik ke para rohaniawan.
  8. Terakhir adalah Mugen Jigoku, tempat terburuk di neraka yang disediakan untuk para roh yang melakukan dosa besar. Di sini para roh akan mengalami kelaparan dan kehausan mengerikan hingga batas dimana mereka akan merobek diri mereka sendiri dan meminum darah mereka sendiri. Dikatakan mereka yang menyaksikan kejadian ini saja dapat meninggal di tempat.

1. Dante's Hell

Dante Hell adalah salah satu gambaran neraka yang paling dikenal dunia
Merupakan salah satu gambaran neraka yang paling dikenal dunia. Ini karena kebanyakan kepercayaan neraka Kristiani dan literatur didasarkan beradasarkan Syair oleh Dante Alighieri, seorang penyair Italia ternama di Abad Pertengahan. Ia mendeskripsikan neraka memiliki 9 lubang siksaan yang dikelilingi sebuah sungai bernama Acheron.
  1. Lubang pertama adalah Limbo, yakni rumah bagi mereka yang tidak beagama dan tidak berdosa.
  2. Lubang kedua adalah tempat dimana para roh yang berdosa karena nafsu (lust) ditiup oleh angin kencang.
  3. Lubang ketiga bagi mereka yang rakus dan serakah untuk selamanya hidup dalam bentuk lendir menjijikkan (slime).
  4. Lubang keempat berisikan 2 grup pendosa, yaitu mereka yang menimbun uang dan mereka yang berfoya-foya, di sana mereka harus bertarung satu sama lainnya.
  5. Kemudian mereka yang selalu marah dalam hidupnya akan berada di lubang kelima dan bertarung di sungai Styx, tidak pernah lagi merasakan kebahagiaan.
  6. Lubang keenam adalah untuk mereka orang sesat yang dikunci dalam makam api.
  7. Lubang ketujuh untuk mereka yang suka kekerasan. Di lubang ketujuh ini, ada berbagai siksaan yang harus dialami dimulai dari para roh dikutuk untuk selamanya dikejar anjing gila, disambar petir, hidup dalam gurun api, dan banyak lainnya.
  8. Lubang kedelapan adalah untuk mereka para penipu dimana kepala mereka akan diputar ke belakang, disiksa cambuk, ditimbun dalam kotoran, dibakar dengan timah panas, diceburkan ke sungai mendidih, digigit ular, dipotong-potong, atau menderita penyakit
  9. Lubang terakhir adalah rumah bagi mereka yang para pengkhianat untuk mengalami siksaan terdingin dan kesendirian, dalam lubang ini dapat ditemukan berbagai tokoh ternama dalam Alkitab seperti Cain, Cassius, Brutus, dan Judas. Di tengah-tengah nereka, Satan akan terlihat sedang memakan mereka.
»»  READMORE...

Pilot Amerika Yang Berperan Serta Dalam Kemerdekaan Indonesia




Simpati dan ketulusan dalam menolong sesama, seringkali melintasi batas nasionalisme. Salah satu contoh nyata yakni kisah dari seorang pilot berkebangsaan Amerika, yang ikut terlibat aktif pada saat awal kemerdekaan Indonesia.

Namanya ialah Robert Earl Freeberg atau akrab dipanggil Bob, pilot bayaran berkebangsaan Amerika Serikat ini gagah berani terbang menembus blokade udara Belanda.

Ia belasan kali menjalankan operasi 'black flight' atau penerbangan gelap menyelundupkan candu dan berbagai hasil alam Indonesia untuk ditukar senjata atau uang di luar negeri.

Hasil penyelundupan itu digunakan pemerintah Soekarno untuk membiayai negara di masa sulit pada awal kemerdekaan Indonesia.

Di mata seorang Presiden Soekarno, Bob adalah orang yang idealis. Dia ditakdirkan datang untuk membantu perjuangan rakyat Indonesia.

"Seorang pemuda pada suatu hari muncul entah darimana dan memperkenalkan dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang Amerika. Aku seorang pilot dan menaruh simpati pada perjuangan Anda. Bantuan apa yang dapat kuberikan?" demikian Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams.

Bob adalah mantan penerbang tempur Angkatan Laut Amerika Serikat saat perang dunia ke II. Setelah perang berakhir, pria asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI (Commercial Air Lines Incorporated) Filipina. Dia bertemu Opsir Udara III Petit Muharto Kartodirdjo di Singapura dan segera menyatakan kesediaannya untuk melakukan penerbangan demi membantu Indonesia.

Bob kemudian menabung dan membeli sebuah pesawat angkut DC-3 Dakota. Dia memberi nama pesawat itu RI-002. Kenapa bukan RI-001? Bob berpendapat nama RI-001 selayaknya diberikan untuk nama kehormatan pesawat pertama yang dimiliki Indonesia. Ketika Bob disewa, Indonesia tak punya satu pun pesawat angkut.

Bob membantu menyelundupkan emas, candu, perak, kina dan karet dari Indonesia ke luar negeri. Lalu dia membawa senjata, pakaian dan obat-obatan dari luar negeri ke Indonesia. Kisah petualangan Bob ini sangat seru, seperti di film action Hollywood.

Bob juga banyak membantu TNI untuk melakukan operasi militer. Dialah pilot operasi penerjunan pertama yang dilakukan Angkatan Udara Republik Indonesia. Pada 17 Oktober 1947, Bob menerbangkan RI-002 dari Bandara Maguwo ke Kotawaringin, Kalimantan Tengah. TNI menerjunkan 12 prajurit AURI untuk menembus blokade Belanda dan mengobarkan perlawanan di sana.

Bob pula yang mengantar Soekarno berkeliling Sumatera guna meminta sumbangan rakyat untuk membantu perjuangan RI. Rakyat Aceh kemudian menyumbang 20 Kg emas yang kemudian dibelikan pesawat Dakota dengan nama Seulawah atau Gunung Emas. Pesawat ini yang kemudian diberi nomor registrasi RI-001.

Bob memang seorang pilot bayaran. Tapi dia terlibat secara emosional dalam perjuangan bangsa Indonesia. Bob tak bisa menerima perlakuan sewenang-wenang Belanda terhadap rakyat Indonesia. Dalam surat-surat yang dikirimkan ke keluarganya di AS, Bob selalu menggambarkan penghormatannya untuk rakyat Indonesia.

"Sangat menakjubkan melihat rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan mereka," (Robert Earl Freeberg - smithsonianmag)

Sayangnya, nasib Bob berakhir tragis. Pesawatnya jatuh saat mengirim emas 20 kilogram ke Palembang. Tanggal 29 September 1948, pesawat Dakota milik Bob jatuh di belantara hutan. Diduga, pesawat itu ditembak jatuh pesawat pemburu Belanda.

"Dia mengalami kecelakaan saat aku mengirimnya ke Palembang untuk membawa uang guna membantu gerilya di Sumatera. Tak pernah aku akan melupakan kawanku orang Amerika itu, Bob Freeberg," kata Soekarno.
 
 
 
Quote:
Simpati dan ketulusan menolong seringkali melintasi batas nasionalisme.Salah satu contoh nyata yakni kisah dari seorang pilot yahudi berkebangsaan Amerika yang ikut terlibat aktif saat awal kemerdekaan Indonesia.

Namanya Robert Earl Freeberg atau akrab dipanggil Bob, pilot bayaran berkebangsaan Amerika Serikat ini gagah berani terbang menembus blokade udara Belanda. Ia belasan kali menjalankan operasi 'black flight' atau penerbangan gelap menyelundupkan candu dan berbagai hasil alam Indonesia untuk ditukar senjata atau uang di luar negeri. Hasil penyelundupan itu digunakan pemerintah Soekarno untuk membiayai negara di masa sulit awal kemerdekaan.





Source Image : http://2.bp.blogspot.com/-lWcggqS0J4...l+freeberg.jpg
Di mata Presiden Soekarno, Bob adalah orang yang idealis. Dia ditakdirkan datang untuk membantu perjuangan rakyat Indonesia.

"Seorang pemuda pada suatu hari muncul entah dari mana dan memperkenalkan dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang Amerika. Aku seorang pilot dan menaruh simpati pada perjuangan anda. Bantuan apa yang dapat kuberikan?" demikian kata Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams  (id.wikipedia.org).

Bob adalah mantan penerbang tempur Angkatan Laut Amerika Serikat saat perang dunia ke-II. Setelah perang berakhir, pria asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI (Commercial Air Lines Incorporated) Filipina. Dia bertemu Opsir Udara III Petit Muharto Kartodirdjo di Singapura dan segera menyatakan kesediaannya untuk melakukan penerbangan untuk membantu Indonesia.

Bob kemudian menabung dan membeli sebuah pesawat angkut DC-3 Dakota. Dia memberi nama pesawat itu RI-002. Bob berpendapat nama RI-001 selayaknya diberikan untuk nama kehormatan pesawat pertama yang dimiliki Indonesia. Ketika Bob disewa, Indonesia tak punya satu pun pesawat angkut.

Kisah Awal Bob Earl Freeberg menyatakan kesediaannya untuk Indonesia


Dakota C-47, Jenis Pesawat milik Bob E Freeberg
Source Image : http://jejaktapak.com/wp-content/upl...a_c47_jn06.jpg


Seusai Perang Dunia II, pesawat angkut C-47 sisa perang (war surplus) sangat banyak jumlahnya, demikian pun para pilotnya yang umumnya veteran perang sehingga banyak yang menawarkan sewa atau jual pesawat bekas perang ini dengan harga murah, berikut pilotnya.

Oleh karena infrastruktur perhubungan masih sangat buruk maka pemerintah RI bermaksud memanfaatkan pesawat-pesawat itu untuk mendukung operasional negara yang masih berumur “balita” itu.

Majalah Penerbangan Angkasa pada edisi Oktober 2006 dalam artikel bertajuk “Para Sahabat AURI yang Terlupakan” pernah mengulas kisah RI-002 dan kapten pilot Robert “Bob” Earl Freeberg. Bermula ketika pada Desember 1946, Opsir Udara III (OU III) Petit Muharto diutus ke Singapura dengan misi mengumpulkan informasi guna mendirikan penerbangan komersial yang akan menghubungkan ibu kota Yogyakarta dengan negara-negara Asia lain.

Dia bertemu Bob, seorang mantan penerbang US Air Force. Muharto yang bertindak sebagai kopilot kemudian memandu Bob menerbangkan sebuah C-47 dari Singapura ke Lapangan Terbang Maguwo, Yogyakarta, pada Maret 
 
Keterlibatan Bob E Freeberg di Indonesia


Source Image : http://historia.co.id/img/foto_berit...b-Freeberg.jpg


Kali berikutnya, Bob bisa sendiri membawa pesawat C-47 miliknya dari Pangkalan Udara Clark di Filipina ke Yogyakarta, tentu saja dengan menghindar dari pos-pos pengamatan Belanda. Pada 9 Juni 1947, di Maguwo, pesawat C-47 milik Bob ini resmi dicarter AURI dan diberi nomor registrasi RI-002, karena nomor registrasi RI-001 disediakan untuk pesawat presiden.



Marsda TNI (purn) Boediardjo, mantan juru radio RI-002, kelak di kemudian hari menjadi Menteri Penerangan RI
Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture023.jpg


Maka sejak itu banyak misi penerbangan berbahaya yang dijalan RI-002. Salah satu yang terkenal dan dicatat dalam sejarah AURI adalah operasi lintas udara pertama pada 17 Oktober 1947, dengan menerjunkan 13 anggota pasukan para (kini Paskhas TNI AU) di atas Kotawaringin di Kalimantan.


RI-002 menerjunkan pasukan Indonesia di Kalimantan
Source Image : http://jejaktapak.com/wp-content/upl...ota-RI-002.jpg



Pesawat ini dipiloti oleh Bobby Earl Freeberg, warga kebangsaan Amerika dan ko-pilot Petit Muharto Kartodirdjo asal Indonesia.



Foto-foto profil Petit Muharto, ko-pilot RI-002
Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture032.jpg


Pesawat ini juga pernah mengangkut belasan kadet AURI yang akan mengikuti pendidikan pilot di Filipina, dan membawa Delegasi RI ke konferensi United Nations Economic Commission for Asia and the Far East.


Contoh seragam penerbang AURI di saat revolusi kemerdekaan
Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture017.jpg



Bob membantu menyelundupkan emas, candu, perak, kina dan karet dari Indonesia ke luar negeri. Lalu dia membawa senjata, pakaian dan obat-obatan dari luar negeri ke Indonesia. Kisah petualangan Bob seru seperti di film action saja.


Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture026.jpg


Bob juga banyak membantu TNI untuk melakukan operasi militer. Dialah pilot operasi penerjunan pertama yang dilakukan Angkatan Udara Republik Indonesia. Pada 17 Oktober 1947, Bob menerbangkan RI-002 dari Bandara Maguwo ke Kotawaringin, Kalimantan Tengah. TNI menerjunkan 12 prajurit AURI untuk menembus blokade Belanda dan mengobarkan perlawanan di sana.


Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture027.jpg


Bob pula yang mengantar Soekarno berkeliling Sumatera guna meminta sumbangan rakyat untuk membantu perjuangan RI. Rakyat Aceh kemudian menyumbang 20 Kg emas yang kemudian dibelikan pesawat Dakota dengan nama Seulawah atau Gunung Emas. Pesawat ini yang kemudian diberi nomor registrasi RI-001.

Code:

"Sangat menakjubkan melihat rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan mereka," 

("Robert Earl Freeberg")



Bob memang seorang pilot bayaran. Tapi dia terlibat secara emosional dalam perjuangan bangsa Indonesia. Bob tak bisa menerima perlakuan sewenang-wenang Belanda terhadap rakyat Indonesia. Dalam surat-surat yang dikirimkan ke keluarganya di AS, Bob selalu menggambarkan penghormatannya untuk rakyat Indonesia.

Dengan demikian, RI-002 adalah pesawat transpor pertama yang banyak menghubungkan Ibu Kota RI, Yogyakarta dengan Sumatera, khususnya Bukit Tinggi, termasuk kegiatan Fond Dakota, yakni upaya Presiden Soekarno mengumpulkan dana untuk membeli pesawat sendiri dengan mengelilingi Sumatera — kelak pesawat yang dibeli itu disebut RI-001 Seulawah. Namun, lebih banyak lagi misi rahasia RI-002 (black flights) yang tak ada dalam rekaman.
 

Dirgahayu HUT RI ke- 69 Tahun


Quote:
Simpati dan ketulusan menolong seringkali melintasi batas nasionalisme.Salah satu contoh nyata yakni kisah dari seorang pilot yahudi berkebangsaan Amerika yang ikut terlibat aktif saat awal kemerdekaan Indonesia.

Namanya Robert Earl Freeberg atau akrab dipanggil Bob, pilot bayaran berkebangsaan Amerika Serikat ini gagah berani terbang menembus blokade udara Belanda. Ia belasan kali menjalankan operasi 'black flight' atau penerbangan gelap menyelundupkan candu dan berbagai hasil alam Indonesia untuk ditukar senjata atau uang di luar negeri. Hasil penyelundupan itu digunakan pemerintah Soekarno untuk membiayai negara di masa sulit awal kemerdekaan.



Spoiler for Tentang Bob Earl Freeberg:


Source Image : http://2.bp.blogspot.com/-lWcggqS0J4...l+freeberg.jpg
Di mata Presiden Soekarno, Bob adalah orang yang idealis. Dia ditakdirkan datang untuk membantu perjuangan rakyat Indonesia.

"Seorang pemuda pada suatu hari muncul entah dari mana dan memperkenalkan dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang Amerika. Aku seorang pilot dan menaruh simpati pada perjuangan anda. Bantuan apa yang dapat kuberikan?" demikian kata Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams  (id.wikipedia.org).

Bob adalah mantan penerbang tempur Angkatan Laut Amerika Serikat saat perang dunia ke-II. Setelah perang berakhir, pria asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI (Commercial Air Lines Incorporated) Filipina. Dia bertemu Opsir Udara III Petit Muharto Kartodirdjo di Singapura dan segera menyatakan kesediaannya untuk melakukan penerbangan untuk membantu Indonesia.

Bob kemudian menabung dan membeli sebuah pesawat angkut DC-3 Dakota. Dia memberi nama pesawat itu RI-002. Bob berpendapat nama RI-001 selayaknya diberikan untuk nama kehormatan pesawat pertama yang dimiliki Indonesia. Ketika Bob disewa, Indonesia tak punya satu pun pesawat angkut.




Quote:
Kisah Awal Bob Earl Freeberg menyatakan kesediaannya untuk Indonesia


Dakota C-47, Jenis Pesawat milik Bob E Freeberg
Source Image : http://jejaktapak.com/wp-content/upl...a_c47_jn06.jpg


Seusai Perang Dunia II, pesawat angkut C-47 sisa perang (war surplus) sangat banyak jumlahnya, demikian pun para pilotnya yang umumnya veteran perang sehingga banyak yang menawarkan sewa atau jual pesawat bekas perang ini dengan harga murah, berikut pilotnya.

Oleh karena infrastruktur perhubungan masih sangat buruk maka pemerintah RI bermaksud memanfaatkan pesawat-pesawat itu untuk mendukung operasional negara yang masih berumur “balita” itu.

Majalah Penerbangan Angkasa pada edisi Oktober 2006 dalam artikel bertajuk “Para Sahabat AURI yang Terlupakan” pernah mengulas kisah RI-002 dan kapten pilot Robert “Bob” Earl Freeberg. Bermula ketika pada Desember 1946, Opsir Udara III (OU III) Petit Muharto diutus ke Singapura dengan misi mengumpulkan informasi guna mendirikan penerbangan komersial yang akan menghubungkan ibu kota Yogyakarta dengan negara-negara Asia lain.

Dia bertemu Bob, seorang mantan penerbang US Air Force. Muharto yang bertindak sebagai kopilot kemudian memandu Bob menerbangkan sebuah C-47 dari Singapura ke Lapangan Terbang Maguwo, Yogyakarta, pada Maret 1947.






Quote:
Keterlibatan Bob E Freeberg di Indonesia


Source Image : http://historia.co.id/img/foto_berit...b-Freeberg.jpg


Kali berikutnya, Bob bisa sendiri membawa pesawat C-47 miliknya dari Pangkalan Udara Clark di Filipina ke Yogyakarta, tentu saja dengan menghindar dari pos-pos pengamatan Belanda. Pada 9 Juni 1947, di Maguwo, pesawat C-47 milik Bob ini resmi dicarter AURI dan diberi nomor registrasi RI-002, karena nomor registrasi RI-001 disediakan untuk pesawat presiden.



Marsda TNI (purn) Boediardjo, mantan juru radio RI-002, kelak di kemudian hari menjadi Menteri Penerangan RI
Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture023.jpg


Maka sejak itu banyak misi penerbangan berbahaya yang dijalan RI-002. Salah satu yang terkenal dan dicatat dalam sejarah AURI adalah operasi lintas udara pertama pada 17 Oktober 1947, dengan menerjunkan 13 anggota pasukan para (kini Paskhas TNI AU) di atas Kotawaringin di Kalimantan.


RI-002 menerjunkan pasukan Indonesia di Kalimantan
Source Image : http://jejaktapak.com/wp-content/upl...ota-RI-002.jpg



Pesawat ini dipiloti oleh Bobby Earl Freeberg, warga kebangsaan Amerika dan ko-pilot Petit Muharto Kartodirdjo asal Indonesia.



Foto-foto profil Petit Muharto, ko-pilot RI-002
Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture032.jpg


Pesawat ini juga pernah mengangkut belasan kadet AURI yang akan mengikuti pendidikan pilot di Filipina, dan membawa Delegasi RI ke konferensi United Nations Economic Commission for Asia and the Far East.


Contoh seragam penerbang AURI di saat revolusi kemerdekaan
Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture017.jpg



Bob membantu menyelundupkan emas, candu, perak, kina dan karet dari Indonesia ke luar negeri. Lalu dia membawa senjata, pakaian dan obat-obatan dari luar negeri ke Indonesia. Kisah petualangan Bob seru seperti di film action saja.


Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture026.jpg


Bob juga banyak membantu TNI untuk melakukan operasi militer. Dialah pilot operasi penerjunan pertama yang dilakukan Angkatan Udara Republik Indonesia. Pada 17 Oktober 1947, Bob menerbangkan RI-002 dari Bandara Maguwo ke Kotawaringin, Kalimantan Tengah. TNI menerjunkan 12 prajurit AURI untuk menembus blokade Belanda dan mengobarkan perlawanan di sana.


Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture027.jpg


Bob pula yang mengantar Soekarno berkeliling Sumatera guna meminta sumbangan rakyat untuk membantu perjuangan RI. Rakyat Aceh kemudian menyumbang 20 Kg emas yang kemudian dibelikan pesawat Dakota dengan nama Seulawah atau Gunung Emas. Pesawat ini yang kemudian diberi nomor registrasi RI-001.

Code:

"Sangat menakjubkan melihat rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan mereka," 

("Robert Earl Freeberg")



Bob memang seorang pilot bayaran. Tapi dia terlibat secara emosional dalam perjuangan bangsa Indonesia. Bob tak bisa menerima perlakuan sewenang-wenang Belanda terhadap rakyat Indonesia. Dalam surat-surat yang dikirimkan ke keluarganya di AS, Bob selalu menggambarkan penghormatannya untuk rakyat Indonesia.

Dengan demikian, RI-002 adalah pesawat transpor pertama yang banyak menghubungkan Ibu Kota RI, Yogyakarta dengan Sumatera, khususnya Bukit Tinggi, termasuk kegiatan Fond Dakota, yakni upaya Presiden Soekarno mengumpulkan dana untuk membeli pesawat sendiri dengan mengelilingi Sumatera — kelak pesawat yang dibeli itu disebut RI-001 Seulawah. Namun, lebih banyak lagi misi rahasia RI-002 (black flights) yang tak ada dalam rekaman.






Quote:
Kisah tragis dan Penerbangan Terakhir dari Robbert Earl Freeberg

Dini hari, 1 Oktober 1948 pesawat RI-002 lepas landas meninggalkan Pangkalan Udara Maguwo dengan tujuan Bukittinggi. Rute yang ditempuh adalah; Maguwo-Gorda-Tanjung Karang-Bukittinggi. Menurut rencana pesawat akan meneruskan ke luar negeri untuk membeli pesawat baru dengan mengangkut 20 kg emas murni.

Seperti tertulis dalam buku Sejarah Operasi Penerbangan Indonesia periode 1945-1950 yang diterbitkan Dinas Sejarah TNI AU, RI-002 waktu itu diterbangkan pilot Robert Earl Freeberg alias Bob. Sedangkan co-pilot adalah Opsir Udara Bambang Saptoadji, engineer Opsir Muda Udara I Sumadi, dan radio operator Sersan Udara Suryatman.

Selama penerbangan, beberapa kali RI-002 berhubungan dengan stasiun radio udara atau call sign PCI di Sagan, Yogyakarta. Saluran radio ini dikenal dengan Aeradio, yaitu hubungan radio antara pesawat dengan stasiun radio di darat. Waktu itu radio dijaga oleh Sersan Mayor Udara Sumarno.

Komunikasi antara RI-002 dengan stasiun radio dilaporkan berjalan lancar hingga Tanjung Karang. Tetapi kenyataannya, hubungan radio antara pesawat dengan stasiun radio baik di Jawa maupun di Sumatera tidak berjalan baik. Sesuai prosedur, seharusnya komunikasi dilakukan secara periodik dengan jangka waktu satu jam setelah lepas landas. Namun itu tidak terjadi.

Sersan Mayor Sumarno beberapa kali memerintahkan RI-002 agar stand-by dan sewaktu-waktu, tetapi tidak ada jawaban. Sehingga sejak saat itu pesawat angkut sewaan itu dianggap hilang beserta para penumpang. RI-002 selama melaksanakan penerbangan tidak pernah disergap pesawat Belanda, meskipun dalam salah satu penerbangan ke Sumatra pernah kesasar karena cuaca buruk.

Surat kabar di Belanda ramai memberitakan hilangnya pesawat itu karena disergap pesawat Belanda. Namun pemerintah kolonial itu tidak pernah membenarkan atau membantah. Dengan demikian AURI menyatakan RI-002 dinyatakan hilang, dan tidak diketahui sebab musababnya.

"Dia mengalami kecelakaan saat aku mengirimnya ke Palembang untuk membawa uang untuk membantu gerilya di Sumatera. Tak pernah aku akan melupakan kawanku orang Amerika, Bob Freeberg," kata Soekarno.


Berita di koran tentang RI-002 di tahun 1948
Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture075.jpg



Akhirnya Pesawat beserta Jenazahnya ditemukan setelah 30 Tahun Menghilang

Belanda akhirnya mengakui pesawat tempur B-25 Belanda menyergap RI-002 di atas Sumatra Selatan. RI-002 melakukan manuver mengelak dengan terbang pada ketinggian pucuk-pucuk pohon, namun menabrak sebuah pohon dan jatuh.

Tidak banyak informasi mengenai nasib Bob bersama pesawat dan awak pesawatnya. Sampai tahun 1951, tepatnya sampai orang tua Bob, W.R. Freeberg, menulis surat kepada Presiden Soekarno, belum ada kepastian nasib Bob Freeberg. Dengan berbagai cara, pemerintah RI mencoba melacak keberadaan Bob.

Setelah 30 tahun hilang, baru pada 14 April 1978 reruntuhan pesawat beserta kerangka jenazah ditemukan seorang penduduk yang hendak mencari kayu bakar di pegunungan Sumatera Selatan. Hal itu dibuktikan dengan penemuan kepingan bekas sayap pesawat yang telah disusun kembali bertuliskan RI-002. Kerangka jenazah sudah tidak bisa dikenali. Akhirnya, secara simbolik mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tanjung Karang dalam rangka peringatan Hari Bhakti TNI AU pada 29 Juli 1978.


Foto saat RI-002 diketemukan di bukit Pungur, Lampung pada tahun 1978
Source Image : http://i304.photobucket.com/albums/n...Picture042.jpg



Pada penerbangan terakhir RI002, di dalam pesawat itu terdapat kapten pilot Bobby Freeberg, ko-pilot Bambang Saptoadji, ahli teknik Sumadi, operator radio Suryatman, ko-pilot kedua Santoso, dan Wakil Bupati Banten Samaun Bakri.

Petit Muharto maupun Boediardjo tidak ada dalam penerbangan itu.

”Memang benar, dalam penerbangan itu Bapak (alm) Petit Muharto justru tidak ikut. Posisinya sebagai ko-pilot digantikan Bapak Santoso. Bapak Muharto tidak bisa terbang karena sedang mempersiapkan pernikahan dengan saya. Kalau bapak ikut dalam penerbangan itu mungkin saya jadi janda sebelum berlangsung pesta penikahan,” ujar Ny Muharso (82).

Nenek yang masih terlihat cantik itu kini tinggal di Cinere. Petit Muharto sendiri meninggal dunia pada tanggal 8 Maret 2000.
Sementara Ny Santoso (78) yang tinggal di Bandung tampak sudah sulit untuk bicara.
 
»»  READMORE...

Perjanjian "Green Hilton Memorial Agreement" Ternyata Dokumen Palsu




Baru-baru ini sebuah dokumen bernama "Green Hilton Memorial Agreement" sempat membuat heboh dunia maya. Dokumen misterius ini digadang-gadangkan sebagai hutang Amerika Serikat terhadap 57.000 ton emas milik Indonesia.

Bahkan disebutkan pula, bahwa dokumen inilah yang menyebabkan CIA ikut menggulingkan Presiden Soekarno. Namun, alangkah baiknya jika hal ini tidak dilihat terlalu jauh, karena ada sebuah alasan kuat untuk mengatakan dokumen ini sesungguhnya ialah FAKE alias PALSU.

Bagi yang sudah merasa yakin dan terbawa oleh perasaan yang menggelora soal dokumen ini, tentu akan sangat kecewa berat dengan alasan tersebut. Namun sekali lagi, alangkah baiknya jika analisa berikut ini dijadikan sebagai bahan komparasi tentang kebenaran dari "Green Hilton Memorial Agreement" yang terlihat sangat fantastis dan fenomenal tersebut.

Di Indonesia, dokumen ini mungkin baru heboh pada tahun 2013 ini. Namun, berbeda dengan di Amerika, berita ini sudah beredar sejak tahun 2008 lewat situs bibliotecapleyades.net. Ketika sampai ke Indonesia, beritanya dibuat semakin menjadi lebih bombastis. Misalnya, pada kalimat pembuka dalam sebuah situs berita yang memuatnya seperti ini (dikutip dengan apa adanya):

"Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia."

WoW! Amazing!






Mengenai isi perjanjian itu sendiri, rasanya tak perlu di posting lagi seluruhnya. Jika Anda ingin mengetahui secara lengkapnya, silahkan membaca beritanya di situs yang telah disebutkan diatas.

Bagi mereka yang kurang memahami persoalan ekonomi, mungkin akan sedikit kebingungan membacanya. Yang bisa ditangkap dari berita ini kira-kira, ialah emas sebesar itu dipinjamkan oleh Soekarno kepada Amerika, untuk digunakan sebagai cadangan supaya pihak Amerika bisa mencetak uang dolar.

Singkatnya seperti ini :

1. Soekarno memegang kuasa atas emas-emas (yang disebut sebesar 57.000 ton) tersebut.

2. Lalu Soekarno memindahkan emas itu ke Amerika.

3. Sebagai gantinya, pihak Amerika akan memberikan bunga senilai 2,5 persen dari harga emas tersebut.

4. Karena Soekarno tumbang, pembayaran bunga tersebut hingga kini belum pernah dicairkan dan emas tersebut raib dari pantauan radar.

Mungkin beberapa dari Anda akan bertanya-tanya, mengapa emas sebanyak itu digunakan untuk mendukung pencetakan uang dolar Amerika? Penjelasannya mungkin kurang lebih seperti ini :

Pada tahun 1963, sistem keuangan Amerika masih menggunakan "Gold Standard". Artinya, untuk setiap dolar yang dicetak, maka harus ada emas yang dicadangkan. Dengan kata lain, jika memiliki tambahan cadangan emas sebanyak 57.000 ton, maka Amerika saat itu bisa mencetak uang dolar sebesar nilai emas tersebut.

Amerika Serikat sendiri baru menghentikan sistem Gold Standard pada tahun 1971. Dan pada tahun 2013 ini, sudah tidak ada negara yang menggunakan sistem semacam itu. Jadi, Anda sekarang tahu alasannya kenapa.

Mungkin di antara Anda ada yang penasaran, berapa nilai sebenarnya emas sebanyak 57.000 ton itu. Untuk sekedar informasi saja, jujur nilainya jelas sangat besar sekali. Berikut sedikit perhitungan mengenai nilainya yang bisa Anda lihat pada gambar ilustrasi berikut ini :




Jadi, Emas sebesar 57.000 ton itu sama dengan 61.685 Trilyun Rupiah. Sebuah jumlah yang sangat besar tentunya. Mungkin sukar untuk membayangkannya. Sebagai perbandingan saja, pada September 2013, jumlah hutang luar negeri Indonesia adalah sekitar 2.983 Trilyun.

Jadi benar seperti isu yang berkembang selama ini, bahwa "Harta Karun Revolusi Soekarno" akan mampu melunasi seluruh hutang Indonesia, bahkan masih memiliki kelebihan untuk memakmurkan seluruh kesejahteraan rakyat Indonesia. Itu pun kalau emas tersebut memang benar-benar ada.

Oklah, cukupkan dulu dengan hitung-hitungan ekonomi. Seperti yang sudah disebutkan pada paragraf pembuka, ada alasan kuat untuk menyebutkan dokumen itu sebagai hoax, sehingga rasanya tidak perlu berbicara lebih lanjut soal harta sebanyak itu.

Jika mau menelusurinya lebih jauh lagi, yakinlah Anda akan menemukan lebih banyak bukti akan kepalsuan dari dokumen fenomenal ini. Namun, berhentilah ketika Anda telah mendapatkan beberapa bukti yang sangat jelas kefatalannya. Berikut ini ialah bukti-bukti yang dimaksud :


Stempel Kepresidenan Amerika Serikat

Salah satu poin mencurigakan dari dokumen ini adalah stempel kepresidenan Amerika Serikat.




Perhatikan baik-baik, stempel kepresidenan Amerika ada di sebelah kiri. Pada stempel tersebut tertulis United States of America (Bagian atas) dan The President (Bagian bawah). Masalahnya ialah desain semacam ini tidak pernah digunakan sama sekali.

Memang desain stempel presiden Amerika Serikat telah beberapa kali mengalami perubahan. Tapi sayangnya, tidak pernah ada stempel resmi yang menyerupai stempel pada dokumen Green Hilton Memorial Agreement ini.

Berikut adalah stempel kepresidenan Amerika Serikat.




Pada stempel yang asli, di belakang burung Rajawali terdapat 13 gumpalan awan yang tidak terlihat pada stempel dokumen Green Hilton memorial Agreement.

Desain stempel semacam ini mulai berlaku sejak executive order 10860 tahun 1960. Pada tahun 1963, seharusnya Kennedy juga menggunakan stempel yang sama kala itu.


Lantas, bagaimana dengan stempel kepresidenan Republik Indonesia?

Stempel Presiden Soekarno pada dokumen tersebut mirip dengan stempel kepresidenan yang di desain pada tahun 1950. Jadi rasanya tidak ada masalah dalam hal ini.




Memang, ada kemungkinan yang salah dalam hal ini. Bisa saja stempel yang digunakan pada perjanjian internasional, berbeda dengan versi resmi (Stempel presiden Amerika memiliki beberapa versi tergantung tujuan penggunaannya). Namun, kemungkinannya itu akan sangat kecil sekali.

Penggunaaan kata "United States of America" sendiri tidak pernah ada di dalam stempel versi manapun. Yang ada hanya "United States".

Jadi, bukti pertama dalam hal ini merupakan masalah stempel kepresidenan Amerika yang tidak sesuai.

Sekali lagi, mungkin hal ini salah, mungkin juga tidak. Karena itu awal untuk menguatkan dugaan mengenai palsunya dokumen ini, harus diberikan bukti tambahan lain tentunya.


Bekas Cropping Pada Dokumen

Jika Anda lihat secara cermat salah satu screenshot dokumen yang ada, maka akan bisa Anda lihat logo burung Garuda diatas dokumen sepertinya merupakan hasil dari sebuah editan cropping.




Perhatikan benar-benar bekas seperti kotak pada burung logo Garuda tersebut. Apakah itu bekas cropping? Jika iya, maka sepertinya logo itu telah ditempel lewat editan photoshop.

Selain itu, logo burung Garuda tersebut berbeda dengan stempel resmi kepresidenan RI. Tidak pernah ditemukan ada logo resmi negara RI dengan sayap Garuda yang melewati garis lingkaran seperti itu.

Sangat jelas, desain semacam ini sangat mirip sekali dengan pajangan burung Garuda yang ada di kedutaan besar Republik Indonesia yang berada di Washington.




Tapi, itu sebuah pajangan, tentu saja akan berbeda dengan stempel resmi untuk sebuah dokumen. Apakah mungkin sang pemalsu dokumen telah meniru desain pajangan ini, karena mengira stempel versi resmi kepresidenan RI sama seperti itu?

Untuk yang satu ini pun, meski indikasinya sudah sangat mencurigakan, belum bisa dikatakan pasti benar. Bisa jadi kertas dokumen tersebut memang memiliki bentuk "kotak" seperti cropping. Dan bisa jadi juga ini kesalahan analisa dalam hal penggunaan logo resmi kepresidenan pada perjanjian internasional.

Maka dari itu, mari lihat bukti-bukti lainnya.


Tanda Tangan Soekarno

Dari dokumen Green Hilton Memorial tersebut, ada indikasi bahwa tanda tangan Presiden Soekarno berbeda dengan tanda tangan aslinya. Mari bandingkan tanda tangan Soekarno pada dokumen tersebut, dengan tanda tangan aslinya.

Di bawah ini merupakan tanda tangan Soekarno yang asli yang diambil dari potongan Keppres No.129 tahun 1961 tentang penyederhanaan partai politik.




Sedangkan berikut ini ialah tanda tangan Soekarno pada dokumen Green Hilton.




Sedikit berbicara mengenai tanda tangan. Oleh karena tanda tangan merupakan hasil dari tulisan tangan, maka hampir dapat dipastikan bahwa tidak akan ada tanda tangan yang akan sama persis dari setiap orang, bahkan walaupun yang menandatanganinya adalah orang yang sama.

Terkadang, mood yang berbeda bisa menghasilkan tanda tangan yang berbeda pula.


Tapi, ada satu yang selalu sama

Yang dimaksud disini adalah cara dia menarik garisnya (stroke).

Tanda tangan sendiri merupakan produk dari kebiasaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Ketika seseorang membubuhinya diatas sebuah dokumen, ia tidak akan berpikir. Dia hanya menggoreskan penanya. Semuanya serba otomatis, sama seperti ketika Anda mengikat tali sepatu. Oleh karenanya, cara dia menarik garis pasti akan sama pada setiap tanda tangan.

Jadi, jika Anda ingin memeriksa keaslian dari sebuah tanda tangan seseorang, cukup dengan memeriksa tarikan garisnya. Jika berbeda, maka bisa dipastikan tanda tangan tersebut telah dipalsukan, walaupun sepintas akan terlihat sangat mirip dan sama persis.

Dalam kasus dokumen Green Hilton Memorial Agreement ini, jelas arah tarikan garis kedua tanda tangan Soekarno berbeda.

Perhatikan ilustrasi alur tarikan garis untuk tanda tangan asli dan tanda tangan pada dokumen Green Hilton. Anda akan bisa melihat keduanya sangat jauh berbeda. Hal ini tampak jelas pada huruf "S", "K" dan "R".




Ini adalah alur tarikan garis pada tanda tangan yang asli.




Dan ini adalah alur tarikan garis pada dokumen Green Hilton Memorial

Pasti Anda bisa melihat dengan jelas perbedaannya.

Selain perbedaan pada tiga huruf tersebut, salah satu kesalahan yang paling fatal ialah kurangnya tanda titik dan garis pada tanda tangan Green Hilton Memorial. Anda bisa memeriksa semua tanda tangan Soekarno. Titik dan garis pada ujung tanda tangan tersebut pasti selalu ada.

Pada dokumen yang satu lagi, titik dan garis ini muncul. Tapi, tarikan garis pada huruf "S" berbeda dengan yang satunya lagi.




Tidak perlu heran dengan hal ini. Mereka yang meniru tanda tangan, pasti hanya akan memiripkan tanda tangan, tanpa peduli dengan alur tarikannya.

Selain masalah tarikan, ada satu lagi yang menarik. Jika Anda teliti secara seksama, pasti Anda sudah bisa menemukan perbedaan lainnya dari tanda tangan yang asli dan tidak.

Perhatikan kembali gambar tanda tangan asli dan tanda tangan yang terdapat pada Green Hilton Memorial. Bisakah Anda melihat perbedaannya?

Perbedaannya ialah pada nama penandatangan. Pada tanda tangan asli ditulis "Sukarno". Pada tanda tangan palsu ditulis "Soekarno". Sebuah kesalahan yang meski itu kecil, namun terlupakan oleh sang pemalsu.

Sedikit soal ejaan ini, ada kisahnya.

Dalam buku Bung Karno "Penyambung Lidah Rakyat" karya Cindy Adams, yang terbit tahun 1965, disebutkan bahwa Presiden Soekarno sendirilah yang meminta namanya ditulis dengan "Sukarno" dan bukan "Soekarno".

Ini dikarenakan pada tahun 1947, Indonesia sudah resmi menggunakan Ejaan Soewandi yang salah satu cirinya adalah mengganti "OE" dengan "U". Jadi Soekarno ingin konsisten dengan perubahan tersebut.

Sang pemalsu tanda tangan mungkin melihat tanda tangannya dan membaca "Soekarno", sehingga ia ikut memberikan nama itu pada dokumen tersebut.

Masih Anda rasa kurang kuatkah bukti ini?

Baiklah, jika demikian penasarannya Anda, bukti yang terakhir ini barangkali mampu untuk memperkuat kepalsuan dokumen ini.


Keberadaan Presiden Soekarno dan Kennedy

Sebuah dokumen resmi negara tidak boleh salah dalam pemberian tanggal. Dalam surat kelurahan, mungkin hal itu masih bisa terjadi. Tapi jelas tidak untuk perjanjian sekaliber Green Hilton Memorial ini tentunya.

Pada kasus Green Hilton Memorial, disebutkan bahwa dokumen tersebut ditandatangani pada tanggal 14 November 1963 di Jenewa, Swiss.

Mari bersama memeriksa keabsahannya dengan cara melacak keberadaan para sang penandatangan kala itu, yaitu dalam hal ini Presiden Soekarno dan Kennedy.

Dimanakah Presiden Soekarno pada tanggal tersebut?

Memang susah melacak keberadaan Soekarno. Soalnya, dokumentasi yang dimiliki tidak cukup memadai. Namun, tak perlu khawatir, masih ada indikasi kuat bahwa Soekarno saat itu tidak sedang berada di Swiss.

Jadi begini, pada tahun 1960-an merupakan tahun yang cukup rumit bagi Indonesia. Tahun 1962, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games ke-4. Karena Indonesia menjalin hubungan baik dengan China dan Palestina, maka Indonesia menolak keikutsertaan Taiwan dan Israel. Inilah yang menyebabkan komite Olimpiade Internasional memberi sanksi kepada Indonesia.

Soekarno menjadi berang bukan main. Sangkin marahnya, lalu dia memutuskan untuk menciptakan event tandingan semacam Olimpiade yang disebut dengan "Ganefo" (Games of the New Emerging Forces).

Sambil membawa semangat yang juga dibawa oleh gerakan non blok, Soekarno menekankan kekuatan Ganefo sebagai simbol pemberontakan terhadap kekuatan adidaya.

Nah, Ganefo pertama ini diadakan pada tanggal 10-22 November 1963. Acara tersebut dibuka langsung oleh Presiden Soekarno. Jadi, pada tanggal 10 November, Soekarno masih berada di Jakarta. Dalam hal ini, tidak ada catatan yang menunjukkan mengenai keberadaannya pada tanggal 14 November.

Tapi pertanyaannya adalah : "Apakah dalam masa penyelenggaraan event yang dianggapnya sebagai simbol kekuatan negara-negara berkembang itu Soekarno akan rela pergi ke Swiss?"

Rasanya tidak.

Jadi, dugaannya bahwa Soekarno sedang tidak berada di Swiss pada tanggal itu, meski tidak bisa ditemukan jejak catatan perjalanannya ke Swiss pada tanggal tersebut.

Mungkin Anda masih belum puas juga dengan jawaban ini. Tunggu dulu. Masih ada sosok Kennedy pada kisah ini.

Sebenarnya pemalsu dokumen ini jelas sangat kurang teliti. Seharusnya mereka tahu, kalau gerak-gerik presiden Amerika dicatat dengan sangat teliti dan didokumentasikan dengan baik sekali.

Bahkan, 50 tahun setelah itu, masih bisa terlacak jejaknya. Dalam kasus ini, mereka jelas telah memilih tanggal yang salah. Dan ini benar-benar fatal, tak termaafkan.

Lalu, dimanakah Presiden Kennedy pada tanggal tersebut?

Pada tanggal 14 November 1963, Kennedy ternyata sedang berada di Washington, Amerika Serikat, dan tidak sedang berada di Swiss. Saat itu dia memberikan konferensi pers dan menjawab pertanyaan berbagai wartawan.

Bisa dilihat pada situs JFK Library atau Anda juga bisa melihat rekamannya pada link berikut ini di youtube.




Keberadaan Presiden Soekarno dan Kennedy

Masih belum puas juga rupanya.

Baiklah, lanjutkan sedikit lagi dengan bukti lainnya.

Pada tanggal 15 November 1963, Kennedy juga tidak ada di Swiss, karena dia menghadiri konferensi AFL CIO di New York. AFL CIO adalah salah satu organisasi serikat buruh di Amerika.

Tapi tunggu dulu. Mungkin di antara Anda ada yang tidak puas lalu bertanya," Lantas apa yang dilakukan Kennedy sebelum dia konferensi pers pada tanggal 14 November itu?"

Pertanyaan yang bagus. Pada tanggal 13 November, Kennedy masih ada di Washington, menghadari acara dengan Resimen Black Watch of the Royal Highlanders. Anda bisa melihat disini rekaman youtube-nya.




Bagaimana? Bukankah ini membuktikan, bahwa pada tanggal 13,14 dan 15 November 1963 Kennedy tidak berada di Swiss? Jadi bagaimana caranya ia menandatangani dokumen Green Hilton Memorial tersebut?

Jadi, dapat disimpulkan, bahwa indikasi stempel kepresidenan Amerika yang palsu, kemungkinan cropping pada dokumen, tanda tangan Soekarno yang juga dipalsukan dan Presiden Kennedy yang jelas tidak berada di Swiss pada tanggal ditandatanganinya dokumen Green Hilton Memorial Agreement tersebut merupakan kepalsuan yang nyata tentang dokumen ini.

Apakah bukti-bukti ini masih kurang kuat juga? Mungkin Anda masih kekeh dengan keyakinan Anda dan berpegang teguh sambil berkhayal, bahwa dokumen "Green Hilton Memorial Agreement" yang legendaris ini memang benar-benar ada? Itu semua kembali kepada Anda.

»»  READMORE...