Senin, 10 Desember 2012

Qin Shi Huang, Kaisar Pertama dan Firaun Dari China

                                                                                    
Qin Shi Huang, Kaisar pertama China. (Wikimedia Commons)
Kaisar Qin Shi Huang dihormati secara luas sebagai kaisar pertama dari Tiongkok bersatu.
Qin Shi Huang dilahirkan selama periode Perang Antar Negara (475 SM sampai 221 SM) dan menghadapi banyak hambatan. Kemunculannya  ke panggung kekuasaan adalah legenda besar dalam sejarah Tiongkok.

Ayah Kaisar Qin adalah Ying Yiren.
Pada masa mudanya, Ying adalah seorang pangeran yang tinggal di pengasingan Negara Qin sebagai sandera, ditahan oleh Negara Zhao. 
Ying hidup miskin selama disandera.
Kakek Ying adalah Raja Qin, tetapi ayah Ying bukan putra mahkota.
Ying juga memiliki lebih dari 20 saudara dari istri-istri ayahnya. Dia dikirim ke Zhao karena dia adalah anggota dari keluarga kerajaan yang merupakan kebiasaan pada Periode Perang Antar Negara untuk menjaga perdamaian antara negara-negara tetangga.
Pada saat itu, ada tujuh negara di Tiongkok, semuanya saling berperang. Zhao adalah yang terkuat secara militer dan telah berperang dengan Qin bertahun-tahun lamanya.
Pada tahun 260 SM, pedagang Lu Buwei mengunjungi Ying, yang tinggal dalam keputusasaan yang mendalam.
Lu, dengan ketajaman politik luar biasa, menyadari bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup miliknya. Lu menginvestasikan sejumlah besar uang untuk mendukung Ying, dan bahkan memberikan Ying salah satu selir kesayangannya, Putri Zhao.
Tahun berikutnya, 259 SM, Ying dan Putri Zhao memiliki seorang putra. Mereka menamai anak itu Ying Zheng, yang kemudian menjadi Kaisar Qin Shi Huang.
Lu meneruskan politiknya bagi Ying Yiren. Berkat keahlian persuasinya dan dukungan besar, Ying dan keluarganya dapat kembali ke Negara Qin dua tahun berikutnya. Lu juga berhasil menjadikan ayah Ying dan penerusnya menjadi penerus kerajaan.
Setelah ayahnya meninggal, pada 247 SM Ying Zheng menjadi raja Qin di usia 12 tahun. (Beberapa pendapat diantara para cendekiawan yang menyatakan bahwa Lu Buwei adalah ayah asli Ying Zheng) Lu menjadi pejabat tertinggi di kerajaan dan mengendalikan semua urusan kerajaan.
Nasib baik Lu tidak bertahan lama dan pada 234 SM, Ying Zheng telah dewasa dan mengambil alih kekuasaan negara. Segera setelahnya, Lu terlibat dalam kup dan dipaksa bunuh diri. Apa yang tersisa darinya adalah buku sejarah yang dieditnya, seperti yang dikenal sekarang.
Setelah Ying Zheng menjadi raja, dia bertekad untuk memperkuat Qin dan bersiap mencaplok keenam negara lainnya. Kebijakan Qin berfokus pada aturan hukum. 
Dia menghadiahi petani dan prajurit-prajurit karena membangun ekonomi negara dan kekuatan militer. Perlahan-lahan, hukum Qin menjadi sangat menditail dan menyeluruh.
Contohnya, keluarga-keluarga akan didenda karena melanggar wajib militer jika mereka punya anak laki-laki tapi tidak mengirimkannya bergabung dalam militer.
Pendekatan Ying Zheng pada negara yang bertikai adalah berteman dengan negara yang jauh dan menyerang yang paling dekat. Perlahan-lahan, negara-negara dekat Qin dikalahkan dan dicaplok. 
Segera setelahnya, Qin dapat mengambil alih keenam negara lainnya, dengan tambahan negara Nanyue di Selatan (termasuk sekarang Guangdong, Guangxi dan propinsi Yunnan). Tahun 221 SM, dia membentuk dinasti terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Bagaimana Ying Zheng memerintah negara dengan wilayah dan populasi terbesar? Banyak pejabat menyarankannya untuk membagi-bagi tanah dan menyerahkannya kepada para jendral sebagai hadiah, yang akhirnya akan membentuk negara-negara kecil, tetapi Ying Zheng tidak setuju.
Dia adalah kaisar pertama yang menganggap dirinya sebagai Kaisar Tiongkok. Tidak ada gelar itu sebelum dia menciptakannya dan karena itu dipanggil dengan Kaisar Pertama Tiongkok. Dia berharap Qin akan bertahan selamanya, jadi dia menjalankan kebijakan-kebijakan yang memperkuat kekuasaannya.
 
Bagaimana Ying Zheng memerintah negara dengan wilayah dan populasi terbesar? Banyak pejabat menyarankannya untuk membagi-bagi tanah dan menyerahkannya kepada para jendral sebagai hadiah, yang akhirnya akan membentuk negara-negara kecil, tetapi Ying Zheng tidak setuju. Langkah yang ditempuh Ying Zheng:
Pertama, Ying Zheng menganggap dirinya sebagai Kaisar China pertama. Tidak ada gelar itu sebelum dia menciptakannya dan karena itu dipanggil dengan Kaisar Pertama Tiongkok. Dia berharap Qin akan bertahan selamanya, jadi dia menjalankan kebijakan-kebijakan yang memperkuat kekuasaannya.
Kedua, Ying Zheng, yang menjadi Qin Shi Huang meniadakan gelar aristokrat dan mengadopsi sistem politik otoritas terpusat. Ia mendirikan Kabinet di tingkat pemerintah pusat, yang disebut sistem Sembilan Menteri atau Kabinet Sembilan Anggota. Secara lokal, ia mengadopsi sistem kedaerahan yang membagi negara menjadi kabupaten. Semua pejabat ditunjuk langsung oleh kaisar. Kaisar dapat mempertahankan atau mencopot pejabat negara atas kehendaknya.
Ketiga, hukum ketat diberlakukan. Dari pejabat tertinggi sampai strata sosial terendah di seluruh negara, semuanya harus tunduk pada hukum yang keras dan terinci dari Kerajaan Qin. Pelanggar akan dihukum tanpa terkecuali.
Keempat, penulisan huruf di berbagai negara bertikai dipersatukan. Meski karakter China kuno digunakan di berbagai negara, ada variasi dalam guratan atau karakter tertentu. Pemerintahan Qin menetapkan karakter tulisan standar. Guratan Qin yang lebih sederhana menjadi bahasa penulisan resmi, yang digunakan oleh para pejabat dan rakyat.
Kelima, sistem moneter dan pengukuran dipersatukan. Ukuran panjang, volume, mata uang dan bahkan jarak antar roda pedati yang ditarik kuda dipersatukan.
Qin Shi Huang hanya membutuhkan 16 tahun sejak ia naik tahta menjadi Raja Qin hingga ia mempersatukan China. Tentu, pendahulunya telah meletakkan pondasi sebelumnya.
Setelah pemersatuan, Qin Shi Huang sering menjelajah kerajaan barunya, memeriksa wilayah kekuasaannya. Dibangunnya jalan tol yang menuju ke berbagai wilayah di China, yang memungkinkan cepatnya mobilisasi angkatan bersenjatanya. Jalan lebar ini dikatakan sanggup menampung empat kereta kuda secara pararel. Ia dibangun terbentang dari ibukota menuju ke wilayah-wilayah terpencil di perbatasan kerajaannya.
Guna menangkal gangguan dari suku nomad Xungnu di Utara, Qin Shi Huang memerintahkan penyambungan Tembok Panjang sepanjang perbatasan Utara dari berbagai bekas negara bertikai. Garis perbentengan sepanjang lebih dari 3.000 mil, yang sekarang dikenal sebagai Tembok Besar China. Butuh 400.000 buruh muda selama bertahun-tahun untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Sejak itu Tembok Besar diperkuat lebih lanjut oleh generasi selanjutnya dan sekarang lebih tinggi dan kokoh dibandingkan jaman Qin Shi Huang.
Qin Shi Huang terus menyokong para intelektual dan menciptakan posisi doktor resmi bagi mereka. Posisi doktor ini adalah gelaran dan tidak mengemban kekuasaan dan tanggung jawab. Walaupun begitu, menandakan prestasi intelektual mereka, dan setara dengan tingkat PhD modern. Setiap kali ada kekosongan di pemerintahan, para intelektual doktor ini berkemungkinan mengisi posisi itu.
Intelektual ini datang dari berbagai berbagai sekolah yang dikenal sebagai 100 Sekolah, termasuk Taoisme dan Konfusianisme. Beberapa penyihir laki-laki yang mengklaim bahwa mereka dapat menemukan dewa atau mencari resep untuk keabadian. Tidak jarang bahwa para intelektual akan membahas atau bahkan bersengketa atas isu-isu sosial dan politik. Ketika diskusi atau sengketa bertabrakan dengan kebijakan yang ada, Qin Shi Huang akan 'mendiamkan' mereka. Beberapa intelektual doktor akan terus mengkritik kebijakan kontemporer dan urusan politik, yang hanya akan mengakibatkan perintah lebih keras dari Qin Shi Huang.
Pada tahun 213 SM, Qin Shi Huang mengeluarkan perintah untuk mengubur hidup-hidup 460 intelektual doktor. Dia juga memerintahkan penghancuran semua arsip sejarah negara sebelumnya, menyembunyikan karya 100 Sekolah, termasuk sekolah Konfusianisme, dan buku-buku lain dengan pengecualian Arsip Sejarah Qin, buku-buku tentang obat-obatan, meramal, pertanian, salinan Puisi klasik Doktor Nasional dan Sejarah klasik. Dekrit juga dikeluarkan untuk melarang diskusi puisi klasik dan Sejarah klasik untuk menyingkirkan kemungkinan refleksi politik kontemporer melalui diskusi tidak langsung dari peristiwa sejarah. Para pelanggar akan dihukum maksimal sesuai hukum, termasuk dihukum mati.
Kertas belum ditemukan saat itu dan semua buku yang ditulis pada potongan bambu, diikat dengan tali tipis. Pendidikan tidak luas pada waktu itu dan intelektual berpendidikan tinggi sedikit jumlahnya. Akibatnya, pembakaran buku bambu dan penguburan para intelektual dicatat dalam sejarah sebagai gambaran tentang pemerintahan Qin Shi Huang.
Pada 210 SM, Qin Shi Huang sakit sewaktu memeriksa negara. Ia meninggal, sewaktu dipulangkan ke ibukota, pada usai 49.
Inovasi politik setelah penyatuan China oleh Qin Shi Huang menjadi standar model kekuasaan kerajaan bagi generasi berikutnya selama lebih dari 2.000 tahun di China. Bahkan saat ini di China, orang masih melihat warisan Qin dalam Kabinet dan pengaturan di pemerintahan kabupaten. Sayangnya, pembakaran buku-buku dan penguburan para intelektual juga dijalankan, dalam bentuk modern, dalam zaman Internet ini.
Beberapa sinologis berpendapat bahwa sebagian besar intelektual yang dikubur Qin Shi Huang adalah penyihir laki-laki, yang mengaku mereka bisa membuat kaisar berhubungan dengan dewa dan membantunya menemukan resep untuk kehidupan abadi. Arsip sejarah mencatat bahwa empat penyihir seperti itu menghabiskan jumlah uang yang terlalu besar dalam mencari dewa dan kehidupan kekal untuk kaisar. Mereka tidak kembali karena gagal memenuhi janji-janji mereka. Marah oleh kebohongan terang-terangan ini, Qin Shi Huang memerintahkan penguburan hidup-hidup semua penyihir, yang mencapai lebih dari 400.
Salah satu dari empat penyihir yang lolos bernama Xu Fu. Xu memimpin 3.000 anak laki-laki dan perempuan dan berbagai teknologi dan artefak China untuk berlayar ke timur untuk mencari dewa, tapi ia tidak pernah kembali. Menurut catatan di China dan Jepang, Xu tiba di Jepang. Teknologi pertanian dan lainnya yang dibawanya membantu mengakhiri Zaman Batu dan mengantar fase peradaban baru di Jepang.
Dalam dongeng rakyat China kuno, orang-orang mengaitkan Qin Shi Huang sebagai tirani kejam. Para kaisar disarankan oleh para intelektual untuk tidak mencontohnya, meskipun saran ini tidak diperhatikan. Pada saat yang sama, sejumlah intelektual telah mendapatkan pemahaman rasional tentang peran Qin Shi Huang dalam sejarah. Bagaimanapun, kekuasaan kekaisaran tak terbatas, Sembilan Kabinet dan sistem Kabupaten yang diciptakannya dan wilayah taklukan yang besar tak tertandingi berdampak pada pemimpin China generasi selanjutnya yang menggantikannya.
Pekerjaan konstruksi besar, termasuk Tembok Besar China dan Istana Epang yang mewah dan kampanye militer terhadap suku nomad Xungnu di Utara dan leluhur Vietnam di Selatan saat ini, telah menyebabkan Dinasti Qin bangkrut. Orang-orang, yang hidup dalam kemiskinan, juga mengeluhkan tentang aturan keras hukum Qin. Hanya tiga tahun setelah kematian Qin Shi Huang, Dinasti Qin, yang keempat dalam sejarah China, runtuh karena pemberontakan petani di seluruh kekaisaran.

Tentang misteri makam yang di huni oleh 10.000 pasukan patung (terakota) itu... yang notabene si Kaisar pengen jadi raja neraka setelah gagal atas usahanya untuk membuat ramuan abadi (elixir of life) agar menjadikannya manusia yang hidup kekal abadijadi gan.. ane nyimpulin ni Kaisar kelakuannya sama kayak fir'aun jaman dulu... persamaannya:

  • Kaisar bikin "Tembok Besar China ? Great Wall of China" sementara Fir'aun bikin Piramid
  • sama-sama bikin makam yang besar dan penuh misteri
  • sama-sama menelan banyak nyawa dalam melakukan project2 selama pemerintahannya
  • sama-sama keji gan.. dikit2 maen bunuh
  • sama-sama pengen disembah sama rakyat nya.. mengaku sebagai tuhan
  • sama-sama pengen hidup abadiQin Shi Huang

Elixir kehidupan

Belakangan ini dalam hidupnya, Qin Shi Huang takut akan kematiannya dan putus asa mencari obat mujarab dongeng kehidupan, yang seharusnya memungkinkan dia untuk hidup selamanya. Ia terobsesi dengan memperoleh keabadian, dan banyak jatuh korban yang menawarkan ramuan. Ia mengunjungi Pulau Zhifu tiga kali dalam rangka untuk mencapai keabadian.


Kapal Xu Fu berlayar pada 219 SM untuk mencari obat keabadian.
Dalam satu kasus dia mengirim Xu Fu, seseorang dari kepulauan Zhifu, dengan kapal yang mengangkut ratusan anak2 mencari gunung mistik Penglai. Mereka dikirim untuk menemukan Angi Sheng, seorang suci yang berumur 1.000 tahun yang tau resep ramuan hidup abadi. yang konon katanya kl orang suci ini bakal ngilang kalo bertemu orang dewasa, maka dikirimlah anak2. anak2 ini tidak pernah kembali, mungkin karena mereka tahu kalo mereka balik lagi tanpa obat mujarab, mereka pasti akan dieksekusi. Legenda menyatakan bahwa mereka mencapai Jepang dan terjajah itu. Hal ini juga memungkinkan bahwa pembakaran buku, pembersihan pada apa yang bisa dilihat sebagai hal yang sia-sia, sebagian, upaya untuk memfokuskan pikiran kaisar terhadap sarjana dan pada pencarian alkemis. Beberapa sarjana dieksekusi, adalah mereka yang telah mampu menawarkan bukti skema supranatural mereka. Ini mungkin berarti akhir dari pengujian kemampuan mereka: apakah mereka memiliki kekuatan ajaib, maka mereka pasti akan datang kembali ke kehidupan ketika mereka membiarkan keluar lagi. Sejak kaisar agung takut kematian dan, roh jahat, pekerja membangun serangkaian terowongan dan bagian untuk masing-masing istana-nya (lebih dari 200 dimilikinya), karena ini akan membuatnya aman dari roh-roh jahat, saat ia melakukan perjalanan gaib.

Kematian
Dalam 211 SM sebuah meteor besar dikatakan telah jatuh di Dongjun (东郡) di hilir Sungai Kuning. Di atasnya, orang yang tidak dikenal tertulis kata-kata "Kaisar Pertama akan mati dan Kekuasaannya kan terbagi (Terpecah belah)" Ketika kaisar mendengar hal ini, ia mengirim seorang sekretaris kekaisaran untuk menyelidiki hal ini. dan tidak seorang pun akan mengakuinya, sehingga semua orang yang tinggal di dekatnya dihukum mati. Batu metor itu kemudian dibakar dan dihancurkan.

Kaisar meninggal dalam salah satu perjalanannya di Cina Timur, pada 10 September, 210 SM di istana di Shaqiu (沙丘 平台), sekitar dua bulan lagi melalui jalan darat dari ibukota Xianyang. Kabarnya, ia meninggal karena menelan pil merkuri (ni kaisar doyan mabok merkuri ), yang dibuat oleh para ilmuwan dan dokter istana. Ironisnya, pil ini dimaksudkan untuk membuat Qin Shi Huang abadi.
Setelah kematian kaisar Perdana Menteri Li Si, yang menemaninya, menjadi sangat khawatir bahwa berita kematiannya bisa memicu pemberontakan umum di kekaisaran Ini akan memakan waktu dua bulan bagi pemerintah untuk mencapai ibukota, dan tidak akan mungkin untuk menghentikan pemberontakan. Li Si memutuskan untuk menyembunyikan kematian kaisar dan kembali ke Xianyang Sebagian besar rombongan kekaisaran yang bersama kaisar tidak tahu tentang kematian kaisar. Hanya anak muda, Huhai Ying, yang bepergian dengan ayahnya, Zhao Gao kasim, Li Si, dan lima atau enam kasim terdekat yang tahu tentang kematian kaisar. Li Si juga memerintahkan bahwa dua gerobak berisi ikan busuk segera didatangkan sebelum dan setelah kereta kaisar. Ide di balik ini adalah untuk mencegah orang dari memperhatikan bau busuk yang berasal dari kereta kaisar, di mana tubuhnya mulai membusuk parah. Mereka juga ditarik ke bawah tempat teduh sehingga tidak ada bisa melihat wajahnya, mengganti pakaiannya setiap hari, membawa makanan dan ketika ia harus melakukan percakapan penting mereka akan bertindak seolah-olah dia ingin mengirim pesan.

Kedua konspirasi kaisar

Akhirnya, setelah sekitar dua bulan, Li Si dan istana kekaisaran mencapai Xianyang, di mana berita kematian kaisar diumumkan Qin Shi Huang tidak ingin berbicara tentang kematiannya sendiri dan dia tidak pernah menulis. Setelah kematiannya, putra sulung Fusu harusnya menjadi kaisar berikutnya.

Li Si dan kepala kasim Zhao Gao bersekongkol untuk membunuh Fusu karena Jendral yang dekat dengan Fusu adalah Meng Tian, yang tidak mereka sukai dan mereka takuti. Adik Meng Tian, seorang menteri senior, yang pernah dihukum Zhao Gao Mereka percaya bahwa jika Fusu itu bertahta, mereka berfikir akan kehilangan kekuasaan mereka, Li Si dan Zhao Gao menerima surat wasiat (yang telah dirubah oleh Li Si selama dalam perjalanan) dari KaisarQin Shi Huang yang mengatakan bahwa keduanya (Fusu dan Jenderal Meng) harus melakukan bunuh diri.. dan rencana busuk bekerja, dan anak muda menjadi Huhai Kedua Kaisar, kemudian dikenal sebagai Qin Shi Er atau "Generasi Kedua Qin."
Qin Er Shi, bagaimanapun tidak mampu dalam memimpin kekaisaran disebabkan kelemahan atas sikap pengecutnya. Pemberontakan cepat meletus. Masa Pemerintahannya adalah waktu kerusuhan sipil yang ekstrim, dan segala sesuatu yang dibangun oleh Kaisar Pertama hancur dalam waktu singkat Salah satu upaya pemberontakan langsung adalah 209 SM Daze Desa Pemberontakan dipimpin oleh Chen Sheng dan Wu Guang..

Mausoleum Kaisar Pertama 

Makam Qin Shi Huang

Sejarawan Cina Sima Qian, satu abad setelah kematian Kaisar Pertama, menulis bahwa dibutuhkan 700.000 orang untuk membangun itu. sejarawan Inggris John menunjukkan bahwa angka ini lebih besar dari kota-kota dunia pada waktu itu dan menghitung bahwa pondasi-nya saja bisa dibangun oleh 16.000 orang dalam dua tahun. Sementara Sima Qian tidak pernah disebutkan tentara terakota, yang patung-patung itu ditemukan oleh sekelompok petani yang sedang menggali sumur pada tanggal 29 Maret 1974. Para tentara diciptakan dengan serangkaian campuran tanah liat dan diberi sentuhan individual oleh si pemahat. Han Purple juga digunakan pada beberapa prajurit.

Makam Qin Shi Huang




Salah satu proyek pertama nya Kaisar ketika ia masih hidup adalah pembangunan makam sendiri yang berbentuk Piramid. Pada 215 SM Qin Shi Huang memerintahkan Jenderal Meng Tian dengan 300.000 orang untuk memulai pembangunan. Sumber lain menyebutkan ia memerintahkan 720.000 buruh yang belum dibayar untuk membangun makam. Deskripsi Sima Qian makam termasuk replika istana dan menara indah, "benda-benda langka dan peralatan indah", 100 sungai dibuat dengan merkuri, representasi "tubuh surgawi", dan busur dicurangi untuk menembak siapa saja yang mencoba mendobrak masuk Makam itu dibangun di atas gunung Li , yang jaraknya hanya 30 kilometer dari Xi'an. Arkeolog modern telah menemukan makam itu, dan telah melakukan penyelidiknya di dalam nya. hasil penyelidikan menunjukkan bahwa ada jumlah merkuri yang tinggi yang tidak normal, sekitar 100 kali tingkat alami, menunjukkan bahwa beberapa bagian dari legenda yang kredibel. banyak Rahasia dipertahankan, karena kebanyakan dari para pekerja yang membangun makam tewas.

1 komentar:

candra sb mengatakan...

Mau bertanya...
Bagaimana kisah kematian perdana mentri li si dan apa sebab yg melatar belakangi nya.. ?
Trima kasih

Poskan Komentar